Sembilan petugas polisi Palestina terbunuh dalam serangan Israel yang menargetkan kendaraan mereka saat sedang bertugas di Gaza tengah pada hari Ahad (15/03). Ini merupakan pelanggaran lain terhadap gencatan senjata dan salah satu serangan paling mematikan sejak awal serangan Israel-AS terhadap Iran.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Nasional di Gaza mengonfirmasi “Israel kembali melakukan kejahatan keji, yakni menargetkan kendaraan polisi yang membawa beberapa petugas dan personel di Gaza tengah pada Ahad sore.”
Kementerian menambahkan bahwa Israel menargetkan mereka saat sedang “menjalankan tugas memantau pasar dan menjaga keamanan serta ketertiban umum selama bulan suci Ramadan.”
Serangan tersebut mengakibatkan gugurnya sembilan perwira dan personel:
- Kolonel Iyad Tawfiq Abu Youssef (Direktur Kepolisian Intervensi dan Ketertiban Umum di Kegubernuran Pusat)
- Sersan Satu Abdul Rahman Munir Al-Hamsi
- Sersan Satu Rami Ibrahim Harb
- Sersan Youssef Mohammed Mustafa
- Prajurit Abdullah Hossam Badwan
- Prajurit Wissam Akram Al-Hafi
- Prajurit Fathi Raafat Oweida
- Asisten Musab Ziad Al-Durra
- Asisten Tawfiq Azmi Al-Khalidi
Kementerian tersebut juga mencatat bahwa serangan berulang Israel yang menargetkan fasilitas kepolisian dan menyasar petugas serta personel kepolisian “merupakan kejahatan perang dan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum humaniter internasional. Sebab, fasilitas kepolisian adalah lembaga perlindungan sipil yang dilindungi berdasarkan hukum internasional dan tidak boleh menjadi sasaran.”
Terjadi peningkatan tajam dalam serangan Israel yang menargetkan polisi di Jalur Gaza, meskipun gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober. Israel berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata dengan membunuh ratusan orang dan memblokir masuknya bantuan yang sangat penduduk Gaza butuhkan.
Menurut warga Palestina dan kelompok hak asasi manusia, serangan-serangan tersebut merupakan bagian dari genosida yang terus dilakukan Israel terhadap warga Palestina, karena Israel berupaya membongkar struktur keamanan dan keadilan di wilayah tersebut dengan merusak ketertiban umum dan menyebarkan kekacauan serta rasa tidak aman.
Sumber: QNN








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)