Program Pangan Dunia (WFP) memangkas bantuan pangan bulanan bagi 500.000 warga Palestina di Gaza akibat kekurangan dana. Keputusan ini memperburuk ancaman krisis pangan, sementara hampir dua pertiga penduduk Gaza masih menghadapi kerawanan pangan akut.
WFP mengumumkan bahwa jumlah penerima bantuan akan turun dari 1,6 juta menjadi 1,1 juta orang. Padahal, kebutuhan kemanusiaan terus meningkat di tengah pembatasan Israel terhadap masuknya pasokan dan upaya pemulihan Gaza.
Pejabat Direktur Eksekutif WFP, Carl Skau, menjelaskan kepada ABC Australia bahwa pemangkasan ini terjadi akibat kekurangan dana. Menurutnya, kebutuhan pangan tidak menurun dan lembaganya masih mampu menyalurkan bantuan. Namun, kontribusi donor tradisional, termasuk Amerika Serikat dan negara-negara Eropa, mengalami penurunan. Selain itu, kelelahan donor dan krisis internasional lainnya turut memengaruhi pendanaan.
Baca juga: Pengungsian Berulang Membuat Shelter Gaza Memburuk Jelang Musim Dingin
Pemangkasan tersebut juga mengurangi bantuan bagi keluarga yang masih memenuhi syarat. WFP memangkas jumlah paket pangan hingga setengahnya dan mengurangi bantuan tunai bagi 75.000 keluarga sebesar 40%. Sementara itu, sejumlah wilayah yang sulit dijangkau kini menerima makanan siap santap dua hari sekali, bukan setiap hari.
Pada September 2026, WFP memperingatkan bahwa lembaga tersebut membutuhkan tambahan dana sebesar 386 juta dolar AS selama enam bulan. Dana itu diperlukan untuk membantu sekitar dua juta orang di Gaza dan Tepi Barat.
Di sisi lain, pembatasan masuknya barang dan peralatan terus menghambat pemulihan. Akibatnya, perbaikan ketahanan pangan tetap rapuh dan dapat kembali memburuk.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan menjelang musim dingin. UNICEF melaporkan sekitar 800.000 anak masih mengungsi. Banyak dari mereka tinggal di tenda atau bangunan rusak tanpa layanan dasar yang memadai.
Direktur Jenderal Kantor Media Pemerintah Gaza, Ismail al-Thawabta, mengecam pemangkasan bantuan pangan tersebut. Ia menyebut keputusan itu sebagai “hukuman mati” yang dapat mempercepat kelaparan, terutama bagi anak-anak, perempuan, pasien, dan lansia.
Al-Thawabta mendesak WFP dan PBB membatalkan pemangkasan, mengamankan pendanaan, serta menekan Israel agar membuka perlintasan. Ia juga menyerukan pengiriman bantuan darurat melalui jalur darat dan laut untuk memenuhi kebutuhan warga Gaza.








