Sedikitnya 754 warga Gaza terbunuh dan ribuan lainnya terluka di Jalur Gaza sejak berlakunya gencatan senjata pada Oktober 2025, di tengah terus berlanjutnya serangan Israel dan pembatasan akses bantuan kemanusiaan.
Data dari Kantor Media Pemerintah Gaza mencatat lebih dari 2.400 pelanggaran gencatan senjata, termasuk ratusan penembakan, serangan artileri, serta ratusan operasi darat di kawasan permukiman. Dalam 24 jam terakhir saja, sedikitnya 14 warga Palestina telah terbunuh.
Korban jiwa mencakup kelompok rentan. Perempuan, anak-anak, dan lansia menyumbang angka ratusan dari total korban. Selain itu, puluhan warga Gaza juga pasukan Israel tahan dari wilayah sipil yang berada di luar zona militer berdasarkan kesepakatan.
Baca juga : “Warga Palestina Terus Terbunuh Meski Ada Gencatan Senjata di Gaza”
Di sisi lain, distribusi bantuan kemanusiaan masih jauh dari target. Selama enam bulan, hanya sekitar 37 persen dari total truk bantuan yang mendapat izin masuk dibandingkan jumlah dalam kesepakatan perjanjian. Penyeberangan Rafah juga beroperasi jauh di bawah kapasitas, dengan tingkat pergerakan warga hanya sekitar tujuh persen dari rencana.
Keterbatasan pasokan berdampak langsung pada kondisi hidup warga. Kelangkaan pangan semakin parah. Kebutuhan tepung harian yang mencapai sekitar 450 ton hanya terpenuhi kurang dari setengahnya. Warga dilaporkan harus mengantre panjang untuk mendapatkan roti, dengan jatah yang sangat terbatas.
Krisis juga meluas ke sektor layanan dasar. Kekurangan bahan bakar menghambat operasional rumah sakit, distribusi air, serta pengelolaan limbah. Kerusakan infrastruktur yang luas dan minimnya peralatan memperburuk situasi, meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
Otoritas setempat memperingatkan bahwa jika pembatasan terus berlanjut, Gaza berpotensi kembali menghadapi ancaman kelaparan, di tengah ketergantungan mayoritas penduduk pada bantuan kemanusiaan yang belum memadai.
Sumber: Ahram








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)