Kota Khan Younis di Gaza selatan memperingatkan pada Sabtu (16/11) bahwa kekurangan bahan bakar selama sepekan telah menyebabkan lebih dari 1,2 juta penduduk dan pengungsi di daerah tersebut kehilangan akses ke air bersih, di tengah serangan Israel yang terus berlanjut.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah kota mengatakan, “Penghentian bahan bakar yang terus-menerus ini telah mengganggu layanan penting, termasuk pengoperasian sumur air dan pabrik desalinasi, menyebabkan lebih dari 1,2 juta warga dan pengungsi di Khan Younis tidak memiliki air minum dan air yang dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.”
Gaza selatan juga mengkhawatirkan penghentian fasilitas pengolahan limbah, dengan memperingatkan bahwa air limbah yang tidak diolah dapat membanjiri jalan-jalan dan memperburuk risiko bencana lingkungan dan kesehatan, serta mempercepat penyebaran penyakit dan epidemi.
Pemerintah kota mendesak masyarakat internasional dan kelompok hak asasi manusia untuk segera turun tangan dalam menghentikan genosida Israel di Gaza yang telah menghancurkan semua aspek kehidupan. Lebih lanjut, ia mendesak badan-badan PBB untuk menekan Israel agar melanjutkan pasokan bahan bakar dan mengizinkan masuknya peralatan penting dan suku cadang untuk mencegah runtuhnya layanan publik sepenuhnya.
Serangan Israel terhadap Gaza telah berlangsung selama lebih dari 13 bulan, membunuh lebih dari 43.700 orang dan membuat daerah kantong itu hampir tidak dapat dihuni. Blokade yang sedang berlangsung telah mengakibatkan kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan yang parah. Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional karena tindakannya di Gaza.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di sini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








