JAKARTA-Sudah bertahun-tahun pengungsi Palestina di Suriah menanti waktu mereka dapat pulang ke tanah air. Namun, tahun demi tahun berlalu tanpa kepastian, membuat mereka harus menetap lebih lama di tengah kondisi kemanusiaan yang tak menentu. Di tengah kondisi tersebut, Sahabat Adara bersama Adara Relief International memutuskan untuk meringankan beban mereka. Pada 13 April 2026, Adara mengirimkan bantuan bahan pokok yang menjangkau 1.430 orang di Kamp Ittimah, Kamp Hamat, Kamp Homs – Rif dan Idlib Suriah.

UNRWA melaporkan bahwa di Suriah terdapat sekitar 438.000 pengungsi Palestina dan lebih dari 95 persen membutuhkan bantuan kemanusiaan untuk memenuhi kebutuhan dasar mereka. Selain itu, lebih dari 90 persen pengungsi hidup di bawah garis kemiskinan sehingga hanya mengandalkan bantuan kemanusiaan untuk bertahan hidup.
Sebagai pengungsi, orang-orang Palestina tidak mendapat perlakuan sebagaimana warga negara resmi. Hal tersebut sangat mempengaruhi mereka untuk mendapatkan akses pendidikan dan pekerjaan yang layak. Akibatnya, banyak pengungsi kemudian kesulitan untuk mendapatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Di tengah kesulitan tersebut, Sahabat Adara bersama Adara Relief International hadir untuk meringankan beban mereka. Pada 13 April 2026, Adara mengirimkan bantuan bahan pokok yang menjangkau 1.430 orang di Kamp Ittimah, Kamp Hamat, Kamp Homsm – Rif dan Idlib Suriah.



Meski terpisah jarak dan waktu, namun uluran tangan Sahabat Adara telah menjaga para pengungsi Palestina di Suriah. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan darimu telah membantu memenuhi kebutuhan pokok saudara-saudara kita di Suriah.








