Kota Gaza tidak memiliki rumah sakit yang beroperasi, sementara warga Palestina yang terluka masih mencari tempat untuk merawat luka yang diderita akibat bombardir Israel, demikian dilaporkan oleh koresponden MEMO di Jalur Gaza.
“Kami mendesak disediakannya beberapa rumah sakit lapangan yang dilengkapi dengan baik untuk menghadapi situasi bencana di sini,” kata Motasem Dalloul.
Bukan hanya warga Palestina yang terluka yang membutuhkan perawatan medis untuk luka-luka mereka, namun ada juga ratusan pasien penyakit kronis dan juga orang terluka yang membutuhkan pemeriksaan ulang dan perawatan lanjutan. Semua kasus ini tidak dapat ditangani tanpa adanya tempat, alat kesehatan, dan obat yang memadai.
Pasukan Israel telah sepenuhnya mengepung Kota Gaza dan memaksa sebagian besar penduduknya melarikan diri. Mereka yang tetap berada di sana menderita kelaparan dan tidak dapat mengakses bantuan makanan yang sangat dibutuhkan.
Pada bulan Maret, Israel mengepung rumah sakit utama Gaza, Kompleks Medis Al-Shifa, selama dua pekan, membakarnya habis dan meninggalkan Gaza utara tanpa pusat medis yang berfungsi.
Sumber: https://www.#
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini








