Gaza masih menghadapi serangan Israel, saat warga Palestina merayakan Iduladha meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku sejak Oktober 2025 yang lalu.
Serangan udara Israel menghantam kawasan permukiman di Kota Gaza dan Khan Younis pada Rabu (27/05). Akibatnya, puluhan warga Gaza meninggal, termasuk perempuan dan anak-anak.
Di al-Mawasi, Khan Younis, serangan Israel menghantam tenda pengungsian. Serangan itu membunuh seorang perempuan dan seorang anak perempuan, serta melukai belasan warga Gaza.
Israel juga menggempur bangunan permukiman di Kota Gaza saat malam Iduladha. Media lokal melaporkan sedikitnya 10 warga Gaza terbunuh akibat serangan tersebut.
Sementara itu, Hamas memperingatkan kondisi Gaza semakin memburuk akibat meningkatnya serangan Israel. Mereka menilai gencatan senjata di Gaza terancam runtuh karena pelanggaran yang terus berulang.
Menurut Kantor Media Gaza, Israel telah melanggar kesepakatan gencatan senjata sebanyak lebih dari 3.000 kali. Pelanggaran itu mencakup pengeboman, penembakan, penghancuran rumah, dan pembatasan bantuan kemanusiaan.
Akibat serangan tersebut, lebih dari 900 warga Gaza terbunuh sejak gencatan senjata dimulai. Selain itu, ribuan warga Gaza lainnya mengalami luka-luka.
Israel juga terus membatasi masuknya bantuan penting ke Gaza, seperti akanan, air, obat-obatan, dan bahan bakar.
Hingga kini, serangan Israel di Gaza sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 72.800 warga Palestina. Ribuan korban lainnya masih tertimbun reruntuhan bangunan.








