• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, April 18, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Kelaparan Dunia Meroket! Bukan Karena Pemanasan Global, Faktor Utama ini Meningkatkan Kerawanan Pangan Akut

by Adara Relief International
Mei 8, 2023
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kelaparan Dunia Meroket! Bukan Karena Pemanasan Global, Faktor Utama ini Meningkatkan Kerawanan Pangan Akut
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Dalam pengantar “Global Report on the Food Crisis” terbaru, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut kondisi kerawanan pangan di dunia saat ini merupakan dakwaan tajam atas kegagalan umat manusia mengakhiri kelaparan. Bagaimana tidak, dalam laporan yang ditulis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) disebutkan bahwa pada 2022, terdapat sekitar 258 juta orang di 58 negara yang menghadapi kerawanan pangan akut pada tingkat krisis atau tingkat yang lebih buruk.

Angka tersebut juga dilaporkan meningkat dari setahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 193 juta orang di 53 negara. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa jumlah kerawanan pangan akut meningkat selama empat tahun berturut-turut. Dalam laporan yang diluncurkan pada 3 Mei 2023 tersebut, Guterres menilai bahwa adanya kondisi lebih dari seperempat miliar orang pada saat ini menghadapi tingkat kelaparan akut, dan beberapa berada di ambang kelaparan, merupakan hal yang “tidak masuk akal”.

Berdasarkan informasi dari situs resminya, FAO telah mulai memberikan laporan mengenai kondisi kelaparan di dunia sejak tahun 1974, atau hampir setengah abad yang lalu. Sesuai dengan sejumlah mandatnya, FAO berupaya untuk mengentaskan kelaparan, kerawanan pangan, dan semua bentuk malnutrisi di berbagai belahan penjuru dunia.

Kaitan antara kelaparan dan kerawanan pangan adalah bila seseorang dalam kondisi kerawanan pangan parah, maka dia dapat kehabisan makanan atau menjalani satu atau beberapa hari tanpa makan. Dengan kata lain, orang tersebut kemungkinan besar akan mengalami kelaparan. Dalam laporannya, FAO mengatakan bahwa guncangan ekonomi melampaui konflik sebagai pendorong global utama di balik kerawanan pangan dan malnutrisi yang parah, selain cuaca ekstrem yang juga menjadi pendorong utama lainnya dalam kerawanan pangan global.

Laporan itu mengemukakan bahwa “guncangan ekonomi global kumulatif” berkontribusi terhadap ketahanan pangan, termasuk kenaikan harga pangan dan gangguan di pasar. Meski demikian, FAO menemukan bahwa konflik yang sedang berlangsung antara Rusia dan Ukraina menimbulkan dampak yang parah terhadap ketahanan pangan global, sebagian karena kontribusi signifikan yang secara tradisional diberikan oleh kedua negara tersebut terhadap produksi komoditas pangan utama, termasuk gandum, jagung, dan minyak bunga matahari.

Konflik antara Rusia dan Ukraina memang tidak dipungkiri telah berkontribusi terhadap potensi terjadinya kerawanan pangan global. Menurut data dari Bank Dunia, baik Ukraina maupun Rusia menghasilkan sekitar dari 29% gandum di dunia, serta menghasilkan 62% produksi internasional dari minyak biji bunga matahari. Oleh karena itu, invasi yang dilakukan Rusia ke Ukraina akan memacu inflasi pangan di sejumlah perekonomian negara-negara berkembang serta sangat berdampak kepada negara-negara miskin dan rentan.

Laman WFP Amerika Serikat menyebutkan bahwa ketika kejadian konflik dan kekerasan muncul, maka dampak yang akan terjadi antara lain adalah hancurnya infrastruktur, berhentinya proses perdagangan (seperti impor pangan), meningkatnya inflasi, turunnya nilai mata uang, hingga dapat menghilangkan lapangan pekerjaan. Menurut organisasi Program Pangan Dunia PBB (WFP) dalam situs resminya, konflik tetap menjadi pendorong utama kelaparan dalam kebanyakan krisis pangan di dunia. Hal ini karena bentuk konflik bersenjata hingga kerusuhan warga dapat melemahkan tingkat keamanan pangan dan nutrisi.

Untuk itu, sejumlah organisasi seperti WFP juga bertekad untuk berperan dalam membangun jalan menuju perdamaian, karena konflik berkontribusi pada meningkatnya kelaparan.

Selain itu, Tinjauan Kemanusiaan Global 2023 memperkirakan bahwa saat ini ada 1 dari 23 orang di dunia yang membutuhkan bantuan kemanusiaan, jumlah yang meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2020. Diperkirakan pula bahwa hampir 60% dari orang-orang kelaparan di dunia tinggal di daerah yang terdampak akan konflik, serta sekitar 80% dari krisis pangan di dunia didorong oleh peperangan, persekusi, dan beragam bentuk konflik lainnya.

Dalam laporan tersebut, lebih dari 40% populasi global yang menderita kerawanan pangan yang signifikan berasal hanya dari lima negara, yakni Afghanistan, Republik Demokratik Kongo, Ethiopia, Nigeria, dan Yaman. Masih berdasarkan laporan FAO, sejumlah populasi di dunia dilanda dengan apa yang disebut FAO sebagai “kelaparan dan kemiskinan, atau tingkat bencana kelaparan akut”, atau tingkat kerawanan pangan yang paling parah, dengan lebih dari separuhnya berada di Somalia.

Tentu saja, orang-orang yang kelaparan juga tidak hanya terdapat di beberapa negara tersebut, tetapi terjadi di banyak tempat lainnya di dunia, dan sebagian besar disebabkan atau diperkuat oleh adanya konflik.

Untuk itu, berbagai pihak yang sedang terlibat dalam berbagai konflik, harus dapat merefleksikan diri secara mendalam mengenai fenomena yang jelas antara munculnya konflik dengan timbulnya kelaparan serta kerawanan pangan global.

Diharapkan mereka dapat mengambil langkah yang bijak dengan berupaya sekerasnya dan sekreatif mungkin untuk dapat menghentikan konflik, karena kemenangan politik atau perang apa pun tidak akan setimpal dengan meningkatnya kelaparan di tengah masyarakat.

Sumber:

Baca Juga

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

Marwan Barghouti Alami Penyiksaan Berulang di Penjara Israel

https://voi.id

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: Internasional
ShareTweetSendShare
Previous Post

Lagi-Lagi Banjir Rendam Aceh, Sebanyak 8 Kabupaten Terdampak!

Next Post

Panitia Hapus Kata “Penjajahan” dalam Judul Debat Palestina-Israel, Ini Tanggapan Universitas Cambridge

Adara Relief International

Related Posts

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan
Berita Kemanusiaan

Serangan Berlanjut, 8 Warga Gaza Terbunuh di Tengah Krisis Bantuan

by Adara Relief International
April 16, 2026
0
19

Sedikitnya delapan warga Palestina terbunuh dan 29 lainnya terluka dalam serangan terbaru pasukan Israel di Jalur Gaza dalam 24 jam...

Read moreDetails
Marwan Barghouti Alami Penyiksaan Berulang di Penjara Israel

Marwan Barghouti Alami Penyiksaan Berulang di Penjara Israel

April 16, 2026
18
Laporan: Ribuan Anak Palestina Ditawan, Alami Kekerasan dan Kondisi Buruk

Laporan: Ribuan Anak Palestina Ditawan, Alami Kekerasan dan Kondisi Buruk

April 16, 2026
24
Pejabat Gaza: Bantuan Tak Tepat Sasaran, Bayi Terancam Tanpa Listrik

Pejabat Gaza: Bantuan Tak Tepat Sasaran, Bayi Terancam Tanpa Listrik

April 16, 2026
14
UNESCO Adopsi Resolusi Dukung Palestina, Soroti Perlindungan Warisan Budaya

UNESCO Adopsi Resolusi Dukung Palestina, Soroti Perlindungan Warisan Budaya

April 16, 2026
15
754 Warga Gaza Terbunuh di tengah Gencatan Senjata

754 Warga Gaza Terbunuh di tengah Gencatan Senjata

April 15, 2026
37
Next Post
Panitia Hapus Kata “Penjajahan” dalam Judul Debat Palestina-Israel, Ini Tanggapan Universitas Cambridge

Panitia Hapus Kata “Penjajahan” dalam Judul Debat Palestina-Israel, Ini Tanggapan Universitas Cambridge

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Eskalasi dan Agresi; Dalih Israel untuk Mengambil Alih Kendali Masjid Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630