Menurut pejabat medis Palestina, Israel telah mengembalikan puluhan jenazah dan sisa-sisa jasad warga Palestina ke Gaza tanpa memberikan informasi apa pun tentang identitas mereka atau bagaimana mereka dibunuh.
Jenazah-jenazah tersebut tiba di Rumah Sakit al-Shifa di Kota Gaza pada Rabu dalam kantong putih polos. Saat ini tim forensik sedang memeriksa jenazah tersebut dalam upaya untuk mengidentifikasi mereka dan memberikan jawaban kepada keluarga yang berduka.
“Kantong-kantong itu membawa beban nyawa yang hilang. Sekarang mereka sedang menjalani pemeriksaan, memperpanjang duka keluarga yang sangat membutuhkan kepastian,” lapor Ibrahim al-Khalili dari Al Jazeera dari Rumah Sakit al-Shifa pada hari Sabtu (07/02).
Petugas medis Palestina mengatakan beberapa jenazah telah dimutilasi.
“Komite Palang Merah Internasional menyerahkan 120 kantong jenazah yang berisi 54 jenazah serta sampel tengkorak yang berada di dalam 66 kantong terpisah,” kata pejabat forensik Omar Suleiman kepada Al Jazeera.
Pertukaran jenazah tawanan Palestina sebelumnya telah mengungkap tanda-tanda penyiksaan yang meluas. Banyak yang menunjukkan indikasi penyiksaan, mutilasi, dan eksekusi.
Pada November, kelompok hak asasi manusia Physicians for Human Rights-Israel merilis sebuah laporan yang menyatakan bahwa setidaknya 94 tawanan Palestina telah meninggal dalam tahanan Israel. Mereka menyebutkan bahwa penyebab kematian para tawanan adalah penyiksaan, pengabaian medis, kekurangan gizi, dan kekerasan fisik. Kelompok tersebut mengatakan bahwa jumlah korban sebenarnya bisa jadi jauh lebih tinggi.
‘Jenazah Hilang Selama 10 Bulan’
Bagi banyak warga Palestina, pencarian kerabat yang hilang telah bergeser dari jalanan dan reruntuhan ke layar komputer dan pusat identifikasi darurat.
Di RS al-Shifa, Shadi al-Fayoumi menelusuri gambar-gambar yang buram dan mengerikan. Ia berharap menemukan sesuatu yang dapat ia kenali yang bisa memberitahu apa yang terjadi pada saudara-saudaranya.
“Saudara-saudara saya telah hilang selama 10 bulan. Mereka menghilang di lingkungan Tuffah,” kata al-Fayoumi, yang saudara-saudaranya masih hilang, kepada Al Jazeera.
“Saya pergi ke Kompleks Medis al-Shifa, kemudian kami diberitahu bahwa ada jenazah yang dapat kami coba identifikasi. Namun, gambar-gambar tersebut tidak jelas dan tidak memiliki ciri-ciri yang dapat kami kenali. Bagaimana kami diharapkan dapat mengidentifikasi mereka dalam kondisi seperti ini?”
Menurut al-Fayoumi, saudara-saudaranya pergi mencari makanan dan air selama puncak kelaparan tahun lalu tetapi tidak pernah kembali. “Kami telah menghubungi berbagai lembaga, tetapi tidak satu pun yang bersedia membantu atau memberikan informasi yang dapat kami andalkan,” tambah al-Fayoumi.
Al-Khalili dari Al Jazeera mengatakan bahwa ibu al-Fayoumi “sangat berduka”. “Anak-anak dari saudara-saudaranya bungkam. Mereka tidak mau menyuarakan ketakutan terburuk mereka. Pasukan Israel menyerahkan jenazah warga Palestina tanpa menghiraukan martabat manusia,” tambahnya.
“Tidak ada informasi tentang bagaimana mereka meninggal atau berapa lama Israel menahan mereka, sehingga warga Palestina tidak hanya menanggung kesedihan tetapi juga memendam pertanyaan yang belum terjawab.”
Sumber: Al Jazeera, Middle East Monitor








