Pesepak bola Palestina kembali menghadapi penangkapan dan pembatasan dari otoritas Israel. Kali ini yang menjadi sasaran adalah anggota tim putri nasional sepak bola Palestina. Pemerintah Al-Quds melaporkan bahwa Rand Halawani, pemain tim nasional putri Palestina, Israel tahan setelah menjalani pemeriksaan di kantor polisi Talpiot, Al-Quds bagian barat (Yerusalem Barat). Pengadilan kemudian memperpanjang masa penahanannya hingga Jumat. Hingga kini, otoritas Israel belum menjelaskan alasan pemanggilan maupun penahanan Halawani.
Baca juga : “Serangan Israel Kembali Membunuh Warga Gaza”
Sementara itu, Federasi Sepak Bola Palestina menyatakan bahwa mantan pemain tim putri nasional, Natalie Abu Diya, juga Israel tangkap pada Selasa (2/06) setelah pasukan Israel menggerebek tempat tinggalnya.
Selain penangkapan, federasi tersebut menyoroti pembatasan perjalanan terhadap atlet Palestina. Baru-baru ini, otoritas Israel mencegah pesepak bola Musab Abu Salem yang hendak meninggalkan wilayah Palestina melalui perlintasan King Hussein.
Abu Salem dijadwalkan berangkat ke Italia bersama tim Palestine Stars untuk mengikuti pertandingan solidaritas melawan tim Napoli Stars sebagai bentuk dukungan bagi rakyat Palestina.
Federasi Sepak Bola Palestina menyatakan bahwa pembatasan terhadap atlet terus meningkat sejak awal agresi di Gaza pada Oktober 2023. Menurut pejabat Palestina, lebih dari 800 atlet terbunuh di Gaza sejak saat itu.
Sementara itu, Klub Tawanan Palestina mencatat terdapat 89 perempuan Palestina yang saat ini Israel tahan di penjara, termasuk anak di bawah umur dan perempuan hamil. Jumlah total tawanan Palestina kini melebihi 9.400 orang.
Sumber: TRT World







