• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Mei 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Inilah Perbedaan Iklim di Gaza Dulu dan Sekarang 

by Adara Relief International
Desember 7, 2022
in Berita Kemanusiaan, Sosial EKonomi
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Inilah Perbedaan Iklim di Gaza Dulu dan Sekarang 
85
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Musim hujan melanda Gaza. Dulu, musim ini adalah musim yang indah. Orang-orang akan iri dengan iklim di Gaza, terlebih ketika hujan dipandang sebagai sumber penghidupan daripada pertanda datangnya bencana. Tapi, semuanya berbeda sekarang–ketika akan turun hujan, keluarga mulai khawatir tentang bagaimana anak-anak mereka akan pergi ke sekolah sebab biasanya hujan akan diiringi dengan banjir. Gambar anak-anak mengarungi jalanan yang terendam banjir setinggi pinggang, kini sudah menjadi pemandangan umum pada musim dingin ini.

Musim hujan tidak selalu seperti ini. 20 tahun yang lalu banjir jarang terjadi di Gaza, meskipun curah hujan dulu jauh lebih deras daripada sekarang. Bedanya, dulu Gaza memiliki infrastruktur, yang sekarang hampir musnah akibat perang dan blokade Israel yang tiada henti. Saat ini, meski hujan hanya beberapa jam, beberapa jalan akan tergenang dan air masuk ke rumah-rumah penduduk.

Dari tahun ke tahun, banjir semakin parah meskipun telah ada daftar panjang pencapaian dari kotamadya Gaza. Tapi tentu saja pemerintah kota tidak memiliki kemewahan untuk benar-benar mengembangkan infrastruktur Gaza karena terlalu sibuk memperbaiki kehancuran akibat serangan Israel. Situasi saat ini harus menjadi peringatan bahwa ada krisis infrastruktur yang terus berkembang di Gaza, yang diperburuk oleh perubahan iklim dan blokade Israel. 

Baca Juga

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

“Sebagian besar tempat yang terkena dampak perubahan iklim adalah tempat dengan infrastruktur yang paling lemah dan paling tidak siap. Orang-orang harus membayar harga untuk perubahan iklim,” kata Dr. Ahmad Hilles, kepala Institut Nasional untuk Lingkungan dan Pembangunan.

Upaya untuk mengatasi peningkatan populasi Gaza terus dicegah dan dipersulit oleh Israel pada setiap kesempatan. Pekerjaan Otoritas Palestina (PA) selama beberapa tahun pada proyek yang bertujuan untuk memasok sumber energi bersih di kamp pengungsi Al-Bureij, misalnya, dilenyapkan ketika Israel mengebom proyek tersebut selama Operasi Guardian of the Walls pada 2021, sebelum proyek tersebut selesai.

Gaza juga tidak memiliki sarana untuk menggunakan kembali air hujan karena runtuhnya infrastruktur yang berkaitan dengan penampungan air hujan dan sumur air. Perubahan iklim yang makin ekstrem juga memperburuk situasi. Gaza sekarang menghadapi situasi berbahaya karena tidak akan mampu menangani bencana iklim yang tak terhindarkan terkait dengan akses air.

“Gaza menghadapi kekurangan air lebih dari 150 juta meter kubik per tahun,” kata Hilles. “Perubahan iklim berdampak pada tingkat hujan, yang merupakan satu-satunya sumber air di Gaza. Kami sekarang menerima 60–70 juta meter kubik per tahun, tetapi masih membutuhkan 250 juta meter kubik. Ini juga berdampak buruk pada reservoir air bawah tanah,” lanjutnya. “Reservoir air semakin rendah 20–25 meter setiap tahun, dan itu menyebabkan bercampurnya air tanah dengan air laut.” Hilles menegaskan bahwa “air bawah tanah yang layak untuk konsumsi manusia harus mencakup pembacaan TDS kurang dari 1000-1500 miligram per liter, tetapi di Gaza mengandung TDS lebih dari 10.000 mg/L.” Semua ini tidak baik. “Ini berarti air bawah tanah menjadi mirip dengan air laut,” jelas Hilles.

Hilles percaya bahwa situasi seperti itu memaksa orang untuk mencari alternatif untuk bertahan hidup, termasuk sumber energi alternatif. Masalahnya adalah bahwa beberapa dari alternatif ini membahayakan nyawa orang-orang ini, dan banyak orang di Gaza telah kehilangan nyawa mereka ketika menggunakan bahan berbahaya untuk menyalakan rumah mereka selama pemadaman listrik di Gaza pada musim dingin.

Pada tahun 2018, Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan bahwa pada 2020, Gaza “tidak dapat ditinggali”. Ramalan itu telah terjadi. Setiap indikator yang menjadi dasar prediksi laporan PBB itu telah berubah menjadi mimpi buruk kemanusiaan. “Hari ini, kami memiliki lebih dari 140 orang yang terkena kanker setiap bulan di Gaza, dan ini adalah akibat langsung dari apa yang kami makan, minum, dan hirup,” kata Hilles. “Satu-satunya cara bagi kami untuk melewati kondisi ini adalah dengan mengakhiri pengepungan Israel,” simpul Hilles.

Sumber:

https://mondoweiss.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: GazaPalestinaUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Penyandang Disabilitas Hadapi Kematian Dini akibat Ketidaksetaraan di Sektor Kesehatan

Next Post

Penyandang Disabilitas Palestina Sebanyak 2% dari Total Penduduk

Adara Relief International

Related Posts

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis
Berita Kemanusiaan

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

by Adara Relief International
Mei 8, 2026
0
17

Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan krisis obat dan perlengkapan medis di Jalur Gaza semakin memburuk. Dalam pernyataan pada Kamis, kementerian menyebut...

Read moreDetails
Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Mei 8, 2026
18
Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Mei 8, 2026
19
Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Mei 8, 2026
14
PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

Mei 8, 2026
21
Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Mei 7, 2026
25
Next Post
Sulitnya Kehidupan Penyandang Disabilitas di Tengah Blokade Gaza

Penyandang Disabilitas Palestina Sebanyak 2% dari Total Penduduk

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630