Otoritas Israel menyetujui pembangunan sekolah agama Yahudi (yeshiva) di kawasan Sheikh Jarrah, Al-Quds bagian timur (Yerusalem Timur). Palestina mengecam langkah ini, menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan upaya mengubah realitas di lapangan.
Ir Amim, sebuah lembaga non pemerintah yang berfokus pada isu-isu politik, sosial, dan geografis di Al-Quds melaporkan bahwa proyek “Ohr Somayach” akan Israel bangun di atas lahan sekitar 5.000 meter persegi. Proyek ini mencakup gedung 11 lantai dengan asrama bagi ratusan pelajar ultra-Ortodoks serta unit hunian para pekerja. Sementara itu, nota keberatan dari warga Palestina dan organisasi tersebut telah mendapat penolakan.
Ir Amim memperingatkan bahwa proyek ini akan meningkatkan kehadiran pemukim Israel, memicu risiko keamanan bagi warga Palestina, serta mengubah karakter lingkungan. Lokasinya yang dekat dengan klaster permukiman Palestina dapat mengancam puluhan keluarga Palestina dengan pengusiran dan pengambilalihan rumah.
Lahan tersebut sebelumnya Israel alokasikan untuk kepentingan publik. Namun, mereka mengalihkannya pada 2007 untuk pembangunan sekolah agama tanpa proses tender transparan.
Kementerian Luar Negeri Palestina mengecam keputusan ini sebagai bagian dari upaya “yahudisasi” Al-Quds (Yerusalem) dan penegasan fakta ilegal di lapangan. Mereka menegaskan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Al-Quds (Yerusalem), serta menyebut langkah tersebut melanggar hukum internasional, opini International Court of Justice, dan resolusi PBB.
Sejak Oktober 2023, aktivitas permukiman, penggusuran, dan kekerasan di Tepi Barat dan Al-Quds bagian timur terus meningkat. Sheikh Jarrah menjadi salah satu wilayah paling terdampak, dengan sejumlah rumah Palestina dirampas dan diambil alih setelah pengusiran paksa. Palestina memperingatkan bahwa langkah-langkah ini dapat mengarah pada aneksasi de facto.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)