• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, Februari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Terus Larang Jurnalis Asing Masuk Gaza, Tekanan Internasional Meningkat

by Adara Relief International
Desember 11, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel Terus Larang Jurnalis Asing Masuk Gaza, Tekanan Internasional Meningkat
17
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Israel terus mencegah jurnalis internasional memasuki Jalur Gaza secara independen meskipun gencatan senjata telah berlangsung hampir dua bulan. Larangan ini membuat media asing tidak dapat memverifikasi kondisi kemanusiaan di wilayah yang hancur akibat agresi Israel.

Pada Selasa (9/12) dan Kamis (11/12) pekan ini, Mahkamah Agung Israel kembali menggelar sidang terkait petisi yang diajukan Foreign Press Association (FPA), yang menuntut akses bebas bagi jurnalis asing tanpa pendampingan militer Israel. Namun, pemerintah kembali meminta penundaan, untuk kesembilan kalinya sejak petisi diajukan pada September 2024. Pengadilan memberi waktu tambahan kepada pemerintah hingga 21 Desember untuk menyampaikan tanggapan tertulis, meski para pengamat memperingatkan bahwa tenggat ini kemungkinan akan kembali diperpanjang.

FPA menyebut rangkaian penundaan ini sebagai sesuatu yang “sangat absurd” dan menilai larangan tersebut sangat menghambat kemampuan media internasional dalam menjalankan tugasnya.

Organisasi pers internasional seperti The New York Times, AFP, AP, BBC, dan Reuters mengecam pembatasan tersebut. Mereka menilai larangan Israel menghalangi aliran informasi yang kredibel dan menghambat upaya memahami situasi sebenarnya di Gaza. Committee to Protect Journalists (CPJ) bahkan menyamakan larangan Israel ini dengan praktik rezim otoriter.

Baca Juga

Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Sejak agresi di Gaza meletus pada Oktober 2023, Israel hanya mengizinkan segelintir jurnalis masuk Gaza melalui tur terbatas yang dikendalikan militer, tanpa izin melakukan investigasi independen atau berbicara bebas dengan warga. Kondisi ini membuat verifikasi dugaan kejahatan perang menjadi sangat sulit.

Meskipun Israel sebelumnya berjanji meninjau ulang kebijakan pembatasan jurnalis, seiring adanya gencatan senjata, hingga kini tidak ada perubahan yang dilakukan, dan pemerintah belum memberikan penjelasan resmi mengenai alasan tetap mempertahankan larangan tersebut.

Menurut CPJ, lebih dari 200 jurnalis dan pekerja media Palestina telah terbunuh sejak agresi dimulai, menjadikannya agresi paling mematikan bagi jurnalis sejak pencatatan dimulai pada 1992.

FPA menegaskan bahwa pelarangan berkelanjutan ini bukan hanya merugikan jurnalis, tetapi juga melanggar hak publik di seluruh dunia untuk mendapatkan informasi yang akurat dan dapat dipercaya mengenai dampak agresi dan krisis kemanusiaan yang tengah berlangsung di Gaza.

Sumber: AA, MEMO

ShareTweetSendShare
Previous Post

Hujan Lebat Rendam Lebih dari 1.000 Kamp Pengungsian di Gaza

Next Post

Universitas Birzeit Geruduk Pasukan Israel, Fasilitas Kampus Rusak Parah

Adara Relief International

Related Posts

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup
Berita Kemanusiaan

Ramadan di Gaza: Antara Kehancuran dan Kelangsungan Hidup

by Adara Relief International
Februari 18, 2026
0
13

Untuk tahun ketiga berturut-turut, Jalur Gaza menyambut Ramadan di tengah genosida terang-terangan dan konsekuensi kemanusiaan serta ekonomi yang belum pernah...

Read moreDetails
Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Israel Akan Tetapkan Tanah di Tepi Barat sebagai “Milik Negara”

Februari 18, 2026
11
Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Hanya 29% Kepatuhan Israel yang Tercatat dalam Pembukaan Penyeberangan Rafah

Februari 18, 2026
11
Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Dewan Perdamaian Janjikan $5 Miliar untuk Rekonstruksi Gaza

Februari 18, 2026
13
Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Indonesia Akan Kirim 1.000 Tentara ke Gaza pada Bulan April

Februari 18, 2026
12
Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

Februari 13, 2026
23
Next Post
Universitas Birzeit Geruduk Pasukan Israel, Fasilitas Kampus Rusak Parah

Universitas Birzeit Geruduk Pasukan Israel, Fasilitas Kampus Rusak Parah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630