• Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic
Selasa, Januari 20, 2026
No Result
View All Result
Donasi Sekarang
Adara Relief International
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
No Result
View All Result
Adara Relief International
No Result
View All Result
Home Berita Kemanusiaan

Ketika Kru Penyelamat di Gaza Dihadapkan pada Pilihan Berat: Mengevakuasi Jenazah atau Menyelamatkan Korban di Bawah Reruntuhan

by Adara Relief International
Oktober 30, 2023
in Berita Kemanusiaan, Hukum dan HAM
Reading Time: 4 mins read
0 0
0
Ketika Kru Penyelamat di Gaza Dihadapkan pada Pilihan Berat Mengevakuasi Jenazah atau Menyelamatkan Korban di Bawah Reruntuhan
19
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on WhatsappShare on Telegram

Ketika Kementerian Kesehatan Palestina sibuk menghitung ribuan orang yang tewas dan terluka akibat serangan Israel, petugas pertahanan sipil mengatakan ratusan orang telah tewas di bawah bangunan yang runtuh. Dengan kurangnya peralatan penyelamatan dan banyaknya personil staf yang menjadi sasaran, pihak pertahanan sipil mengatakan kepada Middle East Eye bahwa mereka berencana memprioritaskan penyelamatan korban yang masih hidup dibandingkan mengambil jenazah.

“Kita telah sampai di tempat yang dituju. Kalau ternyata masih ada orang yang masih hidup di bawah reruntuhan, kita terus menggali sampai kita berhasil mengeluarkannya. Tapi kalau kita yakin bahwa korban di bawah reruntuhan sudah mati, kita berangkat lagi ke lokasi lain yang ditargetkan,” Khalil Saifan, seorang anggota kru pertahanan sipil, mengatakan kepada MEE.

“Pengeboman terjadi di tempat berbeda pada waktu yang sama, puluhan lokasi menjadi sasaran dalam waktu 10 menit. Akan tetapi, kami memiliki peralatan dan awak yang sangat terbatas untuk bertindak. “Jadi kami harus memilih antara menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengambil sejumlah jenazah, atau memberikan prioritas kepada korban luka yang terperangkap di bawah puing-puing sebelum mereka bergabung dengan korban yang tewas.”

Setidaknya 8.000 orang telah tewas, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, sejak Israel melancarkan kampanye pengeboman brutal di Gaza pada tanggal 7 Oktober. Saifan, yang bekerja di markas Pertahanan Sipil Gaza di al-Bureij, di Jalur Gaza tengah, mengatakan masih ada ratusan warga yang tewas di bawah reruntuhan.

“Tanpa harus menggambarkan banyaknya korban dalam satu serangan udara, Anda bisa membayangkan kejadian di lingkungan sekitar beberapa menit setelah beberapa bangunan dirobohkan,” katanya. “Di sana, kita harus memberikan prioritas kepada orang yang masih bernapas di bawah puing-puing. Pilihan selalu harus dibuat antara korban meninggal dan korban hidup, namun tidak pernah antara korban yang semuanya masih hidup. “Jika kita mengetahui ada seseorang yang masih hidup, mungkin diperlukan waktu berjam-jam untuk mengeluarkan mereka dari bawah reruntuhan, namun kita tidak akan pernah bisa meninggalkan mereka di sana.”

Saifan menambahkan bahwa Israel terus menerus menargetkan kru pertahanan sipil dan kurangnya peralatan membuat upaya mereka untuk menyelamatkan semua orang di bawah reruntuhan hampir mustahil. “Kami telah menjadi sasaran beberapa kali dan di beberapa daerah sejak awal serangan. Anggota kru kami beralih dari penyelamat menjadi korban,” katanya.

“Tidak ada negara yang bisa menghadapi serangan udara sebanyak itu, yang menargetkan wilayah berbeda sekaligus dan jumlah korban yang begitu besar. Bisakah Anda bayangkan hal ini terjadi di Gaza?” “Krisis ini semakin diperburuk dengan kurangnya bahan bakar yang dibutuhkan untuk buldoser, yang diandalkan oleh kru pertahanan sipil untuk menghilangkan puing-puing bangunan tempat tinggal bertingkat dan menjangkau para korban.”

Banyak yang Masih hilang

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan pihaknya telah menerima setidaknya 1.650 laporan dari keluarga yang mengatakan mereka kehilangan kerabatnya di bawah puing-puing. Menurut Ashraf al-Qudra, juru bicara kementerian, sekitar 940 anak-anak yang meninggal masih berada di bawah reruntuhan rumah mereka atau rumah tempat keluarga mereka mencari perlindungan.

Di lingkungan Shujaiya, puluhan bangunan tempat tinggal dibom tanpa peringatan sebelumnya dari tentara Israel untuk dievakuasi.  Akibatnya, seluruh keluarga besar telah musnah, dan sejumlah besar orang masih hilang di bawah puing-puing.

Ketika pengeboman semakin intensif pekan lalu, sepupu Amena Mughani dan anak-anak mereka meninggalkan rumah mereka untuk berlindung di rumah saudara perempuan mereka di Shujaiya, salah satu daerah terpadat di Jalur Gaza.  Sekitar 30 orang sedang berada di dalam rumah tersebut ketika terjadi serangan yang menghancurkan rumah dan menewaskan semua yang berada di dalamnya.

“Saya tidak ingat harinya, tapi saya ingat saya menerima telepon dari seorang kerabat pada siang hari. Ia memberitahu saya bahwa rumah itu telah rata dengan tanah dan semua kerabat saya di sana terbunuh,” Mughani, seorang warga Kota Gaza, mengatakan kepada MEE.

Baca Juga

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

“Selama dua hari setelah penyerangan, jenazah mereka masih belum diambil. Pertahanan sipil tidak dapat mencapai rumah mereka karena berada di wilayah timur Shujaiya yang sangat berbahaya. “Saya belum bisa menghubungi keluarga saya selama lima hari terakhir untuk mengetahui apakah jenazah kerabat kami berhasil diangkat dari reruntuhan, tapi saya yakin mereka masih di sana.”

Setidaknya 688 keluarga, yang terdiri atas 4.807 orang, telah tewas akibat serangan udara, artileri, dan angkatan laut Israel di Jalur Gaza yang diblokade, menurut Kementerian Kesehatan. “Ketika serangan selesai dan kami berhasil mengevakuasi semua jenazah dari reruntuhan, jumlah korban mungkin akan bertambah dua kali lipat dari jumlah saat ini,” kata Saifan, dari Departemen Pertahanan Sipil.

Sumber:

https://www.middleeasteye.net

***

Kunjungi situs resmi Adara Relief International

Ikuti media sosial resmi Adara Relief di Facebook, Twitter, YouTube, dan Instagram untuk informasi terkini.

Baca berita harian kemanusiaan, klik di dini

Baca juga artikel terbaru, klik di sini

#Palestine_is_my_compass
#Palestina_arah_perjuanganku
#Together_in_solidarity
#فلسطين_بوصلتي
#معا_ننصرها

Tags: GazaPalestinaSeranganUpdate Palestina
ShareTweetSendShare
Previous Post

Internet di Gaza Dipulihkan Secara Bertahap

Next Post

Sejak Awal Agresi, Israel Bunuh 34 Jurnalis di Jalur Gaza

Adara Relief International

Related Posts

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak
Berita Kemanusiaan

Trump Tetapkan Anggota “Dewan Perdamaian” Gaza, Letakkan Pejabat AS dan Israel di Puncak

by Adara Relief International
Januari 19, 2026
0
13

Presiden AS Donald Trump secara resmi menguraikan struktur "Dewan Perdamaian", yang diharapkan dapat "memenuhi" 20 poin rencana Trump untuk Gaza,...

Read moreDetails
Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Israel Rencanakan Proyek “Rute 45” untuk Konsolidasikan Permukiman di Ramallah dan Al-Quds

Januari 19, 2026
12
Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Angka Kelahiran di Gaza Turun 41 Persen, Keguguran dan Kelahiran Prematur Meningkat

Januari 19, 2026
11
Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Zionisme Kristen Ancam Keberadaan Umat Kristen di Palestina

Januari 19, 2026
23
Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Kampanye Vaksinasi Gelombang Kedua di Gaza Targetkan Anak di bawah Usia Tiga Tahun

Januari 19, 2026
11
Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Laporan Haaretz: AS Berpotensi Danai Pabrik Kendaraan Tempur Baru Israel hingga US$2 Miliar

Januari 15, 2026
21
Next Post
Sejak Awal Agresi, Israel Bunuh 34 Jurnalis di Jalur Gaza

Sejak Awal Agresi, Israel Bunuh 34 Jurnalis di Jalur Gaza

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TRENDING PEKAN INI

  • Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    Perjuangan Anak-Anak Palestina di Tengah Penjajahan: Mulia dengan Al-Qur’an, Terhormat dengan Ilmu Pengetahuan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Adara Resmi Luncurkan Saladin Mission #2 pada Hari Solidaritas Palestina

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sebulan Setelah “Gencatan Senjata yang Rapuh”, Penduduk Gaza Masih Terjebak dalam Krisis Kemanusiaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 1,5 Juta Warga Palestina Kehilangan Tempat Tinggal, 60 Juta Ton Puing Menutupi Gaza

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Antara Sastra dan Peluru (2): Identitas, Pengungsian, dan Memori Kolektif dari kacamata Darwish dan Kanafani

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Currently Playing

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

Berkat Sahabat Adara, Adara Raih Penghargaan Kemanusiaan Sektor Kesehatan!

00:02:16

Edcoustic - Mengetuk Cinta Ilahi

00:04:42

Sahabat Palestinaku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:02:11

Masjidku | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:32

Palestinaku Sayang | Lagu Palestina Anak-Anak

00:03:59

Perjalanan Delegasi Indonesia—Global March to Gaza 2025

00:03:07

Company Profile Adara Relief International

00:03:31

Qurbanmu telah sampai di Pengungsian Palestina!

00:02:21

Bagi-Bagi Qurban Untuk Pedalaman Indonesia

00:04:17

Pasang Wallpaper untuk Tanamkan Semangat Kepedulian Al-Aqsa | Landing Page Satu Rumah Satu Aqsa

00:01:16

FROM THE SHADOW OF NAKBA: BREAKING THE SILENCE, END THE ONGOING GENOCIDE

00:02:18

Mari Hidupkan Semangat Perjuangan untuk Al-Aqsa di Rumah Kita | Satu Rumah Satu Aqsa

00:02:23

Palestine Festival

00:03:56

Adara Desak Pemerintah Indonesia Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza

00:07:09

Gerai Adara Merchandise Palestina Cantik #lokalpride

00:01:06
  • Profil Adara
  • Komunitas Adara
  • FAQ
  • Indonesian
  • English
  • Arabic

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
    • Profil Adara
    • Komunitas Adara
  • Program
    • Penyaluran
      • Adara for Palestine
      • Adara for Indonesia
    • Satu Rumah Satu Aqsa
  • Aktivitas
    • Event
    • Kegiatan
    • Siaran Pers
  • Berita Kemanusiaan
    • Anak
    • Perempuan
    • Al-Aqsa
    • Pendidikan
    • Kesehatan
    • Hukum dan HAM
    • Seni Budaya
    • Sosial EKonomi
    • Hubungan Internasional dan Politik
  • Artikel
    • Sorotan
    • Syariah
    • Biografi
    • Jelajah
    • Tema Populer
  • Publikasi
    • Adara Palestine Situation Report
    • Adara Policy Brief
    • Adara Humanitarian Report
    • AdaStory
    • Adara for Kids
    • Distribution Report
    • Palestina dalam Gambar
Donasi Sekarang

© 2024 Yayasan Adara Relief Internasional Alamat: Jl. Moh. Kahfi 1, RT.6/RW.1, Cipedak, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta 12630