Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil di Jalur Gaza menyerukan kepada warga agar mengambil langkah-langkah keselamatan untuk melindungi diri dari dampak massa udara berdebu yang menerjang langit Palestina. Pesan tersebut mereka sampaikan menyusul badai pasir penuh debu yang melipatgandakan penderitaan para pengungsi. Ini terjadi terutama pada pengungsi yang tinggal di tenda-tenda yang kekurangan unsur perlindungan minimum.
Dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (14/03), direktorat tersebut mendesak warga untuk tidak meninggalkan rumah, pusat penampungan, dan tenda kecuali dalam keadaan darurat. Mereka menekankan pesan tersebut kepada pasien yang menderita penyakit sistem pernapasan, karena tingginya kadar debu di udara.
Rekomendasi tersebut menyarankan untuk mengenakan masker kain atau meletakkan selembar kain yang basah di hidung saat keluar rumah. Selain itu, usahakan untuk menghindari paparan debu pada mata, terutama bagi penderita alergi mata. Mereka juga menghimbau warga untuk meningkatkan konsumsi air minum dan cairan setelah berbuka puasa dan pada malam hari, untuk mengurangi dampak debu di udara.
Direktorat menekankan pentingnya mengamankan kembali tenda dan terpal dengan baik untuk mencegahnya terbawa angin, terutama bagi para pengungsi yang tinggal di tepi pantai dan daerah pesisir.
Baca juga : “PBB Desak Solusi Hunian Berkelanjutan setelah Badai Rusak 4.000 Tempat Penampungan di Gaza“
Badai pasir yang kuat melanda Jalur Gaza pada hari Sabtu. Cuaca buruk yang penuh debu dan kotoran menyebar, bersamaan dengan angin kencang yang langsung berdampak pada tenda-tenda pengungsi. Bencana ini meningkatkan risiko kesehatan dan kemanusiaan, terutama bagi pasien yang menderita penyakit kronis dan pernapasan.
Departemen Meteorologi memperkirakan cuaca akan berdebu dan sebagian berawan hingga berawan penuh, tanpa perubahan suhu yang signifikan pada siang hari. Terdapat kemungkinan hujan di beberapa daerah, sementara angin akan bertiup dari timur laut hingga tenggara, dengan kecepatan sedang hingga aktif.
Pada malam hari, wilayah tersebut kemungkinan akan terpengaruh oleh sistem tekanan rendah bersama dengan massa udara dingin. Kondisi ini menyebabkan penurunan suhu dan hujan ringan yang tersebar di sebagian besar wilayah, yang kadang-kadang bersamaan dengan badai petir.
Kondisi cuaca ini terjadi ketika ratusan ribu pengungsi di Jalur Gaza tinggal di dalam tenda-tenda usang. Tenda tersebut tidak memberikan perlindungan memadai dari kondisi cuaca buruk, baik pada musim dingin maupun musim panas.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)