Otoritas pendudukan Israel mengumumkan pembukaan kembali penyeberangan Kerem Abu Salem pada Selasa (03/03). Pembukaan ini bertujuan untuk memungkinkan “masuknya bantuan kemanusiaan secara bertahap” ke Jalur Gaza.
Koordinator Kegiatan Pemerintah Israel di Wilayah Pendudukan (COGAT) mengatakan pada Senin (02/03) bahwa keputusan tersebut mereka ambil setelah penilaian keamanan. Badan tersebut menyatakan bahwa pengiriman bantuan akan terus berlanjut berdasarkan kebutuhan yang teridentifikasi di lapangan. Identifikasi kebutuhan dapat mereka ketahui melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dan organisasi internasional.
Baca juga : “Setelah Penutupan Dua Hari, Perbatasan Rafah Kembali Terbuka“
Sabtu lalu, Israel menutup perlintasan Gaza, termasuk perlintasan komersial Kerem Abu Salem dan perlintasan perbatasan Rafah dengan Mesir. Penutupan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional menyusul serangan gabungan Israel-AS terhadap Iran dan tanggapan Teheran.
Kerem Abu Salem, yang terletak di persimpangan Gaza, Israel, dan Mesir, adalah titik masuk utama untuk barang dan bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut. Penutupan perbatasan ini telah memperparah krisis kemanusiaan yang sudah sangat buruk di Gaza.
Sekitar 1,9 juta dari 2,4 juta penduduk Gaza masih mengungsi. Banyak di antaranya tinggal di tenda-tenda darurat dengan akses terbatas terhadap makanan, air bersih, dan perawatan medis setelah kehancuran besar-besaran di daerah permukiman selama genosida.
Sebelumnya, perlintasan Rafah sempat Israel buka kembali sebagian dengan syarat ketat pada tanggal 2 Februari 2026.
Sumber: Palinfo








![Seorang pria Palestina dan beberapa anak berdiri di depan bangunan yang rusak berat, dikelilingi besi-besi beton yang terbuka dan puing-puing, di Kota Gaza [Reuters/Mahmoud Issa]](https://adararelief.com/wp-content/uploads/2025/11/FOTNASPSKNKU3P3PJRLMSN3J4E-350x250.jpg)