• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Anhar Al-Deek: Penjara Tidaklah Disiapkan untuk Melahirkan dan Membesarkan Anak

by Adara Relief International
Oktober 7, 2021
in Artikel, Biografi
Reading Time: 6 mins read
0 0
0
Anhar Al-Deek: Penjara Tidaklah Disiapkan untuk Melahirkan dan Membesarkan Anak

Photo by Caroline Martins from Pexels

30
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Perempuan yang sedang mengandung umumnya merasa bahagia ketika hari kelahiran semakin dekat. Berbagai persiapan dilakukan untuk menyambut kehadiran buah hati yang telah lama dinantikan. Akan tetapi, yang dirasakan oleh Anhar Al-Deek justru sebaliknya. Anhar Al-Deek (25) menyambut kelahiran anak keduanya dengan penuh rasa takut dan khawatir. Usia kandungannya sudah mencapai sembilan bulan, tetapi belum juga diizinkan untuk keluar dari penjara Damon tempat Ia ditawan oleh Zionis Israel. Semakin hari, rasa takut Al-Deek semakin besar ketika mengingat kemungkinan bahwa ia akan melahirkan dan membesarkan bayinya di penjara sendirian.

Photo from Wafa

Anhar Al-Deek ditangkap oleh Zionis Israel pada Maret lalu ketika usia kehamilannya masih muda. Al-Deek yang berasal dari desa Ni’ma di Ramallah ditangkap karena memasuki pos pertanian ilegal di Tepi Barat, lalu Militer Zionis Israel menuduhnya mencoba menikam istri pemilik pertanian. Warga pos terdepan kemudian menangkap Al-Deek dan menyerahkannya kepada pasukan Zionis. Sejak saat itulah Al-Deek harus menahan pedihnya kehidupan dalam penjara. Ia dipisahkan dari keluarga dan putrinya yang masih kecil, serta harus menjalani kehamilan di dalam penjara tanpa perhatian khusus.

Menurut Komisi Urusan Tahanan dan Mantan Tahanan Palestina, Al-Deek membutuhkan perawatan medis karena ia menderita depresi bipolar. Ketakutan dan kecemasan Al-Deek diungkapkan melalui surat yang dikirimkannya kepada keluarganya dari penjara Damon. Ia mengungkapkan ketakutannya serta meminta dukungan agar dapat melahirkan di luar penjara.

Baca berita terkait: Menteri Urusan Perempuan Desak Komunitas Internasional untuk Bebaskan Tawanan Palestina yang Sedang Hamil

“Saya sangat merindukan putri kecil saya, Julia. Hati saya sangat sakit dan saya butuh memeluk putri saya. Tidak ada kata-kata yang cukup untuk mengungkapkan kesedihan, ketakutan, dan rasa sakit yang saya rasakan.

 Apa yang harus saya lakukan jika saya melahirkan ketika berada jauh dari kalian? Saya diborgol dan kalian tahu bagaimana sulitnya operasi caesar di luar penjara. Jadi, bagaimana menurut kalian jika itu dilakukan dalam penjara, dengan kondisi saya sendirian dan diborgol?

 Ya Tuhan… Saya memohon belas kasih-Mu. Saya sangat lelah dan menderita sakit yang parah di panggul dan kaki saya akibat tidur di kasur yang rusak dan tidak nyaman. Saya tidak tahu bagaimana akan tidur di atasnya setelah menjalani operasi caesar.

 Bagaimana saya mengambil langkah pertama setelah operasi, dan bagaimana sipir akan memegang tangan saya, membantu saya dengan jijik. Mereka akan menempatkan saya dan bayi saya di ruang isolasi karena virus Corona.

 Saya tidak tahu bagaimana saya akan mampu merawat dan melindunginya dari suara menakutkan mereka. Tidak peduli seberapa kuat saya, saya akan menjadi lemah di depan apa yang mereka lakukan dan yang akan mereka lakukan kepada saya dan kepada tawanan lainnya.

 Saya memanggil setiap orang yang bebas, terhormat, dan bertanggung jawab untuk memikul tanggung jawabnya dan melakukan tugasnya untuk membantu saya dan menyelamatkan saya dari ketidakadilan penjajahan Israel.”

انهار الديك، انهار اسيرة في سجون الاحتلال ولما اعُتقلت كانت حامل بالشهر الرابع
اليوم انهار حامل بالشهر التاسع ومن المتوقع تولد في اي لحظة! انهار رح تولد في السجن! انهار بتعاني من ظروف صحية ونفسية صعبة #انقذوا_انهار_الديك pic.twitter.com/MbguQU8pua

— 𓂆جُمان (@jumansaleh1) August 26, 2021

Demikian isi surat Al-Deek untuk keluarganya. Hanya melalui surat itulah Al-Deek dapat bersuara menyampaikan isi hatinya dan keinginan besarnya untuk bisa melahirkan di luar penjara, demi kebaikan dirinya dan bayi yang akan dilahirkannya.

Tidak hanya melahirkan seorang diri dalam penjara yang menjadi sumber ketakutan Al-Deek. Sebagai seorang ibu, Ia pun takut akan masa depan yang akan dilalui oleh anaknya kelak jika lahir dan dibesarkan di dalam penjara. “Penjara tidaklah disiapkan untuk melahirkan dan membesarkan anak. Kondisi penjara sangatlah buruk. Dia akan menderita epilepsi sebagai akibat dari kekerasan. Kami, orang dewasa, merasa takut. Bagaimana bisa seorang anak dilahirkan dan dibesarkan di dalam penjara?”

 

Lihat postingan ini di Instagram

 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Adara for Palestine (@adararelief)

Ketakutan yang dirasakan oleh Al-Deek bukanlah tanpa dasar. Berdasarkan data dari Addameer, pada periode 2003—2008, terdapat empat kasus tawanan wanita yang dipaksa melahirkan di penjara. Sementara itu, Quds News Network pada 26 Agustus 2021 melaporkan terdapat sembilan perempuan Palestina yang tercatat melahirkan bayi mereka di penjara Israel. Mereka melahirkan tanpa menerima perawatan sebelum dan setelah melahirkan. Kalaupun para tawanan tersebut dibawa ke rumah sakit, mereka tetap diawasi dengan pengawasan yang sangat ketat. Tangan dan kaki mereka dibelenggu ke kasur dan hanya dilepas ketika mereka telah memasuki ruang bersalin.

Beberapa menit setelah persalinan, tangan dan kaki mereka kembali dibelenggu seperti semula. Hal ini bertentangan dengan pasal 12 dalam Convention to End all Discrimination Against Women yang telah diratifikasi oleh Israel pada 3 Oktober 1381. Dalam konvensi tersebut, ditetapkan bahwa “Negara-negara bagian harus memastikan layanan terhadap perempuan yang layak sehubungan dengan kehamilan, persalinan, dan periode pasca-kelahiran, memberikan layanan gratis jika diperlukan, serta gizi yang cukup selama hamil dan menyusui”.

Baca Juga

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Baca juga: Memprihatinkan, Kondisi Penjara Tawanan Perempuan Palestina

Selain tindakan pelanggaran hukum tersebut, Quds News Network juga melaporkan buruknya kondisi penjara Hasharon dan Damon. Para perempuan tawanan menderita di dalam penjara karena kelalaian medis, penolakan pendidikan, penolakan kunjungan keluarga termasuk untuk ibu dengan anak kecil, serta sel yang terlalu padat dan seringkali dipenuhi serangga dan kotoran, serta kekurangan cahaya. Kebutuhan kesehatan dan kebersihan pribadi juga jarang ditangani oleh otoritas penjara Israel, bahkan dalam kasus yang melibatkan perempuan hamil.

Quds News Network melaporkan bahwa pada 23 Agustus 2021 jumlah perempuan Palestina yang ditawan di penjara Israel berjumlah 41 orang dan 12 di antaranya telah memiliki anak. Mereka biasanya ditawan di penjara Hasharon dan Damon yang terletak di luar wilayah pendudukan tahun 1967. Hal ini melanggar pasal 76 Konvensi Jenewa keempat yang menyatakan bahwa kekuatan pendudukan harus menawan penduduk wilayah pendudukan di penjara yang juga berada dalam wilayah pendudukan. Kondisi ini juga mengakibatkan para tawanan tidak bisa dikunjungi oleh keluarga mereka, bahkan dalam kondisi mendesak seperti yang dialami oleh Anhar Al-Deek.

Sumber : Link 1 / Link 2 / Link 3 / Link 4 / Link 5 / Link 6 / Link 7

 

***

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini seputar  program bantuan untuk Palestina.

Donasi dengan mudah dan aman menggunakan QRIS. Scan QR Code di bawah ini dengan menggunakan aplikasi Gojek, OVO, Dana, Shopee, LinkAja atau QRIS.

Klik disini untuk cari tahu lebih lanjut tentang program donasi untuk anak-anak dan perempuan Palestina.

ShareTweetSendShare
Previous Post

Pasukan Zionis Perintahkan Penghentian Pekerjaan Rehabilitasi Waduk di Desa Tepi Barat

Next Post

Anak Gaza Meninggal Akibat Luka Tembak Tentara Zionis

Adara Relief International

Related Posts

Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)
Artikel

In Honor of Resilience (2): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Melawan dengan Tulisan, Lukisan, dan Aksi di Lapangan

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
23

“Harapan hanya dapat dibunuh oleh kematian jiwa, dan seni adalah jiwaku — ia tidak akan mati.” Kalimat tersebut disampaikan oleh...

Read moreDetails
Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Ketika Isra’ Mi’raj Memanggil Umat untuk Kembali kepada Al-Aqsa

Januari 19, 2026
20
Kubah As-Sakhrah pada Senja hari. Sumber: Islamic Relief

Isra Mikraj dan Sentralitas Masjid Al-Aqsa dalam Akidah Islam

Januari 19, 2026
25
Lukisan karya Maram Ali, seniman yang suka melukis tentang Palestina (The New Arab)

In Honor of Resilience (1): Sepenggal Kenangan dari Syuhada Gaza, Mereka yang Bersuara Lantang dan Berjuang Mempertahankan Kehidupan

Januari 14, 2026
25
Sebuah grafiti dengan gambar sastrawan Palestina, Mahmoud Darwish, dan penggalan puisinya, “Di atas tanah ini ada hidup yang layak diperjuangkan”. (Zaina Zinati/Jordan News)

Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

Januari 12, 2026
112
Banjir merendam tenda-tenda pengungsian di Gaza (Al Jazeera)

Banjir dan Badai di Gaza: Vonis Mati Tanpa Peringatan

Januari 7, 2026
59
Next Post
Anak Gaza Meninggal Akibat Luka Tembak Tentara Zionis

Anak Gaza Meninggal Akibat Luka Tembak Tentara Zionis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630