Serangan udara Israel menghantam rumah Hammam Alloh, seorang Dokter di RS Al Shifa Gaza, pada Ahad, 12 November, membunuh ia dan ayahnya. Namun, sebelum bom merenggut nyawa Hammam dan keluarganya, ia sempat diwawancarai oleh televisi internasional yang mempertanyakan mengapa ia enggan melakukan evakuasi ke luar wilayah Gaza. Ia mengatakan, “Jika saya pergi, siapa yang akan merawat pasien saya?”
Hammam Alloh adalah seorang ahli nefrologi Palestina di Rumah Sakit Al-Shifa di Gaza. Ia tewas dalam serangan udara Israel. Berdasarkan laporan portal berita independen Democracy Now, dalam wawancara terakhirnya, ia menentang keras arahan Israel untuk pindah ke selatan dan berbicara tentang tugasnya sebagai dokter untuk pasien-pasiennya.
Ketika ditanya mengapa ia tidak pindah ke Gaza selatan bersama keluarganya, Hammam mengatakan kepada Democracy Now, “Jika saya pergi, siapa yang akan merawat pasien saya? Mereka bukan binatang. Mereka memiliki hak untuk mendapatkan perawatan kesehatan yang layak.”
“Anda pikir untuk apa saya belajar kedokteran selama total 14 tahun, jika hanya untuk memikirkan hidup saya dan bukan pasien saya? Apakah Anda berpikir saya pergi ke sekolah kedokteran hanya untuk memikirkan hidup saya?” Ia menambahkan lebih lanjut.
Ben Thomson, seorang rekan ahli nefrologi, yang pernah bekerja dengan Hammam, mengatakan bahwa dokter Palestina tersebut menginginkan “kehidupan yang bebas, adil, dan merdeka di Palestina,” demikian dilaporkan Democracy Now.
Thomson mengatakan bahwa Hammam terbunuh dalam serangan udara Israel, bersama dengan ayahnya, ayah mertuanya, dan saudara iparnya, ketika sedang berada di rumah istrinya, kata Thomson. Keluarga Hammam yang selamat hanya istri dan dua anaknya yang berusia 4 dan 5 tahun.
Rumah sakit di Gaza utara, yang telah berjuang mengatasi pemadaman listrik dan pertempuran di sekitarnya, beberapa waktu terakhir ini dikepung oleh pasukan penjajah. Al-Shifa, rumah sakit terbesar di Jalur Gaza, telah berhenti berfungsi dan kematian di antara pasien terus meningkat di tengah kepungan dan serangan Israel yang gencar, lapor Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada hari Ahad.
Sumber:
https://internasional.republika.co.id
***
Kunjungi situs resmi Adara Relief International
Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.
Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini
Baca juga artikel terbaru, klik di sini
#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها








