• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Jumat, Mei 8, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Dokter Gaza Menceritakan Kengerian Agresi Israel: ‘500 Korban dalam 25 Menit’

“Kami telah dilatih untuk menangani maksimal 90 korban per jam,”

by Adara Relief International
September 19, 2024
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM, News
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Dokter Gaza Menceritakan Kengerian Agresi Israel: ‘500 Korban dalam 25 Menit’

Warga Palestina hidup dalam kondisi sulit di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza. (Anadolu Agency)

106
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Di koridor Kompleks Medis Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Gaza, pemandangan mengerikan tergambar. Anak-anak dengan anggota tubuh yang diamputasi duduk diam, sementara keluarga-keluarga terlantar berbaris di lorong-lorong, beberapa dengan infus tergantung di ambang pintu, Anadolu Agency melaporkan.

Dr. Mohammad Ashraf, seorang dokter gawat darurat Palestina di rumah sakit terbesar di Gaza dan pejabat proyek untuk kelompok bantuan medis Turki, Yeryuzu Doktorlari, baru-baru ini kembali dari tugas 45 hari di Al-Shifa.

Sebelum serangan Israel yang terus berlanjut hingga bulan ke-11 di daerah kantong itu, Ashraf telah menghadiri kursus manajemen korban massal dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami telah dilatih untuk menangani maksimal 90 korban per jam,” kenangnya. Namun, realitas perang jauh melampaui persiapan mereka.

“Selama pengeboman Rumah Sakit Baptis Al-Ahli, kami menerima 500 korban dalam 25 menit di Rumah Sakit Al-Shifa,” kata Ashraf.

Pasien yang membludak membuat fasilitas itu kewalahan akibat kekurangan peralatan, listrik, bahan bakar untuk generator, dan kebutuhan pokok lainnya.

Apakah Kamu Membawa Kami ke Neraka?

Ketika pengeboman Israel meningkat, rumah sakit telah melampaui fungsinya sebagai fasilitas medis, sebab RS juga difungsikan sebagai tempat perlindungan bagi para pengungsi.

Ashraf menuturkan, saat merawat pasien yang mengalami pendarahan hebat, ia mengetahui bahwa pasien tersebut merupakan korban serangan di gedung bersalin rumah sakit, tempat keluarga dokter tersebut mencari perlindungan.

Ketika dia membuka pintu bangsal bersalin, dia mendapati ibunya, saudara perempuannya, dan anak-anaknya tertutup debu, tetapi masih hidup. Mereka berteriak kepadanya, “Apakah kamu membawa kami ke neraka?”

Beberapa bulan kemudian, suasana di Rumah Sakit Al-Shifa masih penuh sesak. Para korban luka dan pengungsi memenuhi setiap ruang yang tersedia — lorong, kamar, dan halaman. Dengan sumber daya yang terbatas, pasien, keluarga pengungsi, dan staf medis berbagi sedikit makanan dan air yang mereka miliki.

Apakah Saya di Surga?

Ketika tentara Israel mengumumkan serangan darat di Khan Yunis selatan pada akhir Juli, para dokter segera meminta sumbangan darah melalui aplikasi WhatsApp. Responsnya adalah ratusan orang mempertaruhkan nyawa mereka untuk menyumbang di rumah sakit di tengah pengeboman hebat dan jalanan yang sepi.

Korban jiwa akibat krisis ini sangat mengejutkan, terutama anak-anak. Ashraf menceritakan pertemuan yang memilukan dengan seorang gadis berusia sembilan tahun yang penuh luka akibat pecahan peluru. “Apakah saya di surga?” tanyanya. “Ibu saya mengatakan kepada saya bahwa ketika kita dibom, kita akan masuk surga.” Gadis itu meninggal beberapa jam kemudian.

Laporan tersebut menggarisbawahi banyaknya warga sipil yang menjadi korban. “Apakah Anda percaya bahwa anak perempuan berusia sembilan tahun ini bukanlah seorang warga sipil?” tanya Ashraf retoris.

Tindakan Putus Asa

Baca Juga

Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

UNRWA Peringatkan Memburuknya Wabah Penyakit Kulit di Gaza

Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) telah menyoroti kondisi kehidupan yang mengerikan di Gaza.

“Keluarga-keluarga di Gaza hidup dalam kondisi yang tidak manusiawi, dengan akses yang sangat minim terhadap air dan sanitasi yang mengakibatkan meningkatnya infeksi dan penyakit kulit,” demikian laporan Badan tersebut, yang menekankan kebutuhan mendesak akan akses kemanusiaan yang lebih besar untuk mendatangkan bahan bakar untuk air bersih dan perlengkapan kebersihan, termasuk sabun.

Kekurangan pasokan medis telah memaksa penyedia layanan kesehatan untuk mengambil tindakan darurat. Dengan banyaknya apotek di seluruh wilayah yang kehabisan obat-obatan, banyak dokter terpaksa melakukan tindakan seperti menyarankan pasien untuk menggunakan air laut untuk pengobatan.

Kurangnya kebersihan dan perlengkapan medis, seperti vaksin penting, juga telah menyebabkan munculnya kembali penyakit menular yang parah, seperti polio, yang sebagian besar menyerang anak-anak.

Setelah kekhawatiran global atas ancaman polio di Gaza, kampanye vaksinasi darurat dilakukan pada awal bulan ini, meskipun Israel terus melakukan serangan. Dalam program tiga tahap tersebut, lebih dari 560.000 anak berusia di bawah 10 tahun divaksinasi, menurut angka WHO.

Sumber:
https://www.aa.com.tr

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Ziad Mohammed al-Dalou, Dokter Ketiga yang Meninggal di Penjara Israel selama Agresi Gaza

Next Post

11.000 Pelajar Palestina Terbunuh sejak 7 Oktober

Adara Relief International

Related Posts

Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat
Berita Kemanusiaan

Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

by Adara Relief International
Mei 7, 2026
0
25

Pasukan Israel menangkap sedikitnya 17 warga Palestina, termasuk dua perempuan dan seorang anak, serta menghancurkan sebuah rumah di Tepi Barat...

Read moreDetails
UNRWA Peringatkan Memburuknya Wabah Penyakit Kulit di Gaza

UNRWA Peringatkan Memburuknya Wabah Penyakit Kulit di Gaza

Mei 7, 2026
18
Syekh Sabri Peringatkan Eskalasi Berbahaya di Al-Aqsa

Syekh Sabri Peringatkan Eskalasi Berbahaya di Al-Aqsa

Mei 7, 2026
19
Israel diperintahkan membebaskan dua aktivis Global Sumud tanpa syarat

Israel Diperintahkan Membebaskan Dua Aktivis Global Sumud Tanpa Syarat

Mei 7, 2026
22
Israel Perintahkan Pembongkaran Fasilitas Palestina di Al-Quds Bagian Timur

Israel Perintahkan Pembongkaran Fasilitas Palestina di Al-Quds Bagian Timur

Mei 7, 2026
21
Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat

Uskup Ortodoks: Serangan terhadap Kristen di Al-Quds Meningkat

Mei 6, 2026
21
Next Post
11.000 Pelajar Palestina Terbunuh sejak 7 Oktober

11.000 Pelajar Palestina Terbunuh sejak 7 Oktober

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630