• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Kamis, April 30, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Kehidupan Anak-Anak dengan Autisme di Jalur Gaza

by Adara Relief International
April 2, 2026
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Kehidupan Anak-Anak dengan Autisme di Jalur Gaza
29
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Saat dunia memperingati Hari Kesadaran Autisme Sedunia pada 2 April, keluarga-keluarga di Jalur Gaza berjuang melindungi anak-anak mereka di tengah genosida yang berkelanjutan, pengungsian, dan runtuhnya layanan perawatan dan rehabilitasi. Bagi keluarga-keluarga ini, tantangannya jauh melampaui penyediaan terapi atau dukungan rehabilitasi. Ini telah menjadi perjuangan tanpa henti untuk mengamankan bahkan langkah-langkah keamanan dan stabilitas yang paling mendasar.

Baca Juga

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

Perawatan harian dalam kondisi yang mustahil

Di lingkungan Sheikh Radwan, sebelah utara Kota Gaza, Layan Abu Qousa, seorang gadis berusia 16 tahun yang mengidap autisme, tinggal bersama keluarganya. Mereka hidup di tengah reruntuhan rumah mereka yang telah hancur. Kondisi tersebut menurut keluarganya telah memperburuk tantangan sehari-hari terhadap kesehatan Layan.
Ayahnya, Hammad Qousa, menjelaskan bahwa bahkan sebelum pecahnya genosida, putrinya membutuhkan perawatan medis dan rehabilitasi secara teratur. Akan tetapi, situasi ekonomi dan kelangkaan sumber daya di Gaza membuat keluarga mereka tidak bisa mendapatkan dukungan tersebut.

Seiring bertambahnya usia, kesulitan semakin meningkat

Sang ayah menambahkan bahwa tantangan yang berkaitan dengan kondisi putrinya semakin kompleks seiring bertambahnya usia. Dia menjelaskan bahwa keluarga harus memantau Layan sepanjang waktu. Setidaknya, satu anggota keluarga harus tinggal bersamanya di dalam rumah selama siang hari. Hal ini membatasi pergerakan keluarga dan memengaruhi produktivitas mereka. Namun, mereka tidak dapat meninggalkannya sendirian untuk bergerak bebas demi pertimbangan aman.

Pengungsian mengganggu perjalanan pengobatan

Dalam kasus serupa, Islam Shamali mengatakan genosida telah mengganggu perawatan putranya, Yahya, yang menderita autisme. Yahya telah menunjukkan kemajuan kesehatan yang nyata sebelum genosida, tetapi kondisinya memburuk setelah genosida dimulai.
Shamali mencatat bahwa putranya telah menerima perawatan lanjutan di pusat-pusat khusus sebelum genosida. Keluarganya juga telah mencari pengobatan untuknya di Mesir, dan memperlihatkan kondisinya telah membaik secara signifikan.
Namun, ia mencatat bahwa kemajuan yang dicapai putranya terhenti tak lama setelah mereka kembali ke Gaza, hanya beberapa hari sebelum pecahnya genosida. Kondisinya kemudian semakin terganggu oleh gelombang pengungsian dan ketidakstabilan yang berulang.
Dia menekankan bahwa anak-anak dengan autisme membutuhkan lingkungan yang aman dan stabil. Sebab, mereka seringkali tidak dapat mengenali bahaya di sekitar mereka. Gangguan apa pun pada rutinitas harian mereka akan berdampak secara langsung. Shamali menyimpulkan bahwa sejak pecahnya genosida, putranya tidak dapat melanjutkan perawatannya di pusat spesialis mana pun atau dengan dokter mana pun.

Ketika orang tua menjadi “spesialis” karena kebutuhan

Para ahli menunjukkan bahwa genosida telah memperdalam krisis yang sudah ada dalam perawatan anak-anak autis di Gaza. Jalur ini telah lama menderita kekurangan tenaga profesional yang berkualitas dan layanan rehabilitasi untuk kelompok ini.
Reem Jaarour, koordinator Dolphin Club, yang khusus menyediakan terapi air untuk pasien autis, mengatakan: “Bahkan sebelum genosida, kami sudah bergulat dengan keterbatasan ketersediaan dokter dan spesialis, serta kelangkaan pusat perawatan dan rehabilitasi.” Dia menambahkan bahwa selama genosida banyak keluarga terpaksa menggantikan peran spesialis yang absen, meskipun tidak memiliki peralatan dan keahlian.
Menurutnya, orang tua tidak mampu berinteraksi dengan anak-anak mereka menggunakan metode khusus yang para profesional gunakan. Akibatnya, anak-anak kehilangan dukungan psikologis, emosional, dan materi secara nyata. Hal ini telah memengaruhi keterampilan komunikasi mereka serta perkembangan dan pertumbuhan mereka secara keseluruhan.
Di Jalur Gaza, tidak ada statistik yang tepat atau survei khusus untuk menentukan jumlah anak-anak dengan autisme. Namun, para profesional di bidang ini memperkirakan jumlah mereka mencapai ratusan. Ini terus berlangsung di tengah keluhan tentang layanan rehabilitasi yang lemah dan keahlian terbatas yang tersedia di pusat-pusat perawatan—krisis yang menurut para spesialis telah memburuk secara signifikan selama genosida.

Dunia yang merangkul semua orang

Dalam pesan yang menandai Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa António Guterres menekankan perlunya orang-orang dengan autisme untuk dapat membuat pilihan hidup mereka sendiri dan berkontribusi dalam membentuk masa depan bersama. Ia juga mencatat bahwa bakat, perspektif, dan kontribusi mereka memperkaya dunia secara tak terukur.
Ia menambahkan bahwa untuk memastikan penyandang autisme memiliki kesempatan yang layak untuk berpartisipasi dalam masyarakat dan berkembang, perlu jaminan kesetaraan dalam pendidikan, keadilan dalam pekerjaan, dan akses ke sistem kesehatan bagi semua. Pada kesempatan Hari Kesadaran Autisme Sedunia, Sekretaris Jenderal menyerukan komitmennya untuk membangun dunia yang lebih mampu merangkul semua orang.
Sumber: Wafa

ShareTweetSendShare
Previous Post

Proyek “Lingkungan Shami” Targetkan Pembersihan Etnis Badui Palestina

Next Post

Genosida Menyebabkan Timbulnya Puluhan Ribu Janda dan Yatim Piatu

Adara Relief International

Related Posts

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal
Berita Kemanusiaan

Israel Jatuhkan Sanksi untuk Flotilla Bantuan Gaza, Ancam Penyitaan Kapal

by Adara Relief International
April 30, 2026
0
17

Israel mengumumkan sanksi terhadap kampanye Global Sumud Flotilla yang tengah berlayar menuju Gaza untuk menembus blokade dan mengirim bantuan kemanusiaan....

Read moreDetails
74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

74 Pekerja Palestina Terbunuh di Tengah Krisis Kerja

April 30, 2026
16
Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

Krisis Lingkungan Gaza Memburuk, Hama dan Penyakit Ancam Warga

April 30, 2026
14
PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

PPS: Penahanan Dokter Gaza Tanpa Dakwaan Langgar Hukum Internasional

April 30, 2026
14
Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

Pakar PBB: Rekonstruksi Gaza Gagal Tanpa Akhiri Pendudukan

April 30, 2026
18
OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

OKI Desak DK PBB Wujudkan Perdamaian Abadi Gaza

April 29, 2026
27
Next Post
Genosida Menyebabkan Timbulnya Puluhan Ribu Janda dan Yatim Piatu

Genosida Menyebabkan Timbulnya Puluhan Ribu Janda dan Yatim Piatu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]

    Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Palestina dalam Kebutaan Dunia: Di Tengah Eskalasi Regional, Tepi Barat dan Gaza Menghadapi Teror Tanpa Akhir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • “Pandemi Disabilitas” Ciptakan Penderitaan Tak Berujung Bagi Perempuan dan Anak-Anak Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630