Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan pada Sabtu (17/8) bahwa Israel telah mengurangi “zona kemanusiaan” di Gaza menjadi hanya 11% dari wilayah tersebut, yang menyebabkan kepanikan dan ketakutan yang meluas di antara pengungsi.
Dalam sebuah pernyataan, UNRWA mengatakan, “Ribuan keluarga terus mengungsi di Gaza saat otoritas Israel mengeluarkan perintah evakuasi baru.”
“Apa yang disebut ‘zona kemanusiaan’ telah menyusut hingga hanya 11% dari Jalur Gaza, yang menyebabkan kekacauan dan ketakutan di antara para pengungsi,” tambahnya.
Badan PBB itu menegaskan kembali seruannya untuk gencatan senjata segera di Jalur Gaza.
Pada hari Sabtu dan Jumat, militer Israel memerintahkan evakuasi segera penduduk di Jalur Gaza tengah dan selatan.
Secara terpisah, Petugas Komunikasi UNRWA Louise Wateridge menyatakan di X (Twitter), “Lagi dan lagi perintah evakuasi baru: banyak dari ribuan keluarga yang terkena dampak baru saja tiba di daerah tersebut, setelah perintah pengungsian lainnya di Khan Younis.”
Ia mencatat, “Melalui jendela yang pecah, yang terlihat hanyalah rumah-rumah yang hancur dan kehidupan yang hancur. Orang-orang terjebak dalam mimpi buruk yang tak berujung ini.”
Pada Selasa (13/8), UNRWA melaporkan bahwa sekitar 84% wilayah Gaza telah berada di bawah perintah evakuasi sejak 7 Oktober.
Israel, yang mengabaikan resolusi Dewan Keamanan PBB yang menuntut gencatan senjata segera, telah menghadapi kecaman internasional di tengah serangan brutalnya yang berkelanjutan di Gaza sejak 7 Oktober 2023.
Melansir Aljazeera, susutnya zona kemanusiaan ini, jika merujuk pada Mohammed Moghayyar, Direktur Operasional Pertahanan Sipil Gaza, mengatakan bahwa pengurangan ukuran zona kemanusiaan oleh Israel telah memutus fasilitas penting seperti rumah sakit dan meningkatkan risiko penyebaran penyakit.
“Semakin pasukan pendudukan Israel mengurangi zona kemanusiaan yang aman, semakin mereka terus melanggar hukum internasional dan Konvensi Jenewa, semakin mereka menyebabkan kematian dan pembunuhan di antara rakyat kami,” katanya dari Deir el-Balah.
Hingga saat ini, Israel telah membunuh hampir 40.100 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 92.500 orang, menurut otoritas kesehatan setempat.
Lebih dari 10 bulan sejak serangan Israel, sebagian besar wilayah Gaza telah hancur di tengah blokade yang melumpuhkan terhadap makanan, air bersih, dan obat-obatan.
Sumber:
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








