Gerakan Kampanye Nasional untuk Pemulihan Jenazah Para Syuhada dan Pengungkapan Nasib Orang Hilang mengonfirmasi pada Selasa (27/01) bahwa Israel terus menahan jenazah warga Palestina. Gerakan tersebut mendokumentasikan bahwa Israel masih menahan 776 jenazah di pemakaman dan kamar mayat. Angka tersebut mencakup 77 anak di bawah usia 18 tahun dan 10 perempuan.
Dalam pernyataan yang mereka rilis, kampanye tersebut menyoroti bahwa meskipun Israel baru-baru ini mengumumkan penemuan jenazah terakhir tahanan Israel, namun Israel masih menahan ratusan syuhada Palestina dari Gaza. Tindakan Israel tidak berubah meskipun mereka mengonfirmasi bahwa tidak ada lagi tahanan Israel, baik yang masih hidup maupun yang tewas di Jalur Gaza.
Israel menangkap warga Palestina selama genosida yang sedang berlangsung. Namun, tak ada yang mengetahui jumlah pasti dan kondisi para tawanan. Mereka menegaskan bahwa tindakan ini merupakan pelanggaran berat dan sistematis terhadap hukum humaniter internasional, khususnya Konvensi Jenewa. Konvensi tersebut seharusnya melindungi martabat tawanan, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal.
Pernyataan itu selanjutnya mengutuk tentara pendudukan Israel atas tindakan mereka baru-baru ini. Baru-baru ini Israel melakukan penggalian dan penodaan terhadap lebih dari 250 jenazah dari pemakaman di seluruh Jalur Gaza selama operasi militer mereka. Tindakan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hak-hak jenazah dan keluarga mereka. Pernyataan itu menyebutkan bahwa tindakan-tindakan ini tidak memiliki pembenaran hukum atau kemanusiaan dan merupakan kejahatan perang yang menuntut pertanggungjawaban internasional.
Pernyataan itu menekankan bahwa keadilan dan kemanusiaan tidak boleh selektif. Mereka menegaskan bahwa penerapan hak asasi manusia harus berlaku kepada semua orang tanpa diskriminasi. Selain itu, mereka menuntut Israel untuk segera membebaskan semua tawanan Palestina tanpa syarat. Mereka juga menuntut Israel agar menyerahkan semua jenazah Palestina kepada keluarga mereka.
Kampanye tersebut juga mendesak agar organisasi internasional, di bawah pimpinan Komite Internasional Palang Merah, bisa mendapatkan akses ke pusat-pusat penahanan untuk memverifikasi kondisi para tawanan.
Sumber: Wafa







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)