JAKARTA-Tahun ini, para pengungsi Palestina di Lebanon kembali merayakan Idul Adha jauh dari kampung halaman. Meski hidup penuh kesulitan di pengungsian, namun hadirnya Hari Raya membawa secercah kebahagiaan. Pada 25 Mei 2026, kebahagiaan tersebut berlipat ganda dengan hadirnya Hadiah Hari Raya Idul Adha dari Sahabat Adara. Hadiah Hari Raya tersebut telah mengukir senyuman di wajah 125 anak-anak pengungsi Palestina di kamp Saida, Lebanon.

Agresi telah mengubah kehidupan para pengungsi Palestina di Lebanon. Mereka yang tadinya meninggalkan tanah kelahiran untuk mencari keamanan, kini kondisinya juga terancam. Pelanggaran demi pelanggaran terus terjadi, seolah kesepakatan gencatan senjata tidak pernah ada. Suasana mencekam mengepung seluruh kota, setiap sudutnya menjadi saksi air mata dan jeritan penduduk yang ketakutan, terutama anak-anak.
Di tengah kondisi yang tidak stabil tersebut, anak-anak menjadi kelompok yang sangat rentan menderita. Sejumlah sekolah dan tempat belajar Al-Qur’an terpaksa tutup demi keamanan, meninggalkan anak-anak dengan segudang pertanyaan. Mereka yang masih terlalu kecil belum bisa mencerna kondisi yang sedang terjadi. Namun, satu hal yang mereka sadari, hidup mereka tidak akan pernah sama lagi.

Meski kondisi di pengungsian Lebanon masih tidak menentu, namun anak-anak Palestina tidak pernah kehilangan tekad mereka untuk menjadi penghafal Al-Qur’an. Untuk mengapresiasi keteguhan mereka, pada 25 Mei 2026, Sahabat Adara mengirimkan Hadiah Hari Raya Idul Adha untuk anak-anak pengungsi Palestina di Lebanon. Hadiah Hari Raya berupa pakaian baru tersebut telah memberi manfaat bagi 125 anak-anak penghafal Al-Qur’an di kamp Saida, Lebanon.





Meski pada Idul Adha tahun ini mereka belum bisa kembali ke tanah Palestina, namun Hadiah Hari Raya dari Sahabat Adara telah menghidupkan lagi suasana Idul Adha di pengungsian. Terima kasih Sahabat Adara, Hadiah Hari Raya darimu telah membawa kebahagiaan bagi ratusan anak Palestina di Lebanon.








