• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Februari 16, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Mengadili Syekh Ekrima Sabri, Sinyal Serangan Menyeluruh terhadap Kepemimpinan Religius di Al-Quds

by Adara Relief International
November 19, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Israel Mengadili Syekh Ekrima Sabri, Sinyal Serangan Menyeluruh terhadap Kepemimpinan Religius di Al-Quds
22
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Otoritas Israel memulai sidang prosedural baru terhadap Syekh Ekrima Sabri, khatib Masjid Al-Aqsa sekaligus Ketua Dewan Islam Tertinggi di Al-Quds (Yerusalem). Tim pembela menilai kasus ini sebagai proses hukum bermotif politik yang bertujuan membungkam salah satu suara religius paling berpengaruh di kota tersebut.

Pengadilan Magistrat Israel di Al-Quds (Yerusalem) membacakan dakwaan yang mencakup tiga tuduhan, yaitu pidato belasungkawa pada 2022 di Kamp Pengungsi Shuafat dan Jenin untuk Udai Tamimi dan Raed Hazem, serta khutbah perpisahan di Al-Aqsa yang mengenang pemimpin Palestina Ismail Haniyah.

Pengacara Sheikh Sabri, Khaled Zabarqa, mengatakan dakwaan tersebut merupakan bagian dari “persekusi politik sistematis.” Sidang ini bersifat teknis, dan tim pembela akan meminta tambahan bukti serta tanggal sidang baru untuk memberikan jawaban resmi. Ia menegaskan bahwa kasus ini melanjutkan upaya Israel membatasi peran tokoh-tokoh Al-Quds (Yerusalem) dan mengurangi pengaruh mereka di ruang publik.

Zabarqa menambahkan bahwa Syekh Sabri selama bertahun-tahun telah menjadi sasaran hukuman, termasuk larangan bepergian, larangan memasuki atau berkhotbah di Al-Aqsa, ancaman pembongkaran bangunan tempat tinggalnya, serta pembatasan komunikasi dengan tokoh Palestina lainnya. Ia juga menyebut adanya kampanye hasutan kelompok sayap kanan ekstrem yang secara terbuka menyerukan pembunuhan Syekh Sabri, namun tidak direspons oleh otoritas Israel.

Sebelum memasuki ruang sidang, Syekh Sabri mengatakan dirinya menerima ancaman pembunuhan. “Mereka berkata, ‘Nasibmu akan seperti Ahmad Yassin’,” ujarnya, sembari menegaskan bahwa kasus ini merupakan upaya membungkam para pembela Al-Aqsa di tengah meningkatnya intervensi Israel untuk mengubah identitas Al-Quds (Yerusalem) di bawah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.

Baca Juga

Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Ia menolak tuduhan Israel yang “memelintir konsep-konsep keagamaan Islam menjadi tafsir politik,” dan menegaskan bahwa pernyataan yang ia sampaikan adalah bagian dari tugas keagamaan yang tidak boleh ditafsirkan sesuai kepentingan politik Israel. Baginya, dakwaan ini tidak memiliki dasar hukum dan hanyalah upaya membungkam suara yang membela Al-Aqsa.

Dewan Ulama dan Para Penceramah Al-Quds (Yerusalem) memperingatkan bahwa persidangan ini merupakan “serangan berbahaya terhadap otoritas keagamaan,” karena menargetkan Sheikh Sabri berarti menargetkan seluruh kepemimpinan religius Palestina. Mereka menyoroti meningkatnya ancaman, termasuk seruan pembunuhan yang eksplisit, dan mengecam diamnya komunitas regional maupun internasional.

Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim Internasional, Dr. Ali al-Qaradaghi, mengecam persidangan tersebut sebagai upaya “mematahkan semangat” seorang tokoh yang selama puluhan tahun menjadi suara kebenaran di Al-Quds (Yerusalem). Jurnalis Khadija Benguena menyebut kasus ini sebagai “upaya historis yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk menghapus identitas religius Al-Quds” dengan menargetkan salah satu ulama paling senior yang telah berkhotbah di Al-Aqsa lebih dari setengah abad.

Proses hukum terhadap Syekh Ekrima Sabri menandai eskalasi serius dalam kebijakan Israel terhadap lembaga keagamaan Palestina. Ini bukan sekadar perkara pengadilan, melainkan upaya menakut-nakuti institusi religius di Yerusalem dan membatasi kebebasan berpendapat.

Di tengah meningkatnya tekanan, Masjid Al-Aqsa tetap menjadi pusat konfrontasi, dan tokoh-tokoh seperti Sheikh Sabri menjadi benteng terakhir dalam mempertahankan identitas Palestina dan Islam di kota suci tersebut. Diamnya dunia terhadap kasus ini dapat membawa konsekuensi jangka panjang bagi kemampuan para ulama dalam melindungi tempat-tempat suci Al-Quds (Yerusalem).

Sumber: Palinfo

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Dua Warga Palestina di Gaza Selatan Dibunuh Tentara Isral meski Gencatan Senjata Berlaku

Next Post

Israel Berusaha Menghapus Garis Keturunan Palestina Melalui Genosida Terencana dan Keruntuhan Kesehatan

Adara Relief International

Related Posts

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida
Berita Kemanusiaan

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

by Adara Relief International
Februari 13, 2026
0
23

Organisasi Tawanan Palestina (PPS) melaporkan pada Kamis (12/02) bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) telah menangkap sekitar 22.000 warga Palestina di...

Read moreDetails
8.000 Jenazah Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan di Gaza

8.000 Jenazah Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan di Gaza

Februari 13, 2026
20
Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Februari 13, 2026
14
Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Februari 13, 2026
16
Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel Meningkat Menjadi 59

Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel Meningkat Menjadi 59

Februari 13, 2026
30
Israel Tangkap Kembali Perempuan Jurnalis Palestina yang Dibebaskan

Israel Tangkap Kembali Perempuan Jurnalis Palestina yang Dibebaskan

Februari 12, 2026
25
Next Post
Israel Berusaha Menghapus Garis Keturunan Palestina Melalui Genosida Terencana dan Keruntuhan Kesehatan

Israel Berusaha Menghapus Garis Keturunan Palestina Melalui Genosida Terencana dan Keruntuhan Kesehatan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630