• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Minggu, Februari 15, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Bayi Baru Lahir Meninggal Akibat Kedinginan di Gaza, Israel Terus Blokir Masuknya Bantuan

by Adara Relief International
Desember 19, 2025
in Berita Kemanusiaan
Reading Time: 2 mins read
0 0
0
Bayi Baru Lahir Meninggal Akibat Kedinginan di Gaza, Israel Terus Blokir Masuknya Bantuan
20
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Seorang bayi baru lahir di Gaza meninggal dunia akibat cuaca dingin ekstrem di tengah kondisi musim dingin yang semakin parah dan krisis kemanusiaan yang terus memburuk akibat blokade Israel. Kementerian Kesehatan Gaza pada Selasa mengumumkan kematian Mohammed Khalil Abu al-Khair, bayi berusia dua pekan, yang meninggal akibat penurunan suhu tubuh secara drastis karena hawa dingin.

Bayi tersebut sempat dirawat di unit perawatan intensif selama dua hari setelah dibawa ke rumah sakit, namun meninggal dunia pada Senin meski telah mendapat penanganan medis. Sebelumnya, pada Kamis pekan lalu, seorang bayi lainnya, Rahaf Abu Jazar, juga dilaporkan meninggal dunia di Khan Younis akibat paparan dingin setelah air hujan menggenangi tenda keluarganya.

Hujan deras yang disertai suhu rendah telah membanjiri ribuan tenda pengungsian, terutama di wilayah-wilayah dataran rendah Gaza. Ribuan keluarga kini hidup tanpa perlindungan memadai, pemanas, maupun tempat tinggal yang layak. Sejak beberapa hari terakhir, tenda-tenda pengungsi berubah menjadi genangan air, menghancurkan kasur, pakaian, dan persediaan makanan, serta membuat ratusan keluarga terpapar dingin ekstrem.

Direktur Jenderal Kementerian Kesehatan Gaza, Munir al-Boursh, sebelumnya memperingatkan meningkatnya angka kematian di kalangan bayi, lansia, dan orang sakit akibat paparan dingin di dalam tenda-tenda yang terendam air. Ia menegaskan bahwa kelembapan dan genangan air di tempat pengungsian memungkinkan penyebaran penyakit pernapasan, sementara banyak warga tidak dapat mengakses layanan kesehatan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan bahwa Israel terus menghambat masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza meskipun kondisi musim dingin semakin ekstrem. Wakil Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB, Farhan Haq, memperingatkan meningkatnya risiko hipotermia pada bayi baru lahir dan potensi kematian akibat membeku.

Haq menjelaskan bahwa tim PBB dan mitra kemanusiaan berupaya menyalurkan bantuan kepada keluarga Palestina yang paling rentan, termasuk distribusi paket khusus untuk mencegah pembekuan. Namun, ia menegaskan bahwa kebutuhan kemanusiaan jauh melampaui kapasitas respons akibat pembatasan akses yang terus diberlakukan.

Dalam sepekan terakhir, lembaga bantuan hanya mampu mendistribusikan sekitar 3.800 tenda dan 4.600 terpal, disertai bantuan pangan dan perlengkapan kebersihan. Sejak Jumat lalu, bantuan bahkan terpaksa dikurangi karena kendala akses. PBB juga berupaya membangun ruang belajar sementara bagi 5.000 anak, tetapi upaya tersebut terhambat karena Israel melarang masuknya material pendidikan.

Sebagian besar warga Gaza yang mengungsi kini tinggal di tenda-tenda yang sudah rusak parah. Kantor Media Pemerintah Gaza menyebutkan bahwa 93 persen tenda—sekitar 125.000 dari total 135.000—tidak lagi layak digunakan. Meski gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober, kondisi kehidupan di Gaza tidak menunjukkan perbaikan signifikan karena pembatasan bantuan masih berlangsung, yang dinilai melanggar protokol kemanusiaan.

Baca Juga

Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Sumber:

Qudsnen, MEMO

ShareTweetSendShare
Previous Post

Laporan HAM: 2025 Jadi Tahun Paling Mematikan bagi Anak-Anak Palestina

Next Post

Hujan Lebat Banjiri Tenda Pengungsi dan Rumah Sakit di Gaza, Memperparah Krisis Kemanusiaan di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh

Adara Relief International

Related Posts

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida
Berita Kemanusiaan

Israel Tangkap 22.000 Warga Tepi Barat Sejak Awal Genosida

by Adara Relief International
Februari 13, 2026
0
17

Organisasi Tawanan Palestina (PPS) melaporkan pada Kamis (12/02) bahwa pasukan pendudukan Israel (IOF) telah menangkap sekitar 22.000 warga Palestina di...

Read moreDetails
8.000 Jenazah Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan di Gaza

8.000 Jenazah Masih Terjebak di Bawah Reruntuhan di Gaza

Februari 13, 2026
18
Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Gaza Menghadapi Krisis Bahan Bakar untuk Memasak

Februari 13, 2026
13
Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Anak-Anak Gaza Mengorbankan Pendidikan Mereka untuk Bekerja

Februari 13, 2026
15
Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel Meningkat Menjadi 59

Perempuan Tawanan Palestina di Penjara Israel Meningkat Menjadi 59

Februari 13, 2026
21
Israel Tangkap Kembali Perempuan Jurnalis Palestina yang Dibebaskan

Israel Tangkap Kembali Perempuan Jurnalis Palestina yang Dibebaskan

Februari 12, 2026
24
Next Post
Hujan Lebat Banjiri Tenda Pengungsi dan Rumah Sakit di Gaza, Memperparah Krisis Kemanusiaan di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh

Hujan Lebat Banjiri Tenda Pengungsi dan Rumah Sakit di Gaza, Memperparah Krisis Kemanusiaan di Tengah Gencatan Senjata yang Rapuh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Senjata Terlarang Israel “Lenyapkan” Ribuan Warga Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dokumen Baru Mengungkap Jeffrey Epstein Mendanai Permukiman Israel

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630