• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Sabtu, Mei 9, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Blokade Gaza Pisahkan Ibu Palestina dari Bayi Mereka

by Adara Relief International
November 21, 2022
in Berita Kemanusiaan, Perempuan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Blokade Gaza Pisahkan Ibu Palestina dari Bayi Mereka
16
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Tujuh bulan setelah kehamilannya, Yasmeen Ghanem diberitahu bahwa dia harus melahirkan secara prematur. Perempuan Palestina berusia 28 tahun itu kemudian bergegas membuat pengaturan untuk melakukan perjalanan ke Al-Quds (Yerusalem) dari kampung halamannya di Gaza, yang infrastruktur medisnya telah terkena dampak buruk blokade dan pengeboman Israel selama bertahun-tahun.

Seminggu kemudian, dia melahirkan seorang bayi perempuan, Sophie, yang beratnya kurang dari 800 gram dan membutuhkan perawatan medis lebih lanjut di rumah sakit al-Makassed di Al-Quds (Yerusalem) Timur. Ghanem, bagaimanapun, dipaksa kembali ke Gaza oleh otoritas Israel, sesuai dengan persyaratan izin yang tidak memungkinkannya untuk tetap tinggal di Al-Quds setelah keluar dari rumah sakit.

Sophie adalah satu dari puluhan ribu anak Palestina yang, sejak 2007, telah dipisahkan dari orang tuanya saat dirawat di luar Jalur Gaza yang diblokade. Di bawah blokade Israel, warga Palestina yang ingin melewati Gaza melalui Penyeberangan Beit Hanoun (Erez) untuk mencapai Tepi Barat atau “Israel” perlu mendapatkan izin keluar dari tentara Israel. Izin semacam itu hanya diberikan kepada orang-orang yang termasuk dalam kategori sangat terbatas–termasuk kasus medis dan kemanusiaan yang kritis, staf organisasi internasional, atau siswa dengan beasiswa ke luar negeri.

Dalam hampir separuh kasus mengenai pasien “kecil”, tentara Israel menolak atau menunda memberikan izin kepada orang tua, membiarkan anak yang sakit hanya ditemani oleh kerabat lainnya. Ketika Ghanem kembali ke Gaza, gejala depresinya meningkat, menurut psikiaternya. “Ini bukan hubungan yang saya inginkan dengan bayi saya. Dia tumbuh sendirian di tempat yang bahkan tidak bisa saya jangkau,” kata Ghanem . “Fakta bahwa ada beberapa ratus meter dan tiga pos pemeriksaan antara saya dan putri saya terus membunuh saya setiap detik,” tambahnya. Tanpa pos pemeriksaan Israel, Jalur Gaza hanya berjarak kurang dari satu jam dengan berkendara dari Al-Quds.

Seminggu setelah kepulangannya, Ghanem meminta LSM Dokter untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Tel Aviv agar mengajukan permintaan atas namanya untuk mendapatkan izin baru. Kelompok tersebut, yang menangani kasus serupa dengan warga Palestina di Gaza, mendapatkan izin satu bulan untuk Ghanem yang memungkinkannya pergi ke rumah sakit tetapi tidak boleh mengunjungi tempat lain di kota itu. Sepuluh hari kemudian, Ghanem dipertemukan kembali dengan putrinya, Sophie, sementara ayahnya, Muhammad, hanya dapat mengenali bayinya melalui foto karena adanya pembatasan perizinan.

Di Rumah Sakit al-Makassed, salah satu fasilitas medis terkemuka untuk warga Palestina di kota yang diduduki, terdapat 12 bayi prematur tanpa pendamping. Ini adalah “situasi yang menyedihkan”, kata Kepala Departemen Neonatologi al-Makassed, Dr Hatem Khamash. Pemisahan anak-anak dari orang tua mereka pada tahap awal ini meninggalkan konsekuensi negatif pada kesejahteraan fisik dan psikologis bayi, tambahnya. “Bayi-bayi ini menolak ASI ibunya karena kurangnya keterikatan secara fisik, yang sangat penting untuk perkembangan emosional mereka.” 

“Saya selalu mendengar bahwa Gaza adalah penjara terbuka terbesar di dunia, tetapi saya tidak benar-benar mengerti apa artinya sampai saya tidak dapat melihat bayi saya yang hanya berjarak puluhan kilometer,” kata Yasmeen Ghanem. Pengalaman itu telah mengubah caranya, sebagai ibu baru, dalam memandang penjajahan Israel selama 55 tahun. “Saya selalu takut dibunuh atau salah satu orang yang saya cintai terbunuh dalam ledakan. Tapi, saya tidak pernah berpikir saya tidak akan bisa tinggal bersama putri saya bahkan ketika dia masih hidup. Saya sangat putus asa dan tidak sabar untuk memeluknya kembali.”

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

Baca Juga

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

Tags: PalestinaPerempuanUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Tawan Lebih dari 50.000 Anak Palestina Sejak 1967

Next Post

195 Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa 

Adara Relief International

Related Posts

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis
Berita Kemanusiaan

Kementerian Gaza Peringatkan Krisis Parah Pasokan Medis

by Adara Relief International
Mei 8, 2026
0
15

Kementerian Kesehatan Gaza memperingatkan krisis obat dan perlengkapan medis di Jalur Gaza semakin memburuk. Dalam pernyataan pada Kamis, kementerian menyebut...

Read moreDetails
Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Pemukim dan Rabi Glick Nodai Masjid Al-Aqsa

Mei 8, 2026
15
Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Israel Rencanakan Pusat Warisan Yahudi di Al-Quds (Yerusalem)

Mei 8, 2026
18
Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Sejumlah Pelajar Palestina Sesak Napas saat Serbuan Israel

Mei 8, 2026
14
PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

PBB: Wabah PMK Meningkat di Tepi Barat

Mei 8, 2026
19
Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Tentara Israel Tangkap 17 Warga Palestina di Tepi Barat

Mei 7, 2026
25
Next Post
Hari Kedua Tahun Baru Ibrani, Pasukan Zionis Serbu Masjid Al-Aqsa

195 Pemukim Israel Serbu Masjid Al-Aqsa 

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Pos pemeriksaan di Tepi Barat (PCHR)

    Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630