• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Maret 3, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Artikel

Ramadan Bersama Anak-Anak Sebagai Penguatan Fitrah Iman Sejak Dini

by Adara Relief International
Maret 2, 2026
in Artikel, Syariah
Reading Time: 6 mins read
0 0
0
Anak-anak Palestina di Gaza dan mural Ramadan (CNN)

Anak-anak Palestina di Gaza dan mural Ramadan (CNN)

13
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Pendidikan Islam untuk anak-anak berkaitan erat dengan fitrah yang telah Allah ciptakan pada diri setiap orang termasuk anak-anak. Pada keadaan fitrah itulah pendidikan bermula dan berakhir. Secara bahasa, fitrah adalah “الشَّقُّ طُولًا”  atau belahan yang memanjang. Maka, fitrah bukanlah keadaan netral ataupun kosong pada setiap jiwa anak, tetapi justru telah Allah bentuk arahnya, telah ada tujuan penciptaannya, dan telah dipersiapkan dengan fungsi tertentu.

Ulama dan seorang pakar linguistik Al-Qur’an asal Baghdad, Ar-Raghib Al-Ashfahani, mengatakan fitrah Allah merupakan hal-hal yang telah Allah tanamkan dan letakkan dalam diri manusia berupa pengetahuan tentang-Nya (ma’rifatullah). Fitrah Allah juga merupakan kekuatan yang Allah tanamkan untuk mengenal dan menerima iman. Dengan demikian, anak-anak bukanlah lembaran kosong yang bebas untuk diberi warna semaunya, tapi telah ada benih iman yang Allah tanamkan sejak awal penciptaannya. Dalam jiwanya telah ada kecenderungan yang menginginkan keimanan, tetapi tentu saja perlu diarahkan oleh orang tua dan para pendidik di sekitarnya. 

Momentum Ramadan ini menjadi waktu terbaik, bukan hanya untuk meminta anak belajar menahan lapar dan dahaga, melainkan yang lebih utama adalah membimbing anak untuk belajar bersabar, belajar mengelola emosi, belajar berbagi dan berempati, dan tentu saja belajar taat kepada Allah dan Rasul-Nya dalam proses berpuasa ini. Ketika anak-anak bertanya “Kenapa harus puasa?” sesederhana kita menjawabnya “Untuk taat kepada Allah dan mengikuti apa yang diajarkan Rasulullah, karena begitulah Allah memerintahkan kita setiap datangnya bulan Ramadan”.

Persiapan dengan hati yang riang gembira

Anak-anak Palestina di Rafah, Gaza selatan, membawa lentera Ramadan. (Belal Khaled/Anadolu)
Anak-anak Palestina di Rafah, Gaza selatan, membawa lentera Ramadan. (Belal Khaled/Anadolu)

Bulan suci Ramadan seharusnya disambut dengan riang gembira sebagaimana tamu istimewa yang dinanti-nantikan. Hal ini merupakan poin penting tetapi terkadang terlewat oleh kita sebagai orang dewasa. Ketika puasa dilihat melalui kacamata haus dan lapar saja, maka akan ada rasa khawatir “Apakah anak saya akan kuat?” “Apakah ini baik untuk kesehatan anak saya?” dan tanda tanya lainnya yang bernada keraguan. Padahal hal yang utama sebagaimana yang diajarkan oleh para sahabat radhiyallahu ‘anhum, adalah menyambut bulan Ramadan dengan penuh suka cita, hati yang riang gembira, bahwa telah datang bulannya Al-Qur`an, telah datang bulan yang penuh ampunan, bulan yang di dalamnya ada malam lailatulqadar. 

Menanamkan kegembiraan dalam menyambut Ramadan pada anak dapat dimulai dengan menyampaikan kisah puasa Ramadan Rasulullah ﷺ dan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dengan mata yang berbinar-binar, dilanjutkan dengan membuat hiasan-hiasan ala Ramadan untuk mewarnai rumah atau kamar mereka. Mempersiapkan menu sahur dan berbuka sesuai keinginan mereka dengan tetap memperhatikan nutrisinya, menyiapkan hadiah sederhana untuk diberikan kepada mereka, sebagaimana yang Rasulullah ﷺ sabdakan:

أَفْضَلُ دِينارٍ يُنْفِقُهُ الرَّجُلُ، دِينارٌ يُنْفِقُهُ علَى عِيالِهِ…

“Dinar yang paling utama adalah dinar yang dibelanjakan seseorang untuk keluarganya…”
(HR. Muslim)

Bantu anak-anak membayangkan sebuah pohon pahala yang terus bertumbuh setiap kali mereka menahan lapar, menahan marah, dan menunggu waktu berbuka dengan mengisinya dengan doa, sehingga sabar tidak lagi terasa abstrak, tetapi dapat mereka “lihat” dalam imajinasi mereka.

Orang tua juga harus senantiasa sadar bahwa meskipun amalan harian seperti tilawah Al-Quran memang menjadi amalan unggulan selama Ramadan, jangan lupakan bahwa mendidik anak-anak dan membersamai hari-hari puasa mereka juga merupakan kewajiban yang tak terelakkan. Maka, hindari bersikap sibuk sendiri mengejar target amalan harian sementara anak-anak dibiarkan merasa lapar, haus, dan bosan, padahal mainan terbaik seorang anak adalah kehadiran orang tuanya. Untuk mengalihkan rasa lapar, haus, dan bosan, orang tua dapat mengajak anak untuk membaca bersama, menggambar, mewarnai, atau pun aktivitas lainnya.

Baca Juga

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 1): Pembebasan Palestina pada Masa Khalifah Umar bin Khattab

Nuzulul Qur’an Dua Fase Turunnya Al-Qur`an Bagi yang Mencari Keteguhan Jiwa

Para Sahabiyah membersamai anak mereka pada Ramadan

Para pengungsi Palestina menghiasi tenda-tenda mereka dengan dekorasi Ramadan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah. (Omar Ashtawy /Apaimages)
Para pengungsi Palestina menghiasi tenda-tenda mereka dengan dekorasi Ramadan di Deir al-Balah, Jalur Gaza tengah. (Omar Ashtawy /Apaimages)

Sahabiyah Rubayyi’ binti Mu’awwidz radhiyallahu ‘anha menuturkan bagaimana para sahabiyah radhiyallahu ‘anhunna membersamai anak-anak mereka berpuasa pada zaman Rasulullah ﷺ: 

(…) فَكُنَّا نَصُومُهُ بَعْدُ، ونُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا، ونَجْعَلُ لهمُ اللُّعْبَةَ مِنَ العِهْنِ، فَإِذَا بَكَى أحَدُهُمْ علَى الطَّعَامِ، أعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حتَّى يَكونَ عِنْدَ الإفْطَارِ

“Maka setelah itu kami berpuasa (pada hari tersebut), dan kami juga melatih anak-anak kami untuk berpuasa. Kami membuatkan untuk mereka mainan dari wol. Jika salah seorang dari mereka menangis karena ingin makan, kami berikan mainan itu kepadanya sampai tiba waktu berbuka.” (HR. Bukhari)

Hadis tersebut menerangkan bahwa para sahabat dan sahabiyah terbiasa melatih anak-anak mereka untuk berpuasa dengan tidak lupa untuk menyediakan permainan yang dapat membantu anak untuk sejenak melupakan dahaga mereka sehingga dapat melanjutkan puasa hingga waktu berbuka. Tentu saja upaya ini harus dibarengan dengan memohon pertolongan Allah dalam menunaikan ibadah bersama keluarga.

Imam At-Tabari dalam kitab tafsirnya, Jami’ul Bayan, menjelaskan bahwa pada fase awal turunnya kewajiban Ramadan, orang yang sebenarnya mampu berpuasa masih diberi pilihan untuk berpuasa atau tidak–untuk kemudian diganti dengan kewajiban membayar fidyah, yaitu memberi makan satu orang miskin untuk setiap hari yang ditinggalkan. Namun ketentuan ini tidak berlangsung lama. Allah kemudian menurunkan ayat:

فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ
 

“Barang siapa di antara kalian menyaksikan bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa.”
(QS. Al-Baqarah: 185)

At-Tabari menyimpulkan bahwa ayat ini menghapus pilihan sebelumnya. Sejak itu, puasa Ramadan menjadi kewajiban penuh bagi setiap muslim yang mampu, tanpa opsi menggantinya dengan fidyah, kecuali bagi yang benar-benar tidak mampu seperti orang tua renta atau sakit menahun. 

Hal ini memperlihatkan bahwa kewajiban besar seperti puasa pun disyariatkan melalui proses bertahap, sebuah metode pendidikan yang dapat kita tiru dalam mendidik anak-anak kita untuk berpuasa, yaitu dengan cara bertahap. Misalnya, dengan terlebih dulu dibangunkan saat sahur agar dapat ikut sahur bersama keluarga, lalu mulai berpuasa hingga zuhur. Namun, sebaiknya jangan mengatakan “setelah Zuhur puasanya dilanjutkan lagi” karena kewajiban puasa harus ditunaikan hingga Magrib. Biarkan anak mengetahui konsep puasa terlebih dahulu, seperti sahur, menahan lapar dan haus, belajar bersabar, dan juga hal-hal yang membatalkan puasa.

Memperhatikan asupan jasmani dan rohani

Anak-anak Palestina membaca Al-Quran di Masjid Al-Habib Muhammad yang rusak parah akibat serangan Israel, sambil menunggu waktu berbuka puasa di Khan Yunis, Gaza, 21 Februari 2026. (Hani Alshaer – Anadolu Agency)
Anak-anak Palestina membaca Al-Quran di Masjid Al-Habib Muhammad yang rusak parah akibat serangan Israel, sambil menunggu waktu berbuka puasa di Khan Yunis, Gaza, 21 Februari 2026. (Hani Alshaer – Anadolu Agency)

Di antara hal yang tidak kalah penting adalah menyiapkan menu sahur dan berbuka yang kaya akan protein dan nutrisi agar puasa lebih bertenaga dan anak-anak tetap aktif menjalani aktivitasnya sepanjang hari. Puasa bukan berarti tubuh dibiarkan lemah tanpa persiapan. Justru di sinilah peran orang tua hadir, yaitu untuk memastikan energi mereka cukup, cairan terpenuhi, dan asupan gizinya seimbang.

Sahur yang mengandung protein seperti telur, ikan, ayam, atau kacang-kacangan membantu rasa kenyang bertahan lebih lama. Karbohidrat kompleks dan buah-buahan dapat menjaga anak agar tidak mudah lemas atau rewel pada siang hari. Sementara pada saat berbuka, awali dengan yang ringan dan manis secukupnya, lalu lanjutkan dengan makanan bergizi agar tubuh kembali pulih dengan baik.

Menyiapkan makanan yang tepat bukan sekadar urusan dapur, tetapi bagian dari ikhtiar mendidik anak agar merasakan bahwa Ramadan adalah ibadah yang dijalani dengan kesiapan, bukan sekadar menahan lapar dan dahaga.

Selain memperhatikan kebutuhan jasmani, hendaknya orang tua juga memperhatikan asupan rohani anak. Kisahkan kepada anak-anak tentang betapa istimewanya kedudukan Ramadan. Ia adalah satu-satunya nama bulan yang disebutkan di dalam Al-Qur`an dan pada bulan Ramadan pula Al-Qur`an diturunkan. Kisahkan kepada anak-anak bahwa siapa pun dan apa pun yang terikat dengan Al-Qur`an pasti akan Allah istimewakan dan muliakan, sebagaimana malam diturunkannya Al-Qur`an disebut dengan “Lailatulqadar” atau malam kemuliaan. Kisahkan pula kepada anak-anak tentang keagungan malam ini.

Semoga dengan dikisahkannya keistimewaan Ramadan dan keterkaitan kemuliaan Ramadan dengan Al-Qur’an dapat menambah motivasi bagi anak-anak untuk berinteraksi lebih lekat dengan Al-Qur`an di bulan Ramadan ini.

Selain menyampaikan keterkaitan Ramadan dengan Al-Qur’an, orang tua juga dapat menyampaikan bahwa bulan Ramadan ternyata juga merupakan bulan berbagi terhadap sesama. Ajaklah anak-anak untuk menyiapkan iftar gratis bagi orang sekitar yang berbuka puasa, sampaikan kepada anak-anak tentang besarnya ganjaran berbagi di sisi Allah, sebagaimana yang Rasulullah ﷺ sampaikan:

 مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا  

“Barang siapa memberi makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu.” (HR. Tirmidzi). 

Membiasakan anak untuk berbagi atau bersedekah dapat mengasah jiwa sosial mereka dan melatih kepekaan mereka terhadap kebutuhan orang lain, menumbuhkan empati sejak dini, serta membiasakan tangan mereka agar ringan dalam berbagi tanpa menuntut balasan dari manusia, cukup Allah yang mencatatnya sebagai amal salih.

Pada akhirnya, mendampingi anak-anak berpuasa memang membutuhkan usaha lebih dari orang tua; bukan hanya pendampingan secara emosional agar mereka kuat dan bersabar, melainkan juga kehadiran nyata kita untuk mengisi waktu-waktu mereka, mengalihkan perhatian dari rasa haus dan lapar, serta membawa mereka ke masjid, kajian atau tempat lainnya yang kental dengan nuansa Ramadan.

Allahu a’lam bishshawwab.                              

Isma Muhsonah Sunman, S.Ag., M. Pd.
Dosen STAI DI Al-Hikmah Jakarta dan Pengajar Al-Qur`an di Syifaur Rahman Islamic Club Bogor.

 

ShareTweetSendShare
Previous Post

Israel Mengisolasi Tepi Barat Akibat Perang Iran-Israel

Next Post

Imbas Perang Israel-Iran, Gaza Kembali Terblokade

Adara Relief International

Related Posts

Potret Al-Quds (Yerusalem) dari udara, sekitar tahun 1931 (Times of Israel)
Artikel

Sejarah Palestina di Masa Kekhalifahan (Part 1): Pembebasan Palestina pada Masa Khalifah Umar bin Khattab

by Adara Relief International
Maret 2, 2026
0
26

Menurut al-Baladzuri, seorang tokoh sejarawan Islam pada abad ke-9, Islam masuk ke Palestina pada 637 atau 638 M. Hadirnya Islam...

Read moreDetails
Anak-anak di Gaza menghafal Al-Qur’an di pengungsian.

Nuzulul Qur’an Dua Fase Turunnya Al-Qur`an Bagi yang Mencari Keteguhan Jiwa

Februari 18, 2026
38
Anak-anak Gaza kembali bersekolah di sebuah tenda pengungsian (Al Jazeera)

Bawa Harapan Akan Masa Depan, Sejumlah Institusi Pendidikan Gaza Kembali Dibuka setelah Dua Tahun

Februari 10, 2026
43
Ilustrasi pengusiran penduduk Palestina (Decolonize Palestine)

Pembersihan Etnis, Pengusiran Paksa Penduduk Palestina dari Tanah Air

Februari 4, 2026
39
Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

Dermawan yang Hakiki; Memberi Tanpa Diminta

Februari 2, 2026
186
Para pemukim memasang bendera Israel di pagar batu Masjid Ibrahimi di Hebron (MEMO)

Masjid Ibrahimi: Proyek Yahudisasi dan Penghapusan Paksa Identitas Islam di Seluruh Bagiannya

Januari 26, 2026
51
Next Post
Imbas Perang Israel-Iran, Gaza Kembali Terblokade

Imbas Perang Israel-Iran, Gaza Kembali Terblokade

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    Fidyah: Tebusan yang Menyatukan Hati

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 8 FAQs about Ramadan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

Milad ke-18 Adara: Untaian Doa untuk Indonesia dan Palestina dari Syekh Palestina

00:02:23

✨ 18 Tahun Kebaikan Sahabat Adara Mengukir Senyum Mereka 🇵🇸🇮🇩

00:01:21

Adara Dukung Perempuan Palestina Kembali Pulih dan Berdaya

00:02:17

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630