Agensi Pekerjaan dan Pemulihan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), penyedia bantuan utama di Gaza, kehilangan pendanaan dari negara-negara internasional, yang menyebabkan risiko kelaparan di Gaza semakin meningkat setiap harinya, demikian dilaporkan Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA).
OCHA menekankan bahwa situasi kemanusiaan yang sangat mengerikan sedang dihadapi oleh sekitar 300.000 orang di bagian utara Gaza, yang secara praktis diisolasi oleh Israel dari bantuan kemanusiaan. “Program Pangan Dunia memperingatkan bahwa jumlah bantuan kemanusiaan yang mencapai Kota Gaza di utara tidak cukup untuk mencegah kelaparan,” lanjut UNOCHA. Terakhir kali UNRWA dapat melakukan distribusi makanan di bagian utara wilayah tersebut adalah pada tanggal 23 Januari.
“Negara-negara yang memotong dana untuk UNRWA dapat dikatakan bersalah atas perilaku yang acuh tak acuh terhadap penderitaan orang-orang di Gaza yang sangat membutuhkan makanan, air, dan obat-obatan”, kata Human Rights Watch (HRW).
“Meskipun risiko kelaparan semakin meningkat dan terdapat perintah mengikat oleh Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus genosida, Menteri Luar Negeri Israel malah mengumumkan bahwa dia akan memimpin upaya berani untuk menutup UNRWA”, kata Akshaya Kumar, Direktur Advokasi Krisis HRW.
Dalam surat yang ditujukan kepada Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dan Kepala Urusan Luar negeri Uni Eropa Josep Borrell, HRW mengatakan “adalah tindakan tidak bertanggung jawab untuk menutup badan PBB yang paling mampu menyediakan makanan, air, dan obat-obatan bagi penduduk Gaza, pada saat orang-orang berada di ambang kelaparan.
sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








