Mantan Kepala Dewan Keamanan Nasional Israel, Mayor Jenderal (Purn.) Giora Eiland, menyerukan agar Gaza tetap dibiarkan hancur selama beberapa generasi.
Dalam wawancara dengan radio Israel 103FM, Eiland menyatakan pembangunan kembali Gaza bertentangan dengan kepentingan Israel. Ia bahkan menilai keputusasaan warga Gaza dapat menguntungkan Israel.
“Semakin besar keputusasaan dan kehancuran di Gaza, semakin baik bagi kami,” ujar Mayor Jenderal (Purn.) Giora Eiland. Ia menambahkan bahwa kondisi tersebut harus terus terpelihara sebagai pengingat permanen atas peristiwa 7 Oktober 2023.
Baca juga: “PBB Peringatkan Gaza Terancam Kelaparan, 10 Persen Warga Hampir Memasuki Fase Kelaparan”
Selain menyerukan pembiaran kehancuran wilayah, Eiland mendesak agar militer Israel terus mempertahankan kendali penuh atas wilayah di balik Yellow Line—garis demarkasi yang saat ini berada di bawah pendudukan militer. Menurutnya, wilayah yang berpotensi mencakup sekitar 70 persen dari total keseluruhan Jalur Gaza tersebut sangat vital. Wilayah tersebut berfungsi sebagai zona penyangga keamanan dan tidak boleh diserahkan dalam kondisi apa pun.
Pada kesempatan yang sama, Eiland mengkritik hubungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dengan Presiden AS Donald Trump. Menurutnya, Israel terlalu bergantung pada hubungan pribadi kedua pemimpin tersebut.
Pernyataan kontroversial ini mengemuka di tengah situasi kemanusiaan yang terus memburuk akibat agresi militer yang masih berlangsung. Sejak awal periode gencatan senjata, rangkaian serangan Israel telah membunuh sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 orang lainnya, termasuk korban dari kalangan anak-anak.
Secara kumulatif sejak Oktober 2023, total korban jiwa akibat serangan Israel di Jalur Gaza telah melampaui 73.386 orang tewas dan 174.250 orang mengalami luka-luka. Pandangan yang Eiland suarakan menegaskan bahwa gagasan strategis berbasis kehancuran total wilayah masih menjadi wacana arus utama di kalangan sebagian elite militer Israel.
Sumber: MEE








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)