Sebuah foto yang baru bocor menunjukkan dua warga Palestina lanjut usia dalam kondisi terikat dan ditutup matanya. Keduanya terbunuh setelah pasukan Israel menjadikan mereka sebagai tameng manusia di Gaza utara.
Jurnalis Palestina Younis Tirawi mengidentifikasi kedua pria tersebut sebagai Nadi Marouf dan Ali Marouf. Menurut Tirawi, pasukan Israel menculik keduanya dari Beit Lahia pada November 2024.
Tirawi menyebut pasukan dari Batalion ke-92 Brigade Kfir menahan kedua warga Palestina tersebut selama beberapa hari. Mereka kemudian Israel gunakan sebagai tameng manusia sebelum akhirnya Israel bunuh.
Laporan sebelumnya menyebut pasukan Israel melepaskan kedua pria itu di dekat Bundaran Al-Tawam. Keduanya kemudian keluarga mereka temukan dalam kondisi telah terbunuh.
Foto dan kesaksian lain juga menunjukkan dugaan penggunaan warga Palestina untuk memasuki bangunan dan terowongan sebelum tentara Israel. Praktik tersebut bertujuan memeriksa kemungkinan keberadaan bahan peledak atau pejuang.
Pada 2025, militer Israel mengakui sedang menyelidiki sejumlah kasus serupa. Militer Israel juga menyatakan penggunaan warga Palestina sebagai tameng manusia bertentangan dengan perintah mereka.
Sementara itu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam penyelidikan resminya menegaskan bahwa memaksa warga sipil memasuki zona berbahaya demi kepentingan militer merupakan bentuk nyata penggunaan tameng manusia yang jelas melanggar hukum humaniter internasional.
Dugaan pelanggaran juga muncul dalam perlakuan terhadap tawanan Palestina. Dokter Mazen Rantisi, 71 tahun, melaporkan kekerasan dan pengabaian medis yang ia alami selama berada di Penjara Ofer.
Dokter Rantisi menyatakan dirinya tidak pernah menerima obat-obatan rutin untuk penyakitnya, Israel hanya memberikan makanan yang tidak layak, serta harus menyaksikan berbagai serangan berulang terhadap para tawanan lain. Rangkaian temuan ini menambah panjang daftar dugaan pelanggaran HAM berat di tengah krisis kemanusiaan Gaza yang kian memburuk, sementara ribuan jenazah masih tertimbun reruntuhan.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)