• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Mei 18, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Publikasi Palestina dalam Gambar

Palestina dalam Gambar, April 2026

by Adara Relief International
Mei 18, 2026
in Palestina dalam Gambar, Publikasi
0 0
0
Palestina dalam Gambar, April 2026

Prosesi pemakaman berlangsung untuk empat martir yang terbunuh dalam serangan udara Israel sehari sebelumnya di kamp pengungsi Al-Shati, Kota Gaza (15/4). Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, setidaknya 738 penduduk Gaza telah terbunuh oleh pasukan Israel sejak apa yang disebut "gencatan senjata" pada Oktober 2025. (Yousef Zaanoun/ ActiveStill/ MEE/ Reuters)

12
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Baca Juga

Adara Palestine Situation Report 90

Baitul Maqdis Activity Book

Ribuan demonstran Palestina berunjuk rasa di Ramallah, Tepi Barat (1/4). Mereka memprotes persetujuan parlemen Israel atas rancangan undang-undang hukuman mati baru yang kontroversial. (Zain Jaafar/AFP/Al Jazeera)
Muhammad Nassir berfoto di Kota Gaza setelah berkumpul kembali dengan keluarganya di sebuah tenda pengungsian (2/4). Ia kehilangan kakinya akibat serangan udara Israel di Rumah Sakit Indonesia pada awal agresi. Ia kini mulai mengolah sebidang tanah kecil di dekat tempat tinggal sementara demi menghidupi kelima anaknya. (Matar Al-Zaq/APA Images)
Jemaah Palestina beribadah di jalanan di luar Kota Tua Al-Quds atau Yerusalem (3/4). Mereka terpaksa salat di jalanan setelah polisi Israel memblokir akses ke Masjid Al-Aqsa dan gerbang utama Kota Tua selama lebih dari sebulan, serta terus mengganggu jalannya ibadah. (Omri Eran Vardi/ ActiveStill)
Warga Palestina memeriksa kendaraan yang hancur akibat serangan Israel di kamp pengungsi Maghazi, Jalur Gaza tengah (4/4). Serangan yang melibatkan drone dan kendaraan militer tersebut membunuh sedikitnya 10 orang, termasuk seorang staf PBB/WHO yang ditembak saat sedang melakukan perjalanan dinas. (Eyad Baba/AFP/MEE)
Seorang putra altar menggunakan pedupaan di depan gambar Yesus Kristus saat umat Kristen Palestina menghadiri Misa Paskah di Gereja Keluarga Kudus, Kota Gaza, 5 April. (Dawoud Abu Alkas/ Reuters)
Hamza al-Hashash, 20 tahun, melanjutkan studi universitasnya di al-Bureij, Gaza tengah (5/4). Meskipun kehilangan mata kanannya akibat serangan udara Israel yang menargetkan rumah tempat keluarganya mengungsi, ia tetap bertekad menyelesaikan pendidikan tinggi setelah lulus SMA. (Moiz Salhi/ APA images/ Electronic Intifada)
Jenazah Mohammad Dawud, 38 tahun, dipindahkan ke kamar mayat setelah terbunuh akibat serangan Israel saat bersepeda di lingkungan Sheikh Radwan, Kota Gaza (6/4). Serangan hari Senin tersebut membunuh sedikitnya 12 warga Palestina dan melukai beberapa lainnya dalam pelanggaran gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober lalu. (Saeed Jaras/ Anadolu/ MEE)
Ghadeer Abu Matar, seorang ibu dua anak, berada di tendanya yang terancam banjir akibat cuaca buruk di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza tengah (7/4). Ia terpaksa mengungsi setelah rumahnya hancur dan suaminya terluka parah hingga harus diamputasi, sementara blokade bantuan kemanusiaan oleh Israel terus memperburuk kondisi para pengungsi di sana. (Doaa Albaz/ ActiveStill)
Direktur Negara WFP untuk Palestina, Shaun Hughes (kiri), berjalan di tengah kehancuran di Gaza (8/4). Lebih dari 560 pekerja kemanusiaan terbunuh di Gaza dan Tepi Barat saat bertugas mendistribusikan bantuan kemanusiaan dalam konvoi yang telah ditandai dengan jelas. (Maxime Le Lijour/ UN News/ WFP)
Warga Palestina menyalatkan jenazah koresponden Al Jazeera, Mohammed Wishah, dalam prosesi pemakaman di luar Rumah Sakit Al-Aqsa, Deir el-Balah, Jalur Gaza tengah (9/4). Ia gugur setelah kendaraan yang ditumpanginya menjadi sasaran serangan pesawat tak berawak (drone) Israel. [Abdel Kareem Hana/ AP Photo]
Sekitar 3.000 jemaah Palestina akhirnya dapat melaksanakan salat subuh di kompleks Masjid Al-Aqsa setelah empat puluh hari ditutup oleh otoritas pendudukan Israel (9/4). Meski berhasil masuk, jemaah tetap menghadapi tindakan ketat dari polisi Israel yang meliputi pemeriksaan identitas, penahanan aktivis, hingga pengusiran sejumlah pemuda dari halaman masjid. (WAFA/ Anadolu/ Al Jazeera)
Puluhan pengungsi Palestina mengantre untuk mendapatkan makanan harian di luar dapur umum di Al-Mawasi, sebelah barat Khan Yunis (10/4). Meski gencatan senjata telah diumumkan sejak Oktober 2025, situasi kemanusiaan di Gaza tetap mengerikan akibat kelangkaan pangan mendalam serta ketatnya pembatasan bantuan kemanusiaan oleh pasukan Israel. (Doaa Albaz/ ActiveStill)
Warga membawa jenazah Ali Majed Hamadneh, 23 tahun, saat prosesi pemakaman di Desa Deir Jarir, Ramallah (11/4). Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa pemuda tersebut terbunuh setelah para pemukim Israel melepaskan tembakan dalam sebuah serangan terhadap desa mereka di Tepi Barat yang diduduki. (Mohammed Torokman/ Reuters/ Al Jazeera)
Pemukim dan tentara Israel untuk pertama kalinya memasang simbol Bintang Daud, bendera Israel, dan menorah di dinding Masjid Ibrahimi di Al-Khalil/Hebron, Tepi Barat (12/4). Kementerian Agama Palestina menyatakan tindakan ini merupakan pelanggaran baru yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam upaya menegaskan kendali penuh atas masjid tersebut. (Mosab Shawer/ ActiveStill)
Armada yang terdiri dari puluhan kapal bersiap untuk bertolak dari Pelabuhan Barcelona, Spanyol, sebagai bagian dari misi Armada Global Sumud untuk menerobos blokade Gaza (12/4). Misi yang melibatkan sekitar 70 kapal dan hampir 1.000 peserta dari 70 negara ini tercatat jauh lebih besar dibandingkan misi serupa pada September tahun lalu. (Burak Akbulut/ Anadolu/ MEE/ Amnesty)
Gambaran umum kehancuran di Kota Gaza memperlihatkan bangunan yang runtuh dan puing-puing yang mengubah sebagian besar wilayah menjadi reruntuhan akibat serangan yang terus berlanjut (13/4). Para ahli PBB menyatakan bahwa rekonstruksi Gaza—yang diperkirakan membutuhkan biaya lebih dari $71 miliar karena hancurnya 371.000 rumah—tidak akan berhasil tanpa diakhirinya pendudukan Israel. (Saeed Jaras/ Anadolu/ MEE)
Para siswa Palestina berkumpul di dekat pagar kawat berduri yang dipasang oleh pemukim Israel di jalan menuju sekolah mereka, dekat desa Umm al-Khair di Masafer Yatta, Tepi Barat (14/4). Menurut laporan Save the Children, tindakan para pemukim tersebut telah menghalangi sedikitnya 55 anak Palestina untuk mengakses ruang kelas mereka. (Yosri Aljamal/ Reuters/ Al Jazeera/ The Guardian)
Prosesi pemakaman berlangsung untuk empat martir yang terbunuh dalam serangan udara Israel sehari sebelumnya di kamp pengungsi Al-Shati, Kota Gaza (15/4). Menurut Kementerian Kesehatan di Gaza, setidaknya 738 penduduk Gaza telah terbunuh oleh pasukan Israel sejak apa yang disebut “gencatan senjata” pada Oktober 2025. (Yousef Zaanoun/ ActiveStill/ MEE/ Reuters)
Warga Palestina berdemonstrasi di Hebron (Al-Khalil) dalam peringatan Hari Tawanan Palestina untuk memprotes undang-undang Israel terkait penerapan hukuman mati bagi warga Palestina (16/4). Massa tampak membawa poster Marwan Barghouti—tokoh yang telah dipenjara selama 24 tahun—di tengah laporan PBB yang menyoroti pelembagaan penyiksaan dan kondisi tidak manusiawi di dalam penjara Israel. (Mosab Shawer/ ActiveStill/ Al Jazeera)
Pasukan dan pemukim Israel menghadang para petani Palestina yang hendak menggarap lahan mereka di Desa Halhul, sebelah utara Al-Khalil, Tepi Barat (17/4). Militer Israel sengaja mendirikan sejumlah gerbang keamanan di sekitar desa untuk membatasi akses warga ke lahan pertanian mereka yang kini terancam disita oleh kelompok ekstremis pemukim. (Mosab Shawer/ ActiveStill)
Perempuan Palestina ini kehilangan penglihatan di satu mata dan mengalami kerusakan parah pada mata lainnya akibat serangan Israel terhadap rumah keluarganya (18/4). Ia kini mengungsi dan tinggal di kamp pengungsi Nuseirat, Jalur Gaza tengah. (Anadolu/ Getty Images/ The Guardian)
Menteri Pertahanan Israel Israel Katz dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich menghadiri upacara pemotongan pita untuk pembangunan kembali pemukiman Sa-Nur di Tepi Barat yang diduduki (19/4). Menurut kelompok hak asasi manusia Israel Peace Now, di bawah pemerintahan Netanyahu saat ini, Israel telah menyetujui 102 pemukiman baru, meningkat 80% dibandingkan dengan pemerintahan sebelumnya. (Shir Torem/ Reuters)
Kerabat jenazah dirundung duka saat menghadiri pemakaman dua warga Palestina di Deir el-Balah, Gaza (20/4). Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan keduanya terbunuh akibat serangan Israel di kamp Bureij, yang menjadi pelanggaran terbaru terhadap perjanjian gencatan senjata yang telah berlaku sejak Oktober lalu. (Moiz Salhi/ Anadolu/ MEE]
Para peserta berkumpul dalam acara doa bersama yang diselenggarakan oleh Students for Justice in Palestine di Universitas Maryland, College Park, AS (21/4). Organisasi Palestine Legal mencatat telah menerima 1.131 permintaan bantuan hukum terkait aktivisme pro-Palestina sepanjang tahun 2025; angka ini melonjak hingga 300% jika dibandingkan dengan rata-rata tahunan sebelum Oktober 2023. (Chip Somodevilla/ Getty Images/ The Guardian)
Warga berkumpul di dekat jenazah salah satu korban di rumah sakit Ramallah setelah serangan kelompok pemukim Israel di Desa al-Mughayyir, Tepi Barat yang diduduki (22/4). Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan bahwa Aws al-Naasan (14) dan Jihad Abu Naim (32) terbunuh, serta tiga warga lainnya terluka dalam serangan tersebut. (Mohammed Torokman/ Reuters/Al Monitor/ +972 Magazine)
Warga mengevakuasi korban setelah serangan Israel membunuh lima warga Palestina, termasuk tiga anak-anak, di kota Beit Lahia, Jalur Gaza utara (23/4). Kantor Media Pemerintah Gaza menyatakan bahwa Israel telah melakukan sedikitnya 2.400 pelanggaran terhadap perjanjian gencatan senjata melalui serangan bertarget, blokade, penangkapan, hingga kelaparan paksa. (Rizek Abdeljawad/ Xinhua/ Al Jazeera/ Reuters)
Seorang petani Palestina, Abdel Fattah Al-Safadi, mengalami cedera serius di bagian kepala dan wajah setelah dipukuli secara brutal oleh kelompok pemukim ilegal Israel saat bekerja di lahannya di desa Urif, selatan Nablus, Tepi Barat (23/4). Insiden ini terjadi bersamaan dengan gelombang penggerebekan oleh pasukan Israel di beberapa wilayah Tepi Barat lainnya, termasuk Desa Bazariya. (Anadolu/ TRT/ WAFA)
Polisi Israel menahan seorang pria Yahudi karena mengenakan kippah yang disulam dengan bendera Israel dan Palestina, sebelum kemudian merusaknya (24/4). Pria tersebut dibebaskan setelah 20 menit ditahan, namun ia menyayangkan tindakan petugas yang menyita dan merusak benda yang sangat berharga baginya. (CNN/ Jewish News/ BBC)
Seorang pria Palestina memberikan hak suaranya dalam pemilihan lokal di Desa Beit Furik, Tepi Barat (25/4). Menurut Komisi Pemilihan Pusat (CEC), hampir 1,5 juta warga di Tepi Barat dan 70.000 warga di Deir el-Balah, Gaza, terdaftar dalam pemilihan kota sejak agresi genosida, yang ditandai dengan tingkat partisipasi rendah dan minimnya jumlah kandidat. (AP/Majdi Mohammad)
Sejumlah anak-anak Palestina meminta tentara Israel untuk membuka kembali akses jalan menuju sekolah mereka yang diblokir oleh kelompok pemukim di Desa Umm al-Khair, Masafer Yatta, Tepi Barat (26/4). Aksi ini merupakan kelanjutan dari protes para siswa setelah jalan utama menuju ruang kelas mereka ditutup menggunakan pagar kawat berduri sejak dua pekan sebelumnya. [Al Jazeera/ +972 Magazine]
Seorang anggota pasukan keamanan Israel mengarahkan senjata saat penggerebekan di lingkungan Kafr Aqab, Tepi Barat yang diduduki (27/4). Dalam operasi tersebut, otoritas Israel mengeluarkan perintah pembongkaran terhadap sejumlah properti hunian dan komersial di Al-Quds bagian timur. (AFP/Arab News)
Seorang anak menggendong anak domba di dalam kandang yang terancam dibongkar oleh pasukan Israel di desa Deirat, Masafer Yatta, Tepi Barat selatan (28/5). Perintah pembongkaran dikeluarkan terhadap sepuluh rumah warga serta fasilitas peternakan. Ini mengancam sekitar 70 warga—termasuk anak-anak dan lansia—kehilangan tempat tinggal mereka yang sebagian besar telah berdiri sejak 15 tahun lalu. (Mosab Shawer/ActiveStills)
Seniman Palestina Rahaf Al-Halabi dan Joud Mohammed, berusia 18 tahun, melukis di sebuah kafe di Kota Gaza (29/4). Di tengah lumpuhnya pendidikan dan krisis ekonomi pasca-Oktober 2023, kedua remaja ini memanfaatkan seni sebagai ruang ekspresi sekaligus penopang finansial keluarga. (Yousef Zaanoun/ActiveStill)
Organisasi Dokter untuk Hak Asasi Manusia-Israel (PHRI) mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Israel guna menuntut pembebasan segera 14 dokter Gaza yang ditahan tanpa dakwaan selama lebih dari setahun (30/4). Langkah ini diambil setelah Kepala Staf Militer Israel tidak menanggapi desakan untuk membebaskan tenaga medis tersebut. (Mert Alper Dervıs/ Anadolu Agency/ Al Jazeera)

ShareTweetSendShare
Previous Post

10 Ribu Warga Gaza Gagal Haji

Next Post

The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina

Adara Relief International

Related Posts

Adara Palestine Situation Report 90
Adara Palestine Situation Report

Adara Palestine Situation Report 90

by Adara Relief International
Mei 18, 2026
0
14

Adara Palestine Situation Report adalah dokumen ringkas dan faktual yang menyajikan perkembangan terbaru mengenai situasi kemanusiaan di Palestina. Laporan ini...

Read moreDetails
Baitul Maqdis Activity Book

Baitul Maqdis Activity Book

Mei 8, 2026
26
modul edukasi palestina

Modul Edukasi Palestina

Mei 8, 2026
21
why palestine

Buku Seri “Why Palestine”

Mei 8, 2026
23
Adara Policy Brief 07

Adara Policy Brief 07

Mei 6, 2026
16
Adara Palestine Situation Report 89

Adara Palestine Situation Report 89

Mei 6, 2026
25
Next Post
The Great Palestinian Revolt (1936 – 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina

The Great Palestinian Revolt (1936 - 1939): Upaya Inggris dan Zionis untuk Mencegah Kemerdekaan Palestina

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pejabat Israel Dorong Serbuan ke Al-Aqsa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2.250 Tenaga Medis dan Pasien di RS Asy Syifa, Gaza Terima Makanan Berbuka Puasa

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tanya Jawab Seputar Amalan Wanita di Bulan Dzulhijjah

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bahan Pokok Ramadan untuk 160 Keluarga di Tulkarem Tepi Barat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Buku Edukasi
    • Buku Edukasi
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630