Indonesia mengecam terbunuhnya seorang penjaga perdamaian asal Indonesia di Lebanon di tengah eskalasi serangan yang terus berlangsung.
Kopral Rico Pramudia (31), yang bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), meninggal dunia setelah mengalami luka kritis akibat ledakan proyektil di sebuah pangkalan di Adchit al-Qusayr pada 29 Maret. Ia mengembuskan napas terakhir pada Jumat (24/4) di rumah sakit di Beirut. Kematian ini menambah jumlah personel militer Indonesia yang gugur menjadi empat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Vahd Naby, menyatakan bahwa Indonesia mengutuk serangan tersebut dan menegaskan bahwa setiap serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan berpotensi masuk ke dalam kategori kejahatan perang.
Baca juga : “UNIFIL: Tentara Indonesia terbunuh oleh Tank Israel”
Ia juga mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk melakukan penyelidikan yang segera, menyeluruh, dan transparan guna memastikan akuntabilitas. Pemerintah menegaskan bahwa keselamatan pasukan penjaga perdamaian tidak dapat ditawar. Pemerintah Indonesia menyampaikan duka mendalam kepada keluarga korban serta penghormatan atas dedikasi dan pengorbanannya dalam menjaga perdamaian dunia.
Gugurnya Kopral Pramudia, menjadikan total personel UNIFIL yang terbunuh oleh Israel dalam eskalasi terbaru ini menjadi enam orang.
Serangan Israel ke Lebanon meningkat sejak awal Maret, baik melalui udara maupun operasi darat. Otoritas setempat melaporkan bahwa serangan tersebut telah membunuh lebih dari 2.200 orang dan menyebabkan lebih dari satu juta warga mengungsi.








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)