• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Israel Mendirikan Pos Pemeriksaan “Regavim” di Rafah untuk Mengendalikan Populasi

by Adara Relief International
Februari 3, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hubungan Internasional dan Politik, Hukum dan HAM
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Israel Mendirikan Pos Pemeriksaan “Regavim” di Rafah untuk Mengendalikan Populasi
28
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Israel telah membuka kembali penyeberangan Rafah, perbatasan antara Gaza dengan Mesir, untuk lalu lintas terbatas setelah menutupnya hampir dua tahun. Akan tetapi, sumber medis mengonfirmasi kepada Al Jazeera bahwa hanya lima pasien yang mendapat izin meninggalkan Gaza pada Senin untuk perawatan medis. Ambulans telah menunggu berjam-jam untuk mengangkut pasien melintasi perbatasan, namun penyeberangan baru berlangsung setelah matahari terbenam.

Penyeberangan perbatasan Rafah memang telah dibuka sebagian, namun berbarengan dengan pembatasan tambahan untuk mengontrol pergerakan para pengungsi yang kembali. Tentara Israel telah mendirikan pos pemeriksaan bernama “Regavim” untuk memeriksa orang-orang yang memasuki Gaza dari Mesir. 

Regavim, Ideologi Israel untuk Merebut Tanah Palestina

Saat gelombang pertama manusia melewati gerbang Rafah pada Senin (02/02), dokumen militer resmi Israel memberikan nama yang menunjukkan bahwa fasilitas tersebut tidak lagi berlaku sebagai penyeberangan perbatasan. Akan tetapi, Rafah kini berfungsi sebagai operasi pengendalian populasi.

Dalam pernyataan resmi di situs webnya pada Ahad (01/02), militer Israel mengumumkan istilah “Regavim Inspection Nekez“. Bagi analis Mohannad Mustafa, nama Regavim bukanlah kebetulan. “Dalam bahasa Ibrani, Regavim berarti ‘gumpalan tanah’ atau petak-petak lahan subur,” jelas Mustafa. “Tetapi itu bukan sekadar kata. Itu adalah pemicu bagi ingatan kolektif Zionis tentang penebusan tanah.”

“Menamakan koridor Rafah sebagai Regavim, militer mengirimkan pesan terselubung,” kata Mustafa. “Mereka membingkai kehadiran mereka di Gaza bukan sebagai misi keamanan sementara, tetapi sebagai bentuk ‘merebut kembali tanah air’ yang identik dengan ideologi para pendahulu mereka.”

Baca Juga

Al-Quds Peringatkan Upaya Israel Ubah Realitas Al-Aqsa

Tawanan Gaza Alami Penyiksaan Fisik dan Seksual di Penjara Ramla

Nekez, Cara Israel untuk Menyamakan Warga Gaza dengan Limbah

Analis Ihab Jabareen membawa nama Regavim selangkah lebih jauh. Ia berpendapat bahwa nama tersebut telah berevolusi melampaui makna linguistiknya. Hal tersebut bermaksud untuk menormalisasi kehadiran Israel dalam jangka panjang. Namun, Jabareen mengatakan bahwa penggunaan istilah Nekez dalam pernyataan militer Israel menandakan bahaya yang lebih besar lagi.

“Meskipun Regavim beroperasi sebagai merek politik, Nekez mengungkapkan pola pikir dingin dan rekayasa militer,” kata Jabareen kepada Al Jazeera. “Nekez adalah titik drainase. Ini adalah istilah hidrolik untuk mengelola limbah, air banjir, atau irigasi – bukan untuk memproses manusia.” Jabareen berpendapat bahwa menggambarkan penyeberangan perbatasan manusia sebagai “saluran pembuangan” mencerminkan tiga asumsi mengerikan yang kini menjadi formal dalam doktrin militer:

  1. Dehumanisasi: “Warga Palestina bukan lagi warga negara. Mereka adalah ‘massa cair’ atau ‘arus’ yang harus Israel atur untuk mencegah meluap,” kata Jabareen.
  2. Akhir dari negosiasi: “Anda tidak bernegosiasi dengan saluran pembuangan. Rafah bukan lagi perbatasan politik yang tunduk pada kedaulatan. Ini adalah masalah teknik yang harus Israel kelola.”
  3. Infrastruktur, bukan perbatasan: “Keamanan sekarang dikelola seperti sistem pembuangan limbah – murni teknis, tanpa memperhatikan hak asasi manusia.”

Kedua analis sepakat bahwa adopsi resmi kedua istilah ini menunjukkan realitas yang bukan merupakan penarikan penuh maupun deklarasi terhadap aneksasi. “Ini adalah formula untuk ‘kontrol diam-diam’,” jelas Jabareen. “Israel tidak perlu mendeklarasikan penyelesaian segera untuk mengendalikan wilayah tersebut. Dengan memperlakukan tanah sebagai ‘Regavim’ (tanah yang harus dipertahankan) dan penduduk sebagai ‘Nekez’ (arus yang harus disaring), mereka membangun realitas jangka panjang, menganggap Gaza sebagai ruang yang dikelola, bukan tanah yang merdeka.”

Mustafa setuju: “Nama ‘Regavim’ memberi tahu para pemukim: ‘Kami telah kembali ke tanah ini.’ Dan sebutan resmi ‘Nekez’ memberi tahu aparat keamanan: ‘Kami memiliki kendali untuk menghidupkan atau mematikan arus manusia sesuka hati.’”

Sumber: Al Jazeera

ShareTweetSendShare
Previous Post

Daftar Pelanggaran Israel di Al-Quds (Yerusalem) Sepanjang Januari 2026

Next Post

Israel Merebut Situs Bersejarah Sebastia di Tepi Barat

Adara Relief International

Related Posts

Al-Quds Peringatkan Upaya Israel Ubah Realitas Al-Aqsa
Al-Aqsa

Al-Quds Peringatkan Upaya Israel Ubah Realitas Al-Aqsa

by Adara Relief International
September 15, 2026
0
19

Gubernur Al-Quds memperingatkan upaya kelompok Israel untuk menciptakan realitas keagamaan baru di Al-Aqsa melalui ritual dan doa Yahudi di sekitar...

Read moreDetails
Tawanan Gaza Alami Penyiksaan Fisik dan Seksual di Penjara Ramla

Tawanan Gaza Alami Penyiksaan Fisik dan Seksual di Penjara Ramla

September 15, 2026
10
Kewarganegaraan Pembuat Film NAZA Terancam Dicabut Israel

Kewarganegaraan Pembuat Film NAZA Terancam Dicabut Israel

September 15, 2026
10
Tentara Israel Ungkap Pembunuhan Sistemik Warga Palestina di Gaza

Tentara Israel Ungkap Pembunuhan Sistemik Warga Palestina di Gaza

September 15, 2026
12
Pertanian Gaza Hancur, Produksi Pangan Terancam Berhenti

Pertanian Gaza Hancur, Produksi Pangan Terancam Berhenti

September 15, 2026
10
Krisis Bahan Bakar Ancam Lumpuhkan Rumah Sakit Gaza

Krisis Bahan Bakar Ancam Lumpuhkan Rumah Sakit Gaza

September 15, 2026
11
Next Post
Israel Merebut Situs Bersejarah Sebastia di Tepi Barat

Israel Merebut Situs Bersejarah Sebastia di Tepi Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Bagaimana Al-Qur’an Membangun Cara Pandang Islam terhadap Anak Yatim

    Bagaimana Al-Qur’an Membangun Cara Pandang Islam terhadap Anak Yatim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ribuan Warga Gaza di Zaitun Nikmati Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hafalan yang Terus Tumbuh: Kabar Para Penghafal Palestina dari Lebanon dan Suriah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Karakter Para Pejuang Hijrah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
    • Profil Adara
    • Impact Report
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630