• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Senin, Januari 19, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan Anak

Kisah Malek, Bayi Merah yang Harus ‘Menikmati’ Genosida Israel di Gaza

by Adara Relief International
Februari 3, 2024
in Anak, Berita Kemanusiaan
Reading Time: 3 mins read
0 0
0
Tidak Ada Listrik di Rumah Sakit, Bayi-Bayi Palestina Terancam Meninggal dalam 5 Menit Tanpa Inkubator

Tidak Ada Listrik di Rumah Sakit, Bayi-Bayi Palestina Terancam Meninggal dalam 5 Menit Tanpa Inkubator.

32
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

“Dia berteriak menangis untuk pertama kalinya.” Itulah yang Arwa Oweis gambarkan tentang kelahiran putrinya, Malek, di Rumah Sakit Al-Shifa’ di Gaza utara. Teriakan kedua, yang datang beberapa detik setelah yang pertama, adalah teriakan ketakutan.

Arwa, 20 tahun, dan suaminya Sameh Jindiyya, 25 tahun, tidak meninggalkan Kota Gaza ke selatan, karena mereka tidak bisa terpisah dari keluarga besar mereka. Sameh belum bekerja, dan ia tinggal bersama keluarganya di lingkungan Shuja’iyya. Ayah dan saudaranya adalah pegawai Otoritas Palestina, dan pendapatan mereka dapat mencukupi kebutuhan seluruh rumah tangga, termasuk untuk Sameh dan keluarganya. Sameh tahu bahwa melarikan diri ke selatan dan tinggal di tenda akan berarti kematian perlahan, terutama mengingat tidak adanya pendapatan bagi keluarga barunya, jadi dia memilih untuk tetap tinggal di Kota Gaza dan menghadapi sepenuhnya invasi darat Israel.

Sameh dan Arwa melarikan diri dari satu tempat perlindungan ke tempat perlindungan lainnya sebelum Arwa melahirkan. Mereka kemudian mencari perlindungan di Rumah Sakit Al-Shifa’ sebelum pengepungan dimulai. Tetapi kemudian RS Al-Shifa’ juga dikepung, diserbu, ditinggalkan oleh pasien, staf medis, dan pengungsi. Sameh dan Arwa berupaya untuk kembali ke Al-Shifa’ setelah tentara mundur dari sana dan akhirnya kembali ke rumah mereka setelah tentara Israel mundur dari wilayah al-Shuja’iyya.

Baca Juga

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Arwa melahirkan Malak di Rumah Sakit Al-Shifa’ dalam keadaan yang sangat mengerikan. Masalah yang dihadapi saat ini adalah ia membutuhkan nutrisi yang tepat untuk dapat menyusui putrinya, termasuk buah, sayuran, dan daging. Bahan makanan ini hampir tidak ada di Gaza, terutama di utara. Pilihan terbatas pada beras dan makaroni kering, yang hampir menjadi satu-satunya bahan pokok di Gaza selama berbulan-bulan. 

Pilihan terakhir Sameh adalah mencoba menangkap burung, tetapi upayanya tidak selalu berhasil. Pada satu hari, dia mungkin membawa seekor merpati atau burung kecil untuk keluarganya, dan pada hari-hari lain, dia mungkin tidak bisa menangkap apa pun.  Arwa mengatakan bahwa Malak selalu menangis karena ASI-nya tidak cukup, mungkin karena Arwa sendiri hampir tidak makan lebih dari satu kali sehari. Saat Sameh bangun pada pagi hari, dia berusaha mencari apa pun yang dapat dibawa untuk Arwa. 

“Ini adalah situasi ketika seorang anak dilahirkan di Jalur Gaza,” kata Sameh kepada Mondoweiss. “Mereka menyambut kehidupan sekaligus diintai dengan kematian. Putri saya baru berusia beberapa hari, dan dia sudah mendengar lebih banyak pengeboman, bentrokan bersenjata, dan teriakan kematian daripada apa yang akan didengar orang tua di bagian dunia lain sepanjang hidup mereka, dan semua ini terjadi di rumah sakit–tempat orang mencari perlindungan,” kata Sameh. 

“Kami dilahirkan di bawah kematian, kemudian menghabiskan sisa hidup untuk berjuang agar tidak mati kelaparan,” lanjutnya. “Lalu, pada akhirnya, kami mati di bawah reruntuhan, atau dihancurkan oleh tank, atau mati di jalan, dan dimakan oleh anjing.”

“Apa yang telah dilakukan putri saya, Malak, sehingga ia pantas menerima ini?” ia bertanya retoris. “Dia hanya menangis untuk ASI, sementara  ibunya tidak bisa memberi ASI yang cukup.”

Berbagai laporan media telah menyatakan bahwa bantuan kemanusiaan dari UNRWA dan masyarakat internasional telah tiba di utara Gaza, termasuk Kota Gaza, Beit Hanoun, Beit Lahiya, dan Jabalia. Namun, situasi di lapangan benar-benar berbeda ketika mengumpulkan kesaksian dari orang-orang yang masih tinggal di Kota Gaza. Kebanyakan dari mereka masih berjuang untuk mendapatkan cukup makanan untuk keluarga mereka.

Bantuan kemanusiaan pertama yang tiba beberapa pekan lalu hanya dapat dilempar dari truk-truk di Lingkaran Al-Nabulsi dekat pantai di Jalan al-Rashid yang terletak di tepi selatan Kota Gaza, tiga kilometer dari tempat perlindungan terdekat, yaitu al-Shati, al-Shuja’iyya, al-Daraj, dan al-Zaytoun. Ketika Sameh menggambarkan situasinya, dia menyebutkan bahwa drone Israel juga menargetkan kerumunan orang di Kota Gaza yang menunggu kedatangan truk-truk bantuan tersebut.

“Siapa pun yang mencoba mencapai lokasi itu akan pulang ke rumah dengan berlumuran darah,” kata Sameh. Ia mengatakan bahwa sekelompok besar orang menjadi target misil drone dan peluru artileri di Lingkaran Kuwait saat mereka menunggu truk-truk kemanusiaan yang tidak pernah tiba. 

Semua di Gaza telah habis. Tidak ada pasar yang menjual barang makanan. Orang-orang telah beralih ke sistem tukar menukar untuk makanan mereka, dan beberapa mencari makanan di reruntuhan bangunan yang hancur oleh bom. Apa yang dilakukan orang untuk bertahan hidup itu sendiri merupakan bencana.

Sumber:

https://mondoweiss.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

ShareTweetSendShare
Previous Post

Gaza Berada di Ambang Kematian

Next Post

Hammam al-Samra: Pemandian Berusia 1000 Tahun, Jejak Peninggalan Kesultanan Mamluk dan Imperium Utsmani

Adara Relief International

Related Posts

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar
Berita Kemanusiaan

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

by Adara Relief International
Januari 15, 2026
0
20

Surat kabar Israel Haaretz melaporkan bahwa Amerika Serikat berpotensi mendanai pembangunan pabrik baru kendaraan tempur lapis baja di Israel dengan...

Read moreDetails
Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Kementerian Kesehatan Gaza Tegaskan Israel Hambat Obat dan Pangan Esensial

Januari 15, 2026
18
Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Apoteker Gaza Sulap Rumah Jadi Laboratorium Obat Darurat di Tengah Kepungan

Januari 15, 2026
16
Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Pemerintah Palestina Desak Tekanan Internasional Hentikan Krisis Kemanusiaan Gaza

Januari 15, 2026
22
Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Israel Legalkan Lima Pos Permukiman Ilegal di Tepi Barat

Januari 15, 2026
16
Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Gaza Kehilangan 85% Alat Penyelamatan, Operasi Darurat Terancam

Januari 14, 2026
15
Next Post
Hammam al-Samra: Pemandian Berusia 1000 Tahun, Jejak Peninggalan Kesultanan Mamluk dan Imperium Utsmani

Hammam al-Samra: Pemandian Berusia 1000 Tahun, Jejak Peninggalan Kesultanan Mamluk dan Imperium Utsmani

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bantuan Sembako Jangkau Ratusan Warga Sumbar Terdampak Banjir

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630