Pusat Hak Asasi Manusia Gaza mengecam keras penargetan sistematis Israel terhadap sektor perikanan Gaza. Mereka memperingatkan bahwa kampanye tersebut telah meningkat dari pemberlakuan pembatasan ketat hingga “penghancuran menyeluruh” terhadap industri sipil yang vital.
Dalam pernyataan pada Kamis (12/03), kelompok hak asasi manusia tersebut mengatakan bahwa kehancuran di sepanjang garis pantai Gaza sama dengan penghancuran mata pencaharian ribuan keluarga Palestina. Tindakan ini merupakan bagian dari penggunaan kelaparan sebagai senjata dalam genosida Israel di wilayah yang terkepung tersebut.
Berdasarkan pemantauan lapangan dan kesaksian dari para pemerhati, pasukan pendudukan Israel (IOF) telah melakukan penghancuran besar-besaran terhadap industri perikanan Gaza dalam beberapa bulan terakhir. Lebih dari 5.000 nelayan bergantung pada sektor ini untuk mata pencaharian mereka.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa kerusakan tersebut mencakup kehancuran hampir total infrastruktur industri perikanan. Kapal pukat besar dan kapal penangkap ikan, yang menjadi tulang punggung produksi ikan Gaza, hancur di pelabuhan utama Gaza dan pelabuhan perikanan Khan Yunis dan Rafah. Akibatnya, mereka terpaksa berhenti beroperasi secara permanen.
Dari sekitar 2.000 perahu dan kapal penangkap ikan kecil yang pernah beroperasi di sepanjang pantai, ditambah sekitar 100 kapal besar, 95 persen di antaranya telah hancur akibat bombardir Israel. Pusat HAM tersebut juga mendokumentasikan penghancuran dan pembakaran ratusan perahu nelayan kecil. Perahu tersebut digunakan oleh nelayan berpenghasilan rendah, termasuk perahu-perahu yang disimpan jauh dari garis pantai.
Baca juga : “Sektor Perikanan Gaza Alami Keruntuhan Total“
Selain menargetkan kapal, IOF juga menghancurkan mesin, ruang penyimpanan milik nelayan, pabrik es, dan bengkel perbaikan kapal. Penghancuran ini membuat sektor tersebut kehilangan infrastruktur dasar untuk beroperasi. Kelompok tersebut mengatakan bahwa skala kerusakan jauh melebihi kapasitas lokal Gaza saat ini untuk rekonstruksi.
Pasukan Israel juga secara efektif telah mendeklarasikan garis pantai Gaza sebagai zona militer tertutup. Para nelayan seringkali menghadapi tembakan langsung jika mereka mendekati laut.
Menurut dokumentasi organisasi tersebut, setidaknya 235 nelayan telah terbunuh, termasuk sekitar 40 orang yang Israel tembak saat sedang bekerja. Puluhan lainnya terluka saat mencoba menangkap ikan dalam jarak 100 meter dari pantai. IOF juga terus menahan nelayan di laut, menyita peralatan dan perahu mereka yang tersisa. Setidaknya 43 nelayan telah Israel tangkap.
Pusat tersebut menyerukan kepada komunitas internasional untuk menekan Israel agar segera menghentikan serangan terhadap nelayan dan menjamin kebebasan mereka untuk bekerja dengan aman di laut. Selain itu, mereka juga mendesak jaksa Pengadilan Kriminal Internasional untuk menyelidiki penghancuran sektor perikanan Gaza sebagai bagian dari kasus yang lebih luas mengenai penggunaan kelaparan sebagai senjata terhadap warga sipil.
Organisasi tersebut selanjutnya menyerukan kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa dan badan-badan bantuan internasional untuk memberikan perlindungan bagi para nelayan dan membentuk dana darurat untuk membangun kembali pelabuhan perikanan dan menyediakan peralatan alternatif guna membantu memulihkan ketahanan pangan minimum di Gaza.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)