Pasokan kemanusiaan dan komersial yang masuk ke Jalur Gaza telah menurun tajam sejak awal perang AS-Israel di Iran. Israel hanya mengizinkan sebagian kecil dari bantuan yang dibutuhkan masuk ke Jalur Gaza yang terkepung, kata para pejabat Palestina.
Ismail al-Thawabta, direktur jenderal Kantor Media Pemerintah (GMO) di Gaza, mengatakan bahwa penyeberangan perbatasan telah beroperasi dengan kapasitas yang sangat terbatas dalam beberapa pekan terakhir. Hanya 640 truk bantuan yang memasuki Gaza dari kesepakatan 6.000 truk berdasarkan pengaturan yang ada. Jumlah ini hanya mewakili 10 persen dari kebutuhan sebenarnya wilayah tersebut.
Pengurangan tajam tersebut telah menciptakan kesenjangan yang semakin lebar antara meningkatnya permintaan kemanusiaan di Gaza dan pasokan terbatas yang mendapat izin masuk. Ini memberikan tekanan besar pada sektor-sektor vital yang menyediakan layanan penting bagi lebih dari 2,4 juta warga Palestina.
Data resmi juga menunjukkan kekurangan yang lebih luas dalam pengiriman bantuan secara keseluruhan. Sejak awal periode ini, hanya 36.720 truk yang mendapat izin memasuki Gaza dari kesepakatan 88.800 truk.
Baca juga : “Israel Manfaatkan Perang Iran untuk Memperburuk Kelaparan di Gaza“
Pasokan bahan bakar sangat terpengaruh. Hanya 1.081 truk bahan bakar yang memasuki Gaza dari 7.400 yang warga butuhkan, atau sekitar 14 persen dari total kebutuhan. Pada saat yang sama, Israel tetap memblokir gas untuk memasak sepenuhnya. Tindakan ini telah memperdalam krisis bagi rumah tangga dan layanan publik.
Kelangkaan tersebut telah mengganggu sektor-sektor penting, termasuk sistem air dan sanitasi, pengumpulan sampah kota, dan layanan penting lainnya yang bergantung pada peralatan bertenaga bahan bakar dan generator. Rumah sakit dan fasilitas medis di Gaza juga sangat bergantung pada generator karena pasokan listrik yang terbatas.
Pasar lokal juga terdampak oleh berkurangnya arus barang, termasuk sayuran, produk makanan, dan makanan beku, sehingga menyebabkan kenaikan harga yang signifikan di tengah kemiskinan yang meluas dan menurunnya daya beli.
GMO memperingatkan bahwa pembatasan yang terus berlanjut mengancam ketahanan pangan bagi lebih dari 1,5 juta orang di Gaza, karena situasi kemanusiaan terus memburuk di bawah blokade yang berkepanjangan.
Sumber: Palinfo








