Israel pada Selasa (31/10) menyebut Al-Qastal News, yang berbasis di (Al-Quds) Yerusalem, sebagai “organisasi teroris”, melarang kantor media tersebut untuk beroperasi. Dalam sebuah pernyataan, situs berita tersebut menyatakan “kecaman dan penolakan mereka terhadap keputusan Israel, yang merupakan bagian dari kampanye yang menargetkan media Palestina dengan segala cara.”
Al-Qastal menegaskan kembali bahwa mereka adalah “jaringan independen dan berlisensi yang beroperasi sesuai dengan peraturan kerja jurnalistik yang bebas, bukan milik siapa pun, dan tidak berafiliasi dengan pihak mana pun.” Keputusan Israel, tambah mereka, adalah bagian dari upaya penjajah untuk “membungkam media Palestina dan mencegahnya mengungkap kejahatan Israel di Palestina.”
Menentang keputusan tersebut, Al-Qastal berjanji untuk “melanjutkan pekerjaan dan tanggung jawabnya dalam meliput berita-berita Palestina, terutama dari Al-Quds (Yerusalem),” dan menyatakan bahwa mereka “tidak akan dihentikan oleh keputusan tidak adil yang dikeluarkan oleh Israel.”
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








