Sebuah organisasi hak asasi manusia Palestina memperingatkan bahwa kendaraan pengangkut tawanan milik Israel yang terkenal dengan sebutan “Bosta” pada dasarnya telah menjadi “peti mati berjalan”. Tindakan ini menyebabkan penderitaan berat bagi tawanan Palestina selama pemindahan antara penjara dan pengadilan.
Pusat Pembelaan Tawanan Palestina menyatakan pada Ahad (15/03) bahwa kondisi di dalam kendaraan tersebut merupakan pelanggaran mencolok terhadap standar kemanusiaan dan hukum internasional dan sangat membahayakan nyawa para tawanan.
Menurut lembaga tersebut, perjalanan transportasi seringkali berlangsung berjam-jam dan terkadang bisa melebihi 24 jam. Selama itu pula para tawanan harus menanggung kondisi yang sangat keras dan menyakitkan.
Israel mengurung para tawanan di dalam kompartemen besi sempit dalam kondisi terborgol dan terikat rantai sepanjang perjalanan. Israel sama sekali tidak memperhatikan kebutuhan dasar mereka sebagai manusia.
Organisasi tersebut juga mencatat bahwa penggeledahan berulang yang Israel lakukan selama penghentian kendaraan sering kali bersamaan dengan praktik yang memalukan dan perlakuan kasar.
Akibat kebrutalan yang terkait dengan transfer tawanan ini, banyak tawanan menolak untuk menghadiri sidang pengadilan atau bertemu dengan pengacara mereka. Keputusan tersebut bertujuan untuk menghindari “perjalanan yang menyiksa,” tambah lembaga tersebut. Laporan juga menyebutkan bahwa beberapa tawanan meninggal dunia selama pemindahan karena kondisi yang buruk, perlakuan tidak adil, dan pengabaian medis.
Oleh karena itu, Pusat Pembelaan Tawanan menyerukan kepada lembaga-lembaga hak asasi manusia internasional untuk segera turun tangan guna menghentikan penggunaan “Bosta” secara tidak manusiawi. Mereka harus memastikan bahwa tawanan Palestina diangkut dengan cara yang menghormati martabat dan hak-hak mendasar mereka.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)