Pasukan militer Israel melanjutkan pengepungan berskala luas terhadap Kota Al-Khalil (Hebron), Tepi Barat bagian selatan yang diduduki, selama dua hari berturut-turut sejak Jumat (23/10). Operasi militer intensif ini memaksa puluhan keluarga Palestina meninggalkan kediaman mereka setelah militer pendudukan membajak rumah-rumah sipil untuk dijadikan barak serta pos pengamatan militer.
Kantor berita resmi Palestina, WAFA, melaporkan bahwa pasukan Israel menyerbu kawasan Al-Jilda dan Deir Bahha di Al-Khalil. Mereka juga menguasai secara paksa rumah-rumah warga dan mengalihfungsikannya sebagai barak militer. Sementara di titik permukiman lainnya, pasukan Israel mengusir penghuni rumah keluar. Tujuannya adalah agar bangunan dapat mereka gunakan sebagai pos pemantauan menembak.
Baca juga: PBB: Situasi Tepi Barat Tak Terkendali, Kekerasan Pemukim Israel Meningkat
Operasi tersebut melibatkan pengerahan kendaraan militer dan buldoser, penggeledahan rumah, serta penutupan jalan utama yang mengisolasi Al-Khalil dari wilayah sekitarnya. Pasukan Israel juga menahan puluhan warga untuk menjalani interogasi sebelum membebaskan mereka pada Sabtu pagi.
Secara terpisah, pasukan Israel menangkap 19 warga Palestina dalam penggerebekan di Tepi Barat. Penangkapan meliputi dua warga dari kawasan Hindaza dan Kamp Pengungsi Al-Azza di Bethlehem, 16 warga dari wilayah Nablus, serta seorang pemuda dari Kamp Pengungsi Aqabat Jabr di Jericho.
Dampak penutupan jalan juga terasa di sekitar Bethlehem. Menurut WAFA, pasukan Israel memblokir jalan tanah menuju kota Tuqu dan menembakkan gas air mata serta granat kejut ke arah kendaraan Palestina. Akibatnya, warga terpaksa menggunakan jalan alternatif yang tidak beraspal untuk bepergian antarkomunitas.
Sejak Israel melancarkan agresi ke Jalur Gaza pada Oktober 2023, serangan militer dan kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat, termasuk Al-Quds bagian timur, terus meningkat. Tindakan tersebut mencakup pembunuhan dan penangkapan warga Palestina, penghancuran rumah, serta pembakaran masjid dan kendaraan. Selain itu, Israel juga melakukan perusakan lahan pertanian, serta pengusiran komunitas Palestina di tengah ekspansi permukiman Israel.
Sumber: MEMO








