Perdana Menteri Israel menegaskan kembali bahwa dia tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun yang menyerukan diakhirinya perang.
Benjamin Netanyahu telah mengindikasikan bahwa ia terbuka terhadap kesepakatan sebagian yang akan memfasilitasi pemulangan sejumlah sandera yang masih berada di Gaza.
Ia menegaskan kembali bahwa dia tidak akan menyetujui kesepakatan apa pun yang menetapkan diakhirinya perang Israel di Gaza, meskipun Amerika Serikat sebelumnya mengklaim bahwa proposal Israel akan menjadi jalan untuk mengakhiri serangan tersebut.
“Tujuan kita adalah untuk mengembalikan mereka yang diculik dan menggulingkan rezim Hamas di Gaza,” katanya dalam sebuah wawancara dengan outlet media Israel Channel 14 pada hari Ahad.
Di lain sisi, puluhan ribu warga Israel secara konsisten berunjuk rasa menentang Netanyahu dan pemerintahannya, menuntut untuk segera dilakukannya Pemilu dan persetujuan kesepakatan untuk memulangkan para sandera.
Bulan lalu, Presiden AS Joe Biden mengumumkan proposal gencatan senjata, yang akan menjeda pertempuran selama enam minggu serta penukaran beberapa sandera Israel di Gaza dengan tawanan Palestina yang ditahan di penjara-penjara Israel. Dari langkah ini kemudian akan diupayakan negosiasi untuk gencatan senjata permanen.
Meskipun para pejabat AS bersikukuh bahwa Israel adalah dalang dari proposal tersebut, sejumlah pejabat Israel, termasuk Netanyahu, bersumpah untuk terus berperang sampai Hamas dilenyapkan, dan menolak untuk secara terbuka mendukung proposal tersebut secara penuh.
Netanyahu juga mengatakan kepada Channel 14 bahwa serangan militer intens Israel di Kota Rafah di Gaza selatan hampir berakhir.
“Fase intens pertempuran melawan Hamas akan segera berakhir,” katanya. “Ini tidak berarti bahwa perang akan segera berakhir, tetapi perang dalam fase intensnya akan segera berakhir di Rafah.”
“Pada akhirnya, ada dua hal yang perlu dilakukan, kita memerlukan demiliterisasi yang berkelanjutan oleh [militer Israel] dan pembentukan pemerintahan sipil.”
sumber: https://www.aljazeera.com
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








