• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Buya Hamka Berbicara tentang Baitul Maqdis (Bagian III)

by Adara Relief International
Agustus 11, 2024
in Artikel, Biografi, Jelajah, Sorotan
Reading Time: 6 mins read
0 0
0
Buya Hamka Berbicara tentang Baitul Maqdis (Bagian III)
121
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Baitul Maqdis dan Palestina menjadi bagian dari hal yang dipikirkan secara mendalam oleh Buya Hamka, sebagaimana telah disampaikan sebelumnya dalam bagian I dan II serial “Buya Hamka berbicara tentang Baitul Maqdis”. Sementara itu, bagian ketiga dari serial ini akan membahas pandangan Buya Hamka mengenai Baitul Maqdis sebagai tanah para nabi, bagian dari Bilad al-Sham atau Greater Syiria yang strategis secara geografis, dan kemudian dipecah-pecah menjadi beberapa negara.

Ketujuh, Buya Hamka menjelaskan bahwa negeri Syam adalah kawasan yang sekarang meliputi empat negara yaitu Palestina, Yordania, Lebanon, dan Suriah serta disebut sebagai tanah yang diberkahi oleh Allah Swt. Menukil dari kitab Mahasinut Ta’wil karya Syaikh Jamaluddin al-Qasimi (1283–1332 H/1866–1914 M), Bumi Syam itu diberkati karena dari sana Allah banyak mengutus nabi-nabi. Dari sana pula diturunkan syariat-syariat Ilahi yang akan membawa kebahagiaan di dunia dan akhirat. Tanahnya yang subur melahirkan berbagai jenis buah, sehingga masyarakatnya dapat hidup berkecukupan; kemewahan mudah di dapat, dan ketika miskin, maka tidak akan sampai melarat.

Allah berfirman dalam surah Al-Anbiya’ ayat 71,

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.”

Buya Hamka menafsirkan, “Oleh karena tidak tersebut di dalam ayat daerah mana yang dimaksud Tuhan dengan bumi yang diberi berkat itu, maka ada yang mengatakan yang dimaksud ialah tanah Irak yang diberkati oleh mengalirnya dua sungai besar Furat dan Dajlah (Tigris). Ada pula yang mengatakan tanah Mesir yang diberkati dengan mengalirnya sungai Nil. Kebanyakan ahli tafsir menyebutkan negeri Syam, yaitu daerah yang disebut juga Mesopotamia. Di zaman sekarang daerah Syam menjadi negara-negara Suriah yang berpusat di Damaskus, Libanon yang berpusat di Beirut, Jordania yang berpusat di Oman dan seluruh Palestina. Sampai kepada masa kekuasaan Turki Usmani semuanya itu masih bernama wilayah Syam, yang diperintah oleh Wali Negeri (Gubernur). Syaikh Jamaluddin al-Qasimi (1283–1332 H/1866–1914 M) di dalam tafsir beliau Mahasinut Ta’wil menguatkan juga bahwa yang dimaksud dengan bumi yang diberkati itu ialah Syam. Kata beliau: ‘Bumi Syam itu diberkati karena dari sanalah Nabi-nabi banyak dibangkitkan, dari sana diturunkan syariat-syariat Ilahi yang akan membawa bahagia dunia akhirat. Dan di sana pula banyak nikmat Tuhan. Karena subur tanahnya, banyak ragam buah-buahannya, yang membuat mewah hidup orang kaya dan tidak amat melarat bagi yang miskin.’ Dan kata beliau selanjutnya: ‘Ibrahim tinggal di Palestina, dan Luth tinggal di Sadum.’ Kebetulan Syaikh Jamaluddin al-Qasimi adalah orang Syam pula!”[15]

Kedelapan, Buya Hamka menjelaskan dalam tafsirnya bahwa Palestina merupakan wilayah kekuasaan Nabi Sulaiman. Allah tundukkan bagi Nabi Sulaiman angin yang berembus sangat kencang yang berjalan sesuai perintahnya menuju tanah Syam yang diberkahi Allah Swt, sebagaimana terdapat dalam surah Al-Anbiya Ayat 81.

وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَٰلِمِينَ

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.”

Buya Hamka menafsirkan, “Maka memperhatikan apa yang dilihat dengan mata kepala sendiri itu, dan dengan memohon ampun kepada Allah, mungkin dapat kita tafsirkan bahwa angin yang bertiup keras jadi ashifah mengisap air laut itu, dengan mukjizat yang dianugerahkan Allah kepada Nabi Sulaiman, angin berpusat membawa hujan itu diperintahkannya supaya jatuh ke bumi yang diberi berkat oleh Allah, yang menurut keterangan dari ahli-ahli tafsir ialah bumi Syam yang melingkungi negeri-negeri yang sekarang dinamai Suriah, Lebanon, Jordania, dan Palestina yang disebut juga Mesopotamia. Di dalam sejarah-sejarah lama disebutkan wilayah kerajaan Nabi Sulaiman itu amat luas. Meliputi Laut Merah dan Laut Tengah sekarang. Kapal-kapalnya bersilang siur sampai ke Samudera Hindia.”[16]

Kesembilan, Palestina adalah tanah subur yang diberkahi Allah Swt, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-A’raf ayat 137,

وَأَوْرَثْنَا ٱلْقَوْمَ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَٰرِقَ ٱلْأَرْضِ وَمَغَٰرِبَهَا ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُوا۟ ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُۥ وَمَا كَانُوا۟ يَعْرِشُونَ

Baca Juga

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah dibangun mereka.”

Buya Hamka menafsirkan, “Dengan secara selayang pandang, di dalam ayat Allah membayangkan bahwa kaum yang selama ini tertindas itu telah berubah nasib mereka. Mereka telah diberi waris bumi. Kata sebagian ahli tafsir, bumi bagian Timur dan bagian Barat itu ialah negeri Syam dan ada juga yang memasukkan Palestina dalam rangkaian itu. Tanah itulah tanah subur yang diberi berkat, yang di dalam beberapa ayat yang lain, baik mengenai perpindahan Nabi Ibrahim dan Nabi Luth dahulu dari Ur Kaldan, atau tempat berdirinya Kerajaan Nabi Sulaiman di belakang Musa kemudian disebut juga bahwa negeri yang diberkati itu ialah negeri Syam, karena tanahnya yang subur, penuh susu dan madu. Kita katakan tadi bahwa ayat telah menerangkah secara selayang pandang, karena pada riwayat-riwayat selanjutnya, buat mencapai tanah yang subur itu, tidak pulalah Bani Israil segera disampaikan ke sana, malahan melalui berbagai perjuangan pula. Empat puluh tahun terhenti di padang Tih, sehingga angkatan lama telah habis mati, datang angkatan baru, turun-temurun, sampai Daud dan Sulaiman dapat mendirikan Kerajaan Bani Israil yang megah.”[17]

Kesepuluh, Buya Hamka menjelaskan dalam tafsirnya bahwa Palestina adalah negeri para Nabi. Banyak para Nabi yang lahir, hidup dan dimakamkan di sana, seperti Nabi Ibrahim, Nabi Ishaq, Nabi Musa, Nabi Daud, Nabi Sulaiman, dan lainnya. Beliau juga menjelaskan terpecah-belahnya Bani Israil sepeninggal Nabi Musa, dan setelah wafatnya Nabi Sulaiman. Keturunan Ya’qub (Bani Israil) terpecah menjadi dua golongan besar. Allah berfirman dalam Surat Yunus ayat 93,

وَلَقَدْ بَوَّأْنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ مُبَوَّأَ صِدْقٍ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ فَمَا ٱخْتَلَفُوا۟ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُوا۟ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah datang kepada mereka pengetahuan (yang tersebut dalam Taurat). Sesungguhnya Tuhan kamu akan memutuskan antara mereka di hari kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu.”

Buya Hamka menafsirkan, “Dan setelah mereka masuk ke Palestina, subur makmurlah keadaan mereka, sehingga dapat menaklukkan bangsa-bangsa yang berada di sekeliling dan sampai mendirikan kerajaan, sejak Thaluth, sampai kepada Daud, sampai kepada Sulaiman. Tanah Palestina yang terkenal dengan nama Ardhin Mubarakatin negeri yang diberi berkat oleh Tuhan, yang di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama disebutkan suatu negeri yang penuh dengan susu dan madu. Susu melambangkan berkembang biaknya ternak. Madu melambangkan suburnya tanah dan tumbuh-tumbuhan, sehingga lebah bisa bersarang dan memberikan manisan.

Namun, semakin lama, setelah hidup yang subur dan berganti-ganti Rasul Allah yang datang, pamor mereka merosot turun, yang telah diingatkan sendiri oleh Nabi Musa di kala beliau masih hidup: ‘Maka tidaklah mereka berselisihan, sehingga datang kepada mereka pengetahuan.’ Dahulu mereka kuat karena mereka bersatu-padu, tetapi kemudian mereka telah berpecah-belah, sehingga mereka jatuh, sampai bangsa-bangsa lain datang menaklukkan mereka. Sampai bangsa Mesir sendiri bangun kembali dengan Fir’aun lain, pernah menaklukkan negeri mereka. Kerajaan Bani Israil sesudah Sulaiman sampai terbelah dua. Bangsa Babil dan bangsa Persia pernah menjajah mereka. Rumah Suci (Haikal) Sulaiman pernah diruntuhkan oleh Raja Nebukadnezar dari Babil, dan hampir satu abad tertawan jadi budak di sana.

Tiga abad sebelum Nabi Isa Almasih diutus Tuhan, pernah mereka dijajah oleh Iskandar Macedonia. Setelah kerajaan Yunani jatuh, dan bangsa Romawi naik, jatuh pulalah mereka ke bawah jajahan Romawi. Sebabnya ialah perselisihan sesama sendiri, mereka musuhi. Nabi Isa Almasih datang membawa peringatan, Almasih mereka tuduh hendak mengubah-ubah ajaran agama mereka. Akhirnya mereka terpecah-belah, terusir, dan terpencar-pencar ke seluruh pelosok dunia.

Seketika Nabi Muhammad Saw. datang membawa pengetahuan, beberapa kelompok dari mereka berada di Tanah Hejaz, baik di Madinah atau di Khaibar. Datang ajaran Muhammad Saw. itu pun mereka tolak dan mereka tentang. Maka jatuhlah pamor Bani Israil, dari abad menempuh abad, sebab setelah ilmu pengetahuan datang, sebagai sambungan dari ajaran Musa dan Harun, mereka tolak. Sebahagian kecil saja yang menerima; adapun sebahagian besar menolak dan berselisih pula dalam penolakan itu.”[18]

Dengan demikian, Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka menunjukkan kedalaman ilmu dan kepedulian Hamka terhadap urusan umat Islam yang berada di negara Palestina, sehingga tidak mengherankan, di dalam dakwahnya, baik berupa tulisan maupun lisan, ceramah, pidato, atau khutbah selalu menekankan tentang pentingnya memahami sejarah panjang penjajahan Palestina hingga saat ini, serta mengingatkan umat untuk peduli terhadap urusan rakyat Palestina yang menjaga Masjid Al-Aqsa dan mempertahankan tanah air mereka di Palestina. Ditambah lagi, Buya Hamka hidup sebelum dan semasa perlawanan bangsa Palestina terhadap penjajahan Zionis Israel.

Semoga rekam jejak kehidupan dan karya-karya Buya Hamka dapat memberikan inspirasi untuk umat Islam agar bersatu dalam memperjuangkan kemerdekaan rakyat Palestina.

 

Fatmah Ayudhia Amani, S. Ag.

Penulis merupakan Relawan Departemen Penelitian dan Pengembangan Adara Relief International yang mengkaji tentang realita ekonomi, sosial, politik, dan hukum yang terjadi di Palestina, khususnya tentang anak dan perempuan. Ia merupakan lulusan Diploma in Islamic Early Childhood Education, International Islamic College Malaysia dan S1 Tafsir dan Ulumul Qur’an, STIU Dirosat Islamiyah Al Hikmah, Jakarta.

Referensi:

HAMKA, Prof. Dr. Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. 1990. Tafsir Al-Azhar Juzu’ 17 Jilid 6. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd.

HAMKA, Prof. Dr. Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. 1990. Tafsir Al-Azhar Juzu’ 9 Jilid 4. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd.

HAMKA, Prof. Dr. Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. 1990. Tafsir Al-Azhar Juzu’ 9 Jilid 5. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd.

  1. HAMKA, Prof. Dr. Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. 1990. Tafsir Al-Azhar Juzu’ 17 Jilid 6. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd. Hlm. 4599–4600. ↑
  2. HAMKA, Prof. Dr. Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. 1990. Tafsir Al-Azhar Juzu’ 17 Jilid 6. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd. Hlm. 4618. ↑
  3. HAMKA, Prof. Dr. Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. 1990. Tafsir Al-Azhar Juzu’ 9 Jilid 4. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd. Hlm. 2488. ↑
  4. HAMKA, Prof. Dr. Haji Abdul Malik Abdul Karim Amrullah. 1990. Tafsir Al-Azhar Juzu’ 9 Jilid 5. Singapura: Pustaka Nasional Pte Ltd. Hlm. 3391–3392. ↑

Tags: ArtikelHubungan Indonesia - PalestinaPalestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Buya Hamka Berbicara tentang Baitul Maqdis (Bagian II)

Next Post

Pidato Presiden RI Ke-2 Soeharto tentang Dukungan untuk Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
21

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
22
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
87
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Presiden RI Ke-2, Soeharto, bertemu dengan Yasser Arafat.

Pidato Presiden RI Ke-2 Soeharto tentang Dukungan untuk Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630