• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, April 22, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Merebut Susu Formula Bayi di tengah Krisis Kelaparan Anak di Gaza

by Adara Relief International
Juli 4, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel Merebut Susu Formula Bayi di tengah Krisis Kelaparan Anak di Gaza

Bayi prematur dirawat di tengah serangan Israel di Rumah Sakit Nasser karena mereka berisiko mengalami kekurangan obat-obatan, perlengkapan medis, dan susu formula bayi di Khan Yunis, Gaza pada 19 Juni 2025. [Doaa Albaz – Anadolu Agency]

29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pendudukan Israel menggunakan kelaparan sebagai senjata perang setelah merebut kaleng susu formula bayi dari dokter AS dalam perjalanan ke Gaza, menurut sebuah laporan yang diterbitkan pada Rabu (02/07), Anadolu melaporkan. Laporan itu muncul ketika kelompok-kelompok bantuan dan profesional medis menemukan peningkatan kematian anak akibat kekurangan gizi di daerah kantong Palestina yang terkepung.

Pada akhir Juni, seorang dokter Amerika yang bersiap untuk memasuki Gaza dalam misi kemanusiaan telah mengemas susu formula, kain kasa, dan pasokan medis. Akan tetapi, setelah tiba di Jembatan Allenby untuk menyeberang dari Yordania ke Tepi Barat, pasukan Israel menyita susu formula, media Le Monde melaporkan.

“Susu formula bayi disita,” kata ahli bedah Palestina-Jerman Diana Nazzal, yang mengoordinasikan konvoi, kepada harian itu. “Apa penjelasan lain yang ada jika bukan karena kelaparan digunakan sebagai senjata perang dalam genosida yang sedang berlangsung di Gaza?” Nazzal mengatakan dalam sebuah wawancara eksklusif dengan Le Monde.

Petugas kesehatan setempat mengatakan susu formula bayi, terutama jenis khusus untuk bayi prematur atau tidak toleran laktosa, tetap sangat langka di Gaza, sementara malnutrisi yang meluas membuat banyak ibu tidak bisa memberi ASI.

Baca Juga

Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

Koordinator Kegiatan Pemerintah Angkatan Darat Israel di Wilayah (COGAT) mengatakan telah memfasilitasi pengiriman lebih dari 1.000 metrik ton makanan bayi sejak 19 Mei, ketika blokade yang mencekik sedikit meregang. Namun, dokter di lapangan memperingatkan bahwa persediaan masih belum mencukupi. Ahmad al-Farra, kepala pediatri di Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, mengatakan pada bulan Juni bahwa stok formula khusus hampir habis.

Sementara pengiriman terbatas telah tiba dari LSM Rahma yang berbasis di AS, dua bayi meninggal di rumah sakit pada akhir Juni karena kelaparan dan kurangnya perawatan, menurut kantor berita Palestina WAFA. Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan bahwa antara Maret hingga pertengahan Mei, sebanyak 57 anak meninggal karena kekurangan gizi. Peringatan tersebut turut digaungkan oleh WHO.

Akses untuk dokter asing juga telah diperketat. Ahli bedah ortopedi Inggris Graeme Groom mengatakan bahwa pada bulan Mei, dia tidak diizinkan untuk membawa apa pun ke Gaza untuk pertama kalinya dalam dua tahun, termasuk alat bedah kritis. “Saya melihat bayi yang hanya kulit dan tulang,” katanya.

Dokter Amerika Thaer Ahmad, yang telah menghadapi penolakan berulang kali dari COGAT meskipun aplikasinya telah disetujui WHO, mengatakan bahwa pembatasan Israel telah menyebabkan “runtuhnya peringkat lembaga kesehatan dan pendidikan Palestina.”

“Buka suara berarti mengambil risiko tidak bisa kembali ke Gaza,” kata dokter umum Prancis Catherine Le Scolan-Quere. “Tetapi sikap diam berarti membiarkan warga Gaza terbunuh dalam senyap.”

Sumber: https://www.#/20250702-israel-restricts-baby-formula-medical-access-into-gaza-amid-child-hunger-crisis-report/

ShareTweetSendShare
Previous Post

Serangan Udara Pasukan Israel Bunuh Kepala Rumah Sakit Indonesia di Gaza

Next Post

Israel Serang Konvoi Kendaraan yang Mengevakuasi 23 Pasien dan 46 Pendamping dari Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza
Berita Kemanusiaan

Citra Satelit Ungkap Ekspansi Militer Israel di Gaza

by Adara Relief International
April 21, 2026
0
33

Citra satelit terbaru menunjukkan kontras tajam antara mandeknya rekonstruksi sipil dan percepatan pembangunan militer Israel di Jalur Gaza. Ini terjadi...

Read moreDetails
Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

Otoritas Al-Quds Peringatkan Serbuan Pemukim ke Masjid Al-Aqsa

April 21, 2026
20
Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

Malnutrisi dan Anemia Ancam Generasi Anak Gaza

April 21, 2026
14
Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

Rekonstruksi Gaza Butuh Lebih dari 71 Miliar Dolar AS

April 21, 2026
23
Israel Terapkan Aneksasi di Tepi Barat

Israel Terapkan Aneksasi di Tepi Barat

April 21, 2026
14
Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

Sistem Kesehatan Gaza di Ambang Kehancuran

April 20, 2026
17
Next Post
Israel Serang Konvoi Kendaraan yang Mengevakuasi 23 Pasien dan 46 Pendamping dari Gaza

Israel Serang Konvoi Kendaraan yang Mengevakuasi 23 Pasien dan 46 Pendamping dari Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Palestine Situation Report 86

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630