Pasukan Israel membunuh 1.007 anggota komunitas olahraga Gaza sejak 7 Oktober 2023 hingga 12 Februari 2026. Sebuah laporan dari Asosiasi Sepak Bola Palestina mengungkapkan angka tersebut pada Senin (02/03).
Jumlah korban jiwa di antara anggota federasi, klub, dan lembaga pemuda dan kepanduan mencapai 1.007 orang. Dari ribuan korban tersebut, tercatat 962 laki-laki dan 45 perempuan. Kelompok yang terdampak meliputi pemain, pelatih, administrator, wasit, kepala dan anggota dewan direksi, beserta staf yang bekerja di federasi dan lembaga olahraga.
Baca juga : “Menyoal Kedatangan Timnas U-20 Israel ke Indonesia, Benarkah Tidak Ada Kaitannya antara Olahraga dengan Politik?“
Laporan tersebut menunjukkan bahwa Asosiasi Sepak Bola Palestina mencatat jumlah korban tertinggi dengan 565 kematian. Selanjutnya adalah gabungan federasi Olimpiade yang melaporkan 317 kematian, dan Asosiasi Pramuka dan Pandu Palestina dengan 125 kematian.
Jumlah total fasilitas, stadion, aula, dan kantor administrasi yang rusak mencapai 265 fasilitas, dengan rincian sebagai berikut: 184 fasilitas hancur total, dan 81 fasilitas rusak sebagian.
Kerusakan meliputi stadion utama, aula dalam ruangan, markas klub dan lembaga olahraga, lapangan sepak bola resmi, lapangan basket, voli, dan tenis. Kolam renang dan pusat kebugaran, serta satu-satunya lintasan atletik di Jalur Gaza juga mengalami kerusakan. Sementara itu, beberapa stadion utama, termasuk Stadion Yarmouk, Stadion Palestina, dan Stadion Al-Durrah, telah berubah menjadi tempat penampungan bagi para pengungsi.
Lima orang dari dunia olahraga hingga kini masih berstatus hilang, termasuk pemain, pelatih, dan administrator klub olahraga.
Tahun lalu, Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA) melaporkan bahwa sebanyak 785 atlet dan pejabat olahraga Palestina terbunuh akibat serangan Israel di Gaza dan Tepi Barat sejak Oktober 2023. Wakil Ketua PFA, Susan Shalabi, menyatakan bahwa korban mencakup pemain dan staf administratif dari berbagai cabang. Mayoritas terbunuh di Gaza dan 23 orang di Tepi Barat.
Baca juga : “Pelapor PBB Desak Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) usir Israel Demi Olahraga yang ‘Bebas Genosida’“
Sumber: Wafa








