Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan lonjakan insiden keamanan di Jalur Gaza dalam sepekan terakhir. Hal ini terjadi meski gencatan senjata telah berlaku sejak Oktober lalu. Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengutip data dari OCHA, menyebut bahwa pekan tersebut mencatat salah satu jumlah insiden tertinggi sejak gencatan senjata berlaku.
Baca juga : “71 Tahun Setelah KAA: Masih Relevankah Sikap Indonesia terhadap Palestina?”
“Dari Tiang Gantungan Inggris 1930 hingga Meja Legislasi Israel Hari Ini, Eksekusi Tidak Membungkam Palestina”
Ia mengungkapkan bahwa fasilitas kemanusiaan menjadi sasaran dalam dua insiden terpisah. Selain itu, serangan udara terjadi di dekat gudang PBB. Sementara itu, kendaraan bantuan juga mengalami kerusakan akibat lemparan batu. Dujarric mendesak semua pihak untuk memenuhi kewajiban mereka dalam memfasilitasi operasi kemanusiaan. Ia menegaskan bahwa warga sipil dan infrastruktur sipil harus selalu mendapatkan perlindungan.
PBB juga memperingatkan bahwa pembatasan Israel terhadap masuknya barang-barang penting, seperti oli mesin, suku cadang, dan alat berat untuk pembersihan puing telah menghambat layanan vital bagi masyarakat. Akibatnya, banyak kendaraan dan generator rusak tanpa bisa diperbaiki, yang berdampak langsung pada distribusi makanan, pasokan air, serta layanan ambulans di Gaza.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)