• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Program Adara for Woman

Hari Amal Internasional: Lembaga Kemanusiaan Palestina Berada di Titik Kritis

by Adara Relief International
September 6, 2022
in Adara for Woman
Reading Time: 8 mins read
0 0
0
Hari Amal Internasional: Lembaga Kemanusiaan Palestina Berada di Titik Kritis
12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pada 5 September, seluruh dunia memperingati Hari Amal Sedunia (World Charity Day). Hari ini merupakan bentuk peringatan ikatan sosial dan tindakan nyata untuk membantu sesama dalam berkontribusi demi menciptakan masyarakat yang lebih baik pada masa mendatang. Kegiatan amal dapat meringankan dampak terburuk dari krisis kemanusiaan, melengkapi layanan publik dalam perawatan kesehatan, pendidikan, perumahan, dan perlindungan anak. Tindakan ini juga dapat membantu kemajuan budaya, ilmu pengetahuan, olahraga, dan perlindungan warisan budaya dan alam. Yang tidak kalah penting, kegiatan amal juga menyeru hak-hak individu yang terpinggirkan atau kurang mampu dan menyebarkan pesan kemanusiaan terutama dalam situasi konflik.

Pada Hari Amal Internasional ini, kita diingatkan kembali bahwa lembaga-lembaga filantropi Palestina sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja, bahkan nyaris mencapai “titik kritis”. Di balik niat mulia untuk membantu penduduk Palestina yang setiap detiknya menderita akibat penjajahan Israel, lembaga-lembaga yang mendukung Palestina ini harus menelan pil pahit berupa penyerangan, tuduhan teroris, bahkan penutupan paksa. Pada Hari Amal Internasional ini, sudah selayaknya kita memberikan bantuan bagi organisasi-organisasi tersebut, dengan berdiri bersama mereka hingga lembaga-lembaga ini dapat kembali bekerja secara normal untuk menjalankan misi kemanusiaan mereka bagi penduduk Palestina.

Defisit UNRWA

unrwa

“Organisasi kami berkomitmen untuk terus menawarkan layanan kepada semua pengungsi Palestina. UNRWA akan tetap menjadi satu-satunya pemasok layanan bagi para pengungsi Palestina di bidang pekerjaan dan bantuan. Tidak akan ada pengurangan misi atau program.”

  • Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini

The United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees (UNRWA) adalah badan bantuan PBB khusus untuk pengungsi Palestina. Berdiri pada 8 Desember 1949 dan mulai beroperasi pada 1 Mei 1950, UNRWA mendapatkan dana dari kontribusi sukarela  negara-negara anggota PBB.

Layanan UNRWA mencakup pendidikan, perawatan kesehatan, bantuan dan layanan sosial, infrastruktur dan peningkatan pengungsian, ​​serta ​​keuangan mikro dan bantuan darurat, termasuk pada saat terjadinya konflik bersenjata. UNRWA memiliki komitmen jangka panjang untuk membantu para pengungsi Palestina, khususnya orang-orang Palestina yang terusir selama periode 1 Juni 1946 hingga 15 Mei 1948, beserta keturunan mereka.

Layanan UNRWA tersedia untuk semua orang Palestina yang tinggal di wilayah operasinya dan terdaftar sebagai pengungsi yang membutuhkan bantuan. Ketika mulai beroperasi pada 1950, UNRWA telah membantu kebutuhan 750.000 pengungsi Palestina yang terusir dari tempat tinggalnya. Hingga saat ini, sebanyak 5,6 juta pengungsi Palestina yang berada di wilayah Yordania, Lebanon, dan Suriah masih mendapatkan bantuan dari UNRWA.

Tahun 2022 menjadi tahun yang sulit bagi UNRWA. Pada Juli 2022, Direktur Otoritas untuk Pertahanan Hak Pengungsi, Ali Huwaidi, mengatakan bahwa Zionis melobi banyak negara untuk berhenti berkontribusi dan memberikan bantuan keuangan kepada UNRWA. “ Zionis telah melakukan kontak intensif dengan negara-negara donor yang berkontribusi pada anggaran UNRWA. Lobi Zionis berhasil mendorong banyak negara donor untuk menghentikan kontribusinya,” terang Huwaidi

Lobi Zionis mempengaruhi cukup banyak negara donor UNRWA hingga mengurangi, bahkan menghentikan total donasi pada 2022 ini. Amerika Serikat telah menghentikan donasinya secara total pada 2018, ketika berada di bawah pemerintahan Presiden Donald Trump. Uni Emirat Arab (UEA) juga secara tajam mengurangi pendanaan terhadap UNRWA pada 2020. Seorang juru bicara UNRWA, Sami Mshasha, mengatakan bahwa UEA menyumbangkan USD 51,8 juta ke UNRWA pada 2018 dan 2019, tetapi pada 2020 hanya memberi bantuan sebesar USD 1 juta, kemudian menghentikan total bantuannya pada Februari 2021. Sementara itu, Inggris memotong lebih dari separuh dananya untuk UNRWA dari GBP 42,5 juta (setara USD 57,2 juta) pada 2020 menjadi GBP 20,8 juta (setara USD 28 juta) pada 2021. Selain itu, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait juga mengurangi kontribusi meskipun tidak menyebutkan rincian jumlah bantuannya.

Baca Juga

Klinik Darurat untuk Anak dan Perempuan Gaza

Pemberdayaan Perempuan: Bantu Perempuan Palestina Bangkit dan Berdaya

Pada Agustus 2022, Juru bicara UNRWA, Adnan Abu Hasna, mengatakan bahwa anggaran umum UNRWA mengalami defisit keuangan sebesar $100 juta. Abu Hasna mengatakan bahwa defisit terus meningkat akibat blokade Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza. Ini juga merupakan dampak dari agresi dan serangan Israel yang terus menerus sehingga meningkatkan jumlah pengangguran. Abu Hasna menekankan bahwa UNRWA telah menghabiskan sekitar 38 persen dari anggarannya untuk Gaza.

Komisaris Jenderal UNRWA, Philippe Lazzarini juga menambahkan bahwa defisit keuangan yang besar tersebut mengakibatkan UNRWA tidak dapat membayarkan gaji karyawannya, termasuk 28.000 guru, petugas kesehatan, perawat, dokter, dan insinyur. Defisit keuangan juga menyebabkan UNRWA kesulitan untuk menyediakan fasilitas pendidikan bagi lebih dari setengah juta anak, menyediakan perawatan kesehatan primer untuk hampir dua juta orang, dan memberikan bantuan tunai darurat kepada para pengungsi termiskin. Lazzarini menekankan, apabila situasi tidak membaik, UNRWA akan berada di “titik kritis” dan kemungkinan hanya bisa bertahan hingga September 2022.

Selama bertahun-tahun, Israel selalu berusaha untuk menghentikan kerja UNRWA dengan berbagai cara. UNRWA terus menerus menjadi target karena merupakan satu-satunya badan PBB yang memiliki mandat khusus untuk mengurus kebutuhan dasar pengungsi Palestina. Jika badan tersebut tidak ada lagi, maka Israel menganggap bahwa masalah pengungsi tidak akan ada lagi, dan hak legal bagi pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah air mereka, menjadi tertutup sepenuhnya.

Penutupan 6 LSM Palestina

lsm

“Mereka mungkin bisa menutup kami, mereka bisa menyita dana kami, mereka juga bisa menangkap kami. Namun, mereka tidak bisa menghentikan keyakinan kami yang teguh dan tak tergoyahkan bahwa penjajahan ini harus dimintai pertanggungjawaban atas kejahatannya.”

  • Direktur Al-Haq, Shawan Jabarin

Pada 22 Oktober 2021, Menteri Pertahanan Israel Benny Gantz, menetapkan enam organisasi Hak Asasi Manusia Palestina sebagai kelompok teroris yang menyalurkan dananya ke kelompok terlarang. Gantz mengatakan bahwa organisasi-organisasi tersebut memiliki hubungan dengan Front Populer untuk Pembebasan Palestina (PFLP), sebuah kelompok yang dilarang oleh Israel.

Enam organisasi yang ditetapkan sebagai teroris oleh Israel, yaitu :

  • Addameer, lembaga sipil non-pemerintah Palestina yang bekerja untuk mendukung tawanan Palestina yang ditawan di penjara Israel dan Palestina.

  • Al-Haq, lembaga yang bertujuan agar masyarakat Palestina menikmati hak dan kebebasan mereka dan untuk menghilangkan pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia di Palestina.

al-haq

  • Defense for Children Palestine (DCIP), organisasi lokal independen yang didedikasikan untuk membela hak-hak anak Palestina yang tinggal di Tepi Barat, termasuk Al-Quds Timur dan Jalur Gaza.

Defense for Children Palestine

  • The Union of Agricultural Work Committees, organisasi pertanian non-pemerintah yang merupakan salah satu lembaga pengembangan pertanian terbesar di Palestina.

The Union of Agricultural Work Committees

  • Bisan Center for Research and Development, organisasi masyarakat sipil non-pemerintah yang bertujuan meningkatkan ketahanan Palestina dan berkontribusi dalam membangun masyarakat sipil demokratis yang efektif.

Bisan Center for Research and Development

  • The Union of Palestinian Women Committees, organisasi yang bertujuan untuk meningkatkan status perempuan Palestina dan memberdayakan perempuan untuk memastikan kesetaraan sejati antara laki-laki dan perempuan dan keadilan sosial untuk semua segmen masyarakat.

The Union of Palestinian Women Committees

Keenam organisasi tersebut merupakan kelompok yang mendokumentasikan pelanggaran Hak Asasi Manusia yang umumnya dilakukan oleh pasukan penjajah Israel terhadap penduduk Palestina. Organisasi-organisasi tersebut merekam jejak kejahatan Israel terhadap para tawanan, petani, perempuan, bahkan terhadap anak-anak Palestina.

Tidak berhenti dengan tuduhan, pada Agustus 2022, Israel melakukan serangan dan penutupan paksa kantor-kantor LSM Palestina. Tepatnya pada 18 Agustus 2022, pasukan Israel menggerebek tujuh kantor kelompok hak masyarakat sipil Palestina di Tepi Barat; Addameer Prisoner Support and Human Rights Association, Al-Haq rights group, the Union of Palestinian Women Committees (UPWC), The Union of Agricultural Work Committees (UAWC), The Bisan Center for Research and Development, The Palestine chapter of the Geneva-based Defence for Children International, dan the Union of Health Work Committees (UHWC). Pintu kantor-kantor tersebut disegel (dilas) untuk menghalangi kelompok hak asasi Palestina mengakses properti mereka.

Shawan Jabarin, Direktur Al-Haq, melaporkan bahwa tentara Israel menyerbu kantor organisasi hak-hak Palestina di Ramallah, dan meninggalkan perintah militer yang menyatakan organisasi itu ilegal. Ia menambahkan bahwa pasukan meledakkan pintu, kemudian memaksa masuk, dan mengacaukan dokumen-dokumen yang berada di sana.

Mazen Rantisi, Kepala Dewan Direksi UHWC, yang mengelola beberapa rumah sakit dan puluhan klinik di seluruh Tepi Barat, juga melaporkan tindakan serupa yang terjadi di kantornya. Ia mengatakan bahwa pasukan Israel menggerebek kantor saat fajar kemudian memaksa masuk dengan mendobrak pintu. Pasukan kemudian mengambil dokumen-dokumen dan komputer kantor, serta merusak seisi kantor. Pasukan pergi setelah menutup pintu dengan logam dan meninggalkan kertas di pintu yang bertuliskan “Organisasi Terlarang” dengan bahasa Ibrani.

Sekitar pukul 05.55 pagi pada 18 Agustus, pasukan Israel juga menggerebek markas DCIP yang terletak di lingkungan Sateh Marhaba Al-Bireh, tepat di sebelah selatan Ramallah. Belasan tentara Israel memaksa membuka pintu depan kantor yang terkunci dan mengeluarkan komputer, mesin fotokopi, printer, dan data klien terkait dengan tawanan anak Palestina yang diwakili oleh pengacara DCIP di pengadilan militer Israel. Rekaman CCTV menunjukkan bahwa pasukan baru keluar dari kantor setelah 45 menit. mereka mengelas pintu masuk dan meninggalkan pemberitahuan yang ditempel di pintu, memerintahkan kantor ditutup dan menyatakan DCIP sebagai organisasi ilegal.

Menanggapi serangan dan penutupan paksa Israel terhadap LSM Palestina, para duta besar dari 17 negara Eropa menegaskan bahwa mereka akan terus mendukung LSM Palestina yang ditutup oleh Otoritas Israel. Para duta besar menegaskan dukungan mereka terhadap  lembaga-lembaga tersebut karena kurangnya bukti yang dapat mengonfirmasi klaim Israel bahwa lembaga tersebut mendukung terorisme. Di antara negara-negara yang menyatakan dukungan mereka yaitu Jerman, Italia, Perancis, Spanyol, Belanda, Belgia, Irlandia, Denmark, dan Swedia.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Josep Borrell, menyebut serangan oleh pasukan Israel terhadap enam LSM Palestina sebagai serangan tanpa alasan yang tidak dapat diterima. “Uni Eropa sangat prihatin dengan serangan terhadap enam organisasi masyarakat sipil Palestina yang terjadi pada 18 Agustus, serta segala tindakan dan konsekuensi yang menyertai, termasuk penangkapan dan interogasi terhadap anggota staf lembaga,” kata Borrell, dalam sebuah pernyataan.

Pada akhirnya, tuduhan Israel terhadap enam organisasi hak asasi manusia Palestina sebagai teroris hanya merupakan keputusan pribadi yang tidak berdasar dan tidak memiliki bukti yang relevan. Hal tersebut hanyalah upaya yang mereka lakukan agar dapat memiliki alasan untuk terus melakukan penjajahan di tanah Palestina, menyiksa para tawanan, menangkap dan melukai perempuan dan anak-anak, serta tindakan-tindakan pembersihan etnis lainnya di tanah Palestina. Sikap Israel juga merupakan bentuk rasa takut mereka yang sebenarnya semakin membuktikan bahwa tindakan keji yang mereka lakukan terhadap penduduk Palestina telah melewati batas.

Sikap Adara

Sebagai lembaga kemanusiaan Indonesia yang peduli nasib anak dan perempuan di berbagai wilayah, Adara Relief International akan terus melakukan gerakan-gerakan kemanusiaan sebagaimana mandat sila kedua pancasila “Kemanusiaan yang adil dan beradab.”

Ketidakadilan yang masih banyak terjadi seperti kesempatan sekolah yang belum merata, kemiskinan atau yang lebih memprihatinkan adalah penjajahan yang sampai saat ini masih terjadi khususnya di Palestina.

Jika hari ini Zionis menggusur rumah dan sekolah, meratakan lahan pertanian dan mencabut pohon-pohon zaitun, juga menyerang dan menutup paksa lembaga-lembaga kemanusiaan Palestina, maka Adara akan terus membersamai penduduk Palestina. Adara akan terus berdiri berjuang bersama lembaga kemanusiaan Palestina dan para penduduknya, hingga keadilan ditegakkan dan Palestina berdiri sebagai negara yang merdeka tanahnya, rakyatnya, dan situs-situs sucinya.

Selamat Hari Amal Sedunia.

Beramallah, karena bisa jadi satu amal kecil kita, dapat mengubah dunia mereka menjadi lebih baik.

 

Salsabila Safitri, S.Hum.

Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan sarjana jurusan Sastra Arab, FIB UI.

 

Sumber:

https://www.un.org/en/observances/charity-day

https://www.unrwa.org/who-we-are

https://www.dci-palestine.org/israeli_forces_raid_and_seal_shut_dcip_office_leaving_official_notice_declaring_organization_unlawful

https://www.aljazeera.com/news/2022/8/18/israel-shuts-down-ngos-kills-palestinian-in-occupied-west-bank

https://www.middleeasteye.net/news/israel-raids-offices-palestinian-civil-society-groups-west-bank

https://www.#/20220719-israel-escalates-political-persecution-of-palestinian-ngos-with-threat-to-attorneys/

https://www.#/20220602-unrwa-committed-to-continue-offering-services-to-palestine-refugees-commissioner-says/

https://www.#/20220625-unrwa-chief-we-might-not-be-able-to-pay-salaries-after-september/

https://www.#/20220815-official-unrwa-suffers-from-100m-financial-deficit/

https://www.#/20220704-zionist-lobbies-succeeded-in-pushing-states-to-stop-funding-unrwa-right-group-says/

https://www.#/20220820-9-european-countries-concerned-about-israel-closing-palestine-ngos/

https://www.#/20220823-17-european-countries-we-will-continue-to-support-palestinian-ngos-closed-by-israel/

 

***

Tetaplah bersama Adara Relief International untuk anak dan perempuan Palestina.

Kunjungi situs resmi Adara Relief International untuk berita terbaru Palestina, artikel terkini, berita penyaluran, kegiatan Adara, dan pilihan program donasi.

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Donasi

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

Tags: ArtikelInternasionalPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Five London Tower Blocks Evacuated Over Cladding Safety Fears

Next Post

Uni Eropa dan UNICEF Bantu Anak Palestina Dapatkan Pendidikan Berkualitas

Adara Relief International

Related Posts

klinik darurat
Adara for Children

Klinik Darurat untuk Anak dan Perempuan Gaza

by Adara Relief International
Juli 2, 2024
0
31

Setiap hari keselamatan anak dan perempuan di Gaza terancam! Hadirkan Klinik Darurat untuk Mereka Penyerangan yang Zionis Israel lancarkan di...

Read moreDetails
pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak

Pemberdayaan Perempuan: Bantu Perempuan Palestina Bangkit dan Berdaya

Januari 26, 2024
50
jaga anak dan perempuan palestina

Ribuan Anak dan Perempuan Menjadi Korban, Mari Jaga Anak dan Perempuan Palestina!

Januari 9, 2024
73
Penuhi Kebutuhan Anak dan Perempuan, Saat Kondisi Pengungsian Semakin Buruk Akibat Agresi

Penuhi Kebutuhan Anak dan Perempuan, Saat Kondisi Pengungsian Semakin Buruk Akibat Agresi

Januari 25, 2024
60
Alat Bantu Dengar untuk Perempuan Tuli Gaza Korban Agresi Israel

Alat Bantu Dengar untuk Perempuan Tuli Gaza Korban Agresi Israel

Maret 21, 2023
17
Walidah, Kehilangan Tangan dan Anak Dalam Gendongan Akibat Gempa Turki

Walidah, Kehilangan Tangan dan Anak Dalam Gendongan Akibat Gempa Turki

Maret 17, 2023
20
Next Post
Uni Eropa dan UNICEF Bantu Anak Palestina Dapatkan Pendidikan Berkualitas

Uni Eropa dan UNICEF Bantu Anak Palestina Dapatkan Pendidikan Berkualitas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630