JAKARTA-Tahun telah berganti, namun genosida di Jalur Gaza belum juga berhenti. Meski telah ada kesepakatan gencatan senjata pada Oktober lalu, namun warga Palestina masih menderita kelaparan. Israel masih menghalangi truk bantuan untuk masuk, membuat harga pangan melambung tinggi. Di tengah krisis yang terjadi, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan pangan untuk warga Gaza. Bantuan yang disalurkan berupa tepung gandung yang memberi manfaat bagi 500 keluarga (2.500 orang) di Deir Balah, Gaza tengah.

Meski harga pangan sempat turun tidak lama setelah adanya kesepakatan gencatan senjata pada bulan Oktober, namun itu tidak berlangsung lama. Saat ini, harga pangan telah meningkat secara drastis, yaitu melonjak sekitar 700 persen sejak sebelum pecahnya genosida pada 7 Oktober 2023. Analisis dari Al Jazeera mengungkapkan bahwa harga makanan pokok, protein, dan sayuran di Gaza telah mengalami lonjakan yang dramatis, yang tentunya berdampak pada gizi warga Gaza.
Kenaikan harga ini terjadi bertepatan dengan penurunan daya beli yang drastis. Sebuah laporan PBB yang dirilis pada akhir 2025 menunjukkan bahwa pendapatan per kapita tahunan di Gaza telah anjlok menjadi $161 (503 shekel) pada tahun 2024, turun dari $1.250 (3.900 shekel) pada tahun 2022, sebelum genosida. Harga pangan yang melambung tinggi bersamaan dengan hilangnya mata pencaharian sebagian besar penduduk telah membuat warga Gaza tidak memiliki banyak pilihan. Mereka terpaksa menahan lapar berhari-hari, atau bergantung pada makanan dari bantuan kemanusiaan yang masuk.

Akan tetapi, secercah harapan kembali muncul ketika bantuan pangan dari Sahabat Adara memasuki Jalur Gaza. Pada 15 Januari 2026, Sahabat Adara bersama Adara Relief International menyalurkan bantuan pangan untuk warga Gaza. Bantuan yang disalurkan berupa tepung gandung yang memberi manfaat bagi 500 keluarga atau sekitar 2.500 orang di Deir Balah, Gaza tengah.



Bantuan tepung gandum dari Sahabat Adara telah menghidupkan kembali dapur-dapur di Gaza. Dengan tepung tersebut, ratusan keluarga kini bisa mengolahnya menjadi roti untuk memberi makan anak-anak mereka. Terima kasih Sahabat Adara, bantuan pangan darimu telah meredakan kelaparan ratusan warga Gaza.








