• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 27, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan

by Adara Relief International
Januari 26, 2026
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Gaza: Tempat Paling Mematikan Bagi Jurnalis dan Pekerja Kemanusiaan
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ratusan Jurnalis Gugur dalam Dua Tahun Genosida

Gaza adalah tempat paling mematikan di dunia bagi jurnalis dan pekerja kemanusiaan, kata Kepala Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) pada Ahad (25/01). Philippe Lazzarini, Komisaris Jenderal UNRWA, mengatakan lebih dari 230 jurnalis telah terbunuh sejak genosida Israel di Gaza dimulai. Ia menggambarkan jurnalis Palestina sebagai “mata dan telinga kami” dalam mendokumentasikan kekejaman tersebut.

Pernyataan Lazzarini muncul ketika Israel, pada awal Januari, menolak petisi dari Asosiasi Pers Asing (FPA), sebuah organisasi yang mewakili media internasional di Israel dan wilayah Palestina, yang menuntut akses independen bagi jurnalis ke Gaza. Mahkamah Agung Israel mengatakan bahwa mereka harus mempertahankan larangan tersebut karena “alasan keamanan,” meskipun ada gencatan senjata. Sejak Oktober 2023, Israel telah mencegah jurnalis asing memasuki Gaza. Israel hanya mengizinkan segelintir jurnalis masuk dalam kunjungan dengan kontrol ketat bersama pasukan mereka.

Baca Juga

Pasien Kanker di Gaza Terjebak di Antara Genosida dan Blokade

Kehidupan di Tenda Pengungsian Gaza: Antara Penyakit dan Keputusasaan

Lazzarini mengatakan akses para jurnalis adalah “hal mendasar bagi kebebasan media” dan “larangan terhadap jurnalis internasional telah berlangsung terlalu lama.” Menurut Reporters Without Borders, pasukan Israel telah membunuh setidaknya 29 jurnalis Palestina di Gaza dalam setahun hingga Desember 2025.

Pekerja Kemanusiaan di Gaza Terancam Kematian

Lazzarini memperingatkan bahwa isolasi media terhadap Gaza juga memengaruhi keberlangsungan hidup para pekerja kemanusiaan. Menurut laporan terbaru UNRWA, 382 rekan yang terkait dengan operasi kemanusiaannya, termasuk 309 anggota staf, telah meninggal di Gaza sejak awal genosida.

Pada 2024, parlemen Israel mengesahkan undang-undang yang melarang organisasi tersebut beroperasi di Israel dan wilayah Palestina yang diduduki. Langkah ini menimbulkan konsekuensi serius bagi jutaan pengungsi Palestina yang bergantung pada layanan UNRWA. Pasukan Israel juga telah menghancurkan markas besar lembaga tersebut di Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Secara terpisah, Israel pada Desember 2025 juga mengumumkan larangan terhadap 37 LSM kemanusiaan yang beroperasi di Palestina. Israel mengatakan larangan tersebut terjadi karena 37 LSM itu gagal memenuhi “persyaratan pendaftaran.”

Di bawah tekanan dari Israel, Doctors Without Borders (MSF) terpaksa memberikan Israel daftar lengkap staf Palestina dan internasionalnya dalam upaya untuk melanjutkan operasi di Gaza dan Tepi Barat. Keputusan tersebut menimbulkan kekhawatiran tentang keselamatan para pekerja Palestina di organisasi tersebut. Setidaknya Israel telah membunuh 15 staf Palestina dari organisasi tersebut sejak Oktober 2023.

Sumber: Middle East Eye

ShareTweetSendShare
Previous Post

Masjid Ibrahimi: Proyek Yahudisasi dan Penghapusan Paksa Identitas Islam di Seluruh Bagiannya

Next Post

Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Adara Relief International

Related Posts

Pasien Kanker di Gaza Terjebak di Antara Genosida dan Blokade
Berita Kemanusiaan

Pasien Kanker di Gaza Terjebak di Antara Genosida dan Blokade

by Adara Relief International
Januari 26, 2026
0
26

The Guardian telah berbicara dengan puluhan pasien kanker Palestina yang terjebak di Gaza. Para dokter mengatakan kematian terkait kanker telah...

Read moreDetails
Kehidupan di Tenda Pengungsian Gaza: Antara Penyakit dan Keputusasaan

Kehidupan di Tenda Pengungsian Gaza: Antara Penyakit dan Keputusasaan

Januari 26, 2026
19
Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Setelah Dua Tahun Genosida, Satu-satunya Pembangkit Listrik di Gaza Kembali Beroperasi

Januari 26, 2026
18
Tepi Barat Hadapi Krisis Kemanusiaan Terburuk sejak 1967

Tepi Barat Hadapi Krisis Kemanusiaan Terburuk sejak 1967

Januari 26, 2026
18
Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Januari 26, 2026
20
Menteri Israel Setujui Izin Penggunaan Senjata Api untuk 18 Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Menteri Israel Setujui Izin Penggunaan Senjata Api untuk 18 Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 23, 2026
29
Next Post
Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Israel Setuju untuk Membuka Penyeberangan Rafah Secara Terbatas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630