Puluhan hingga ratusan pemukim Israel kembali memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa pada Rabu (22/04). Mereka melakukan rangkaian aksi penodaan terhadap situs suci umat Islam tersebut.
Menurut sumber lokal, sedikitnya 508 pemukim masuk secara berkelompok melalui Gerbang Maghariba di bawah pengawalan ketat polisi Israel. Rekaman yang beredar menunjukkan sebagian dari mereka mengibarkan bendera Israel. Tak hanya itu, mereka juga bernyanyi, menari, serta melantunkan doa di halaman masjid. Beberapa di antara mereka bahkan melakukan sujud dengan tubuh menempel ke tanah.
Pada saat yang sama, aparat Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap jemaah yang hendak memasuki kawasan tersebut. Tindakan ini termasuk pembatasan pergerakan selama keberadaan para pemukim di dalam kompleks.
Pejabat senior Hamas, Haroun Nasser, menyatakan bahwa insiden ini mencerminkan eskalasi dalam apa yang ia sebut sebagai “perang religius” yang sedang berlangsung. Ia menilai praktik tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengubah identitas Al-Aqsa dan membagi kawasan itu secara waktu dan ruang.
Menurutnya, kelompok pemukim mendapat dukungan dari pemerintah Israel untuk melakukan ritual Yahudi di dalam kompleks masjid. Ia menegaskan bahwa Al-Aqsa adalah situs suci umat Islam dan upaya perubahan status quo tidak akan berhasil.
Nasser juga menyerukan warga Palestina, khususnya di Al-Quds dan wilayah 1948, untuk meningkatkan kehadiran di Al-Aqsa, serta mendesak negara-negara Arab dan Islam untuk mengambil langkah konkret guna melindungi situs tersebut.
Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Yerusalem, dengan aksi serupa yang berulang kali memicu kekhawatiran akan perubahan status historis dan religius kawasan suci tersebut.
Sumber: Palinfo








