Utusan utama dalam “Board of Peace” Presiden AS Donald Trump untuk Gaza, Nickolay Mladenov, berencana bertemu pejabat tinggi Israel untuk membahas situasi di Jalur Gaza.
Dalam pertemuan tersebut, Mladenov kemungkinan akan mendesak Israel melonggarkan pembatasan masuknya bantuan kemanusiaan. Selain itu, ia akan meminta Israel mengurangi operasi militer di wilayah yang mereka blokade itu. Kunjungan ini ia lakukan setelah sebelumnya menggelar pembicaraan dengan Hamas di Mesir terkait implementasi rencana gencatan senjata yang AS usulkan.
Media Israel melaporkan bahwa pembahasan mengenai pelucutan senjata Hamas belum membuahkan hasil. Hamas menegaskan bahwa isu senjata hanya dapat mereka bahas dalam kerangka politik yang mengarah pada pembentukan negara Palestina.
Baca juga : “Kantor Media Gaza Catat 377 Pelanggaran Gencatan Senjata”
Pada 29 September 2025, Trump mengumumkan rencana tiga tahap untuk mengakhiri perang di Gaza. Rencana tersebut mencakup gencatan senjata, penarikan sebagian pasukan Israel, pembebasan sandera, dan masuknya bantuan kemanusiaan.
Meski Hamas telah memenuhi kewajibannya dalam tahap pertama, Israel dilaporkan belum sepenuhnya mematuhi kesepakatan, termasuk terus melancarkan serangan yang membunuh lebih dari 830 orang dan melukai sekitar 2.350 lainnya sejak gencatan senjata berlaku.
Selain itu, Israel juga membatasi masuknya bantuan sesuai jumlah yang disepakati. Sekitar 2,4 juta warga Gaza, termasuk 1,5 juta pengungsi, masih menghadapi krisis kemanusiaan berat.
Tahap kedua rencana tersebut, yang mencakup penarikan penuh, rekonstruksi, dan pelucutan senjata, hingga kini belum terealisasi.







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)