Sistem kesehatan di Jalur Gaza kian mendekati titik kolaps di tengah berlanjutnya pembatasan dan dampak perang berkepanjangan. Organisasi kemanusiaan memperingatkan bahwa kapasitas layanan medis saat ini tidak lagi mampu menampung kebutuhan populasi yang kondisinya terus memburuk.
Doctors Without Borders (MSF) melaporkan bahwa sekitar 60 persen pasien yang mereka tangani dalam enam bulan terakhir merupakan korban luka trauma langsung akibat kekerasan. Kondisi ini mencerminkan tingginya intensitas cedera serius, bahkan setelah gencatan senjata berlaku pada Oktober 2025. Di saat yang sama, pembatasan masuknya pasokan medis menyebabkan kelangkaan obat-obatan penting, termasuk untuk penyakit kronis, serta minimnya alat bedah dan perlengkapan sterilisasi.
Krisis kesehatan juga semakin parah akibat memburuknya kondisi hidup. Kekurangan air bersih dan sanitasi memicu penyebaran penyakit seperti infeksi kulit, diare, hingga gangguan pernapasan. Penyakit menular seperti kudis juga meningkat, terutama di kamp pengungsian yang padat dan minim fasilitas higienis.
Sementara itu, Palestine Red Crescent Society (PRCS) mencatat hanya sekitar 700 pasien yang berhasil mendapatkan evakuasi ke luar Gaza sejak perbatasan Rafah terbuka secara terbatas pada Februari. Angka ini sangat kecil dibandingkan kebutuhan mendesak, dengan lebih dari 18.000 pasien masih menunggu perawatan lanjutan di luar wilayah tersebut.
Keterbatasan akses keluar Gaza dan lambatnya proses evakuasi medis memperparah situasi. Ribuan pasien dengan kondisi kritis terancam kehilangan nyawa karena tidak tersedianya fasilitas dan peralatan yang memadai di dalam wilayah.
Berbagai lembaga internasional menilai sistem kesehatan Gaza kini berada di ambang kehancuran, setelah infrastruktur medis hancur, tenaga kesehatan berkurang, dan pasokan vital terus Israel batasi. Tanpa intervensi segera, krisis ini berpotensi berkembang menjadi bencana kemanusiaan yang lebih luas.
Sumber: Palinfo







![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)